oleh

Kemampuan Bahasa dan IT Kunci Sukses Pembangunan

SEMINAR : Bupati Muharram menjadi salah satu pembicara dalam seminar internasional.

PERKEMBANGAN : Dinkes Berau merilis hasil perkembangan tes PCR Sembilan pasien positif covid-19.

NEWSNUSANTARA,TANJUNG REDEB – STMIK Widya Cipta Dharma mengelar seminar internasional melalui video conference, Rabu (20/5). Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Hadi Mulyadi. Kegiatan menghadirkan sejumlah pembicara dan salah satunya Bupati Berau, Muharram.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Muharram menegaskan bahwa kedepan para mahasiswa dituntut untuk bisa mempelajari potensi apapun yang bisa menjadi peluang masa depan. Generasi yang sukses, katanya, adalah generasi yang bisa memanfaatkan waktu dengan baik. Kemudian ada dua hal yang menjadi prioritas untuk dikembangkan, yaitu Informasi Teknologi (IT) dan kemampuan bahasa.

Baca Juga  Polres Berau Juga Lakukan "Bersih-Bersih" Pelaku Kejahatan

“Dua hal ini menjadi kunci utama yang perlu kita pegang jika ingin sukses di jaman saat ini. Dan ini juga merupakan bagian utama dalam pembangunan. Karena kedepannya perguruan tinggi itu tidak lagi hanya sekedar memberikan gelar saja tapi talenta sangat diperlukan,” tegasnya.

Sesuai dengan tema dalam seminar ini, ‘Opportunities for IT Expertise in Pandemic Era for Global Tecnology Industry’, kemajuan tenologi merupakan bagian yang tak terpisahkan di kehidupan masyarakat saat ini. Tentu kemajuan ini lah yang harus dimanfaatkan secara bijak dalam mendukung berbagai program pembangunan. “Seperti yang terjadi saat ini, ditengah pandemi sekarang seluruh kantor pemerintahan dari tingkat tertinggi hingga bawah dituntut aktif dalam menggunakan sistem informatika. Ini menjadi solusi yang akan dijalankan kedepannya dalam mempermudah kinerja pemerintahan yang cepat dan efektif,” jelasnya.

Baca Juga  Pemkab Kutim Anggarkan Rp. 73 Milliar Untuk Pelaksanaan Pilkada 2020

Bupati Muharram juga menyampaikan bahwa kemampuan IT ini sangat berpengaruh dalam kemajuan sumber daya manusia (SDM) kedepannya. Ia juga memberikan solusi agar penerapan pola pendidikan dilakukan berdasarkan talenta. Seperti yang telah diterapkan di beberapa Negara maju. “Jadi anak-anak itu didorong untuk memaksimalkan talenta yang dimiliki, seperti matematika atau seni. Fokus di situ saja. Sehingga pembelajaran ini bisa dikuasai sampai maksimal. Saya rasa ini yang perlu dirubah kedepannya dalam dunia pendidikan,” pungkasnya. (hms5