50 Hari Dirawat ,Korban Tragedi Stadion Kanjuruhan Malang Akhirnya Bisa Pulang

SELESAI PERWATAN: RS Syaiful Anwar tempat merawat korban tragedi Kanjuruhan Malang yang menewaskan 135 suporter.

NEWSNUSANTARA.COM -MALANG – Korban tragedi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, pada tanggal 01/10/2022 lalu yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Saiful Anwar Kota Malang, sudah diperbolehkan pulang.

Dony Iryan Vebry Prasetyo Kepala Sub Bagian Humas RSUD Saiful Anwar Malang, menerangkan, pasien tersebut sudah dipulangkan pada Senin (21/11/2022) kurang lebih pukul 13.00 WIB.

Pasien terakhir dari tragedi Kanjuruhan yang menjalani perawatan di RSUD Saiful Anwar Malang bernama Novita Ramadhani, berusia 18 tahun, warga Desa Senggreng, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang.

Dony juga menambahkan, “kondisi pasien tersebut sudah membaik sehingga tim dokter memperbolehkannya untuk pulang. Pasien itu menjalani perawatan kurang lebih selama 50 hari di RSUD Saiful Anwar Malang.

“Saat ini pasien tersebut tetap melakukan rawat jalan di RSUD Saiful Anwar Malang, untuk memulihkan kondisi. Secara berkala, pasien tersebut tetap harus melakukan pemeriksaan di RSUD Saiful Anwar. Selanjutnya tinggal kontrol dan rawat jalan. Seluruh pasien tragedi Kanjuruhan sudah pulang semua,” tutup Dony. (Hmzh)

Bagikan :

Dua Ulama Besar Resmikan TPQ MADIN AL AZIZ Sukorejo Gondanglegi

DIRESMIKAN: Ulama dari Yaman ikut meresmikan TPQ MADIN AL AZIS.

NEWSNUSANTARA.COM – MALANG – Paguyuban sekaligus warga Dusun Mbedali RT 02 RW 01 Desa Sukorejo Kecamatan Gondanglegi Kabupaten Malang menggelar acara pemotongan pita sekaligus peresmian TPQ Madin Al-Aziz dengan mengundang beberapa habaib dan para ulama daerah Gondanglegi dan sekitarnya.

Acara peresmian TPQ MADIN AL AZIZ tersebut mengundang majelis sholawat Hubbun Nabi dan dihadiri oleh guru besar dari negara Yaman yaikni Syekh Dr Muhammad Ali Bin Ba’athiyah (Rektor Universitas Imam Syafi’i Yaman) dan KH Nur Hasanuddin (Pengasuh Ponpes Darussa’adah Poncokusumo).

Kedatangan Syekh Ba’athiyah sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat karena di Desa Sukorejo belum pernah kedatangan Syekh Ba’athiyah. Warga juga sangat senang desanya di datangi ulama’besar Seperti beliau.

Acara peresmian TPQ MADIN yang dilaksanakan Rabu (18/11/2022) dikoordinir oleh Parno atau yang lebih akrab di panggil Pakde Parno selaku Ketua Paguyuban di gedung TPQ tersebut. Pakde Parno menggerakkan para warga jalan Purwo untuk bergotong royong agar acara bisa berjalan dengan lancar

Pakde Parno menjelaskan, dengan adanya kegiatan ini jadi kenangan tersendiri bagi kami selaku panitia dan warga yang turut serta membantu demi kelancaran tersebut.

“Kekompakan panitia dan warga yang membuat acara berjalan dengan lancar, saya tidak mengira jika tamu undangan bisa mebludak. Ini suatu kebanggaan bagi paguyuban sekaligus warga khususnya Dusun Mbedali,” tambahnya.

Sementara itu Lilik Saropah selaku Kepala Sekolah TPQ MADIN Al Aziz mengatakan sangat bersyukur dengan acara pemotongan pita sekaligus peresmian TPQ Madin Al-Aziz ini yang di resmikan langsung oleh tokoh ulama besar.

Acara peresmian TPQ tersebut juga di meriahkan oleh Para komunitas RX King dan beberap komunitas lainnya , ditambah dengan adanya kembang api yang menggemparkan warga Sukorejo, membuat acara semakin meriah.

 

“Dengan kedatangan Syekh Ba’athiyah ini semoga mendapat barokah hingga membawa ilmu yang bermanfaat bagi siswa siswi kami, dan menjadi lebih semangat lagi dalam mencari ilmu agar bisa mengembangkan kepada masyarakat luas. Terimakasih juga kepada paguyuban dan warga yang ikut serta dalam acara ini semoga kekompakan kalian di balas lebih oleh Allah SWT,,” ujar Lilik. (mamzah).
[24/11 22.00] Suyonoseridah396@gmail co: Masyarakat, TNI dan POLRI Gotong Royong Bersihkan Aula SDN 04 Bumirejo Dampit yang Roboh

NEWSNUSANTARA.COM – MALANG – Masyarakat bersama TNI-Polri di Kabupaten Malang melakukan gotong royong pembersihan sisa material gedung Aula SDN 04 Bumirejo, agar dapat segera dilakukan renovasi.

Bangunan aula SDN 04 Bumirejo, Dampit, Kabupaten Malang, roboh dikarenakan berusia tua sudah rapuh, Kondisi itu direspons TNI-Polri yang turut serta membantu warga membersihkan material bangunan tersebut.

Pada tahapan awal dilakukan pembersihan puing-puing reruntuhan bangunan atap, yang dikomando langsung oleh Batituud Serma Lasiman dan anggota Koramil 0818/15 Dampit dengan dihadiri oleh Polsek Dampit dan desa.

Dandim 0818 Kabupaten Malang-Batu, Letkol Inf Taufik Hidayat memberikan apresiasi atas pembersihan material bangunan aula SDN 04 Bumirejo yang roboh tersebut.

“Tidak hanya di wilayah Dampit kepada seluruh jajaran, saya sudah perintahkan untuk memantau kondisi sekolah-sekolah, jangan sampai saat pembelajaran terjadi hal yang tidak di inginkan,” terang Letkol Inf Taufik Hidayat, Rabu (23/11/2022).

Taufik Hidayat juga menambahkan, peningkatan kewaspadaan ini sangat perlu dilakukan. “Terutama selalu koordinasikan dengan pihak terkait, mengingat akhir-akhir ini cuaca yang cukup ekstrim,” imbuhnya.

Sementara itu, Danramil Dampit Kapten Inf Reko menjelaskan, robohnya bangunan memang ada beberapa kerangka dari bagian bangunan yang sudah lapuk dimakan usia.

“Saat kejadian tidak ada kegiatan pembelajaran. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa atas peristiwa ini,” terang Kapten Inf Reko.

Menurutnya, dalam hal ini TNI-Polri hanya membantu masyarakat untuk membersihkan maupun mengevakuasi material dari robohnya aula SDN 04 Bumirejo Dampit.

“Selanjutnya kita menunggu proses pembangunan lebih lanjut oleh pemerintah, yang rencana segera akan dilaksanakan,” kata Perwira Pertama atau Pama TNI AD dengan tiga balok di pundaknya.

Dengan dibersihkan material aula SDN 04 Bumirejo Dampit Kabupaten Malang yang ambruk oleh TNI-Polri tersebut dia berharap agar mempermudah aktivitas belajar mengajar di sekolah dan menghindari bayaha di area tersebut.(Hmz).

Bagikan :

Jalan Rusak di Kabupaten Malang Masih Menjadi PR DPUBM

TUNGGU DIPERBAIKI: Jalan rusak di wilayah Kabupaten Malang dikeluhkan warga karena belum diperbaiki.

NEWSNUSANTARA.COM – MALANG – Fenomena jalan rusak yang ada di Kabupaten Malang hingga saat ini masih menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi DPUBM (Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga) Kabupaten Malang. Pasalnya di musim penghujan saat ini , banyak jalan yang awalnya rusak ringan kini menjadi parah,tak jarang pula akibat jalan rusak mengakibatkan terjadinya kecelakaan.

Seperti jalan yang ada di Desa Pujiharjo, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang warga mengeluhkan kondisi jalan desa yang menghubungkan Wisata Pantai Sipelot, yang kini dalam kedaan rusak sepanjang 3 kilometer.

Tak jarang juga sudah beberapa kali membawa korban luka pada pengedara bermotor. Bahkan, ada kendaraan berjenis truk mengangkut pisang setempat terbalik, akibat jalan rusak.

Berdasarkan informasi ,Hal ini disampaikan, Kepala Desa (Kades) Pujiharjo, Hendik Arso, saat dikonfirmasi Dia mengatakan, kondisi jalan rusak di wilayah Desa Pujiharjo hingga kini belum ada tanggapan.

“Terus terang jalan rusak itu, adalah jalan satu-satunya menuju ke Desa Pujiharjo dan menuju Pantai Sipelot, serta tempat wisata lainnya. jalan yang rusak tersebut sepanjang 3 kilometer yang melewati hutan,” ungkapnya.

Dalam kecelakaan yang sering terjadi , itu memang tidak membawa korban jiwa atau luka. Tapi pengendara motor yang jatuh akibat melewati jalan berlubang, tidak sedikit yang mengalami luka-luka.

“Karena jalan rusak tersebut ,paguyuban sopir truk Desa Pujiharjo siap membantu material untuk perbaikan jalan. Karena kondisi jalan akan semakin parah, yang mana setiap hari diguyur hujan, dan jika tidak segera diperbaiki kondisi jalan semakin ambles,” ujarnya.

Di harapkan Pemkab Malang segera melakukan perbaikan, karena jalan itu merupakan jalan kabupaten, karena hal itu tanggung jawab Pemkab Malang untuk memperbaikinya.

“Desa Pujiharjo pada beberapa Minggu lalu dilanda banjir bandang, dan akses jalan sempat terputus akibat tanah longsor yang menunutupi jalan. Sehingga jika jalan rusak tidak segera diperbaiki, maka dipastikan pengunjung wisata enggan berwisata di wilayah desanya,” tuturnya.

Plt Dinas Bina Marga Kabupaten Malang Suwiqnyo , mengatakan bahwah pihaknya sudah menerima laporan perihal jalan rusak di desa Pujiharjo.

“,Kami sudah menerima laporan dan melakukan pengecekan melalui Unit, yang jelas wilayah Kabupaten Malang ini tidak kecil,fan sangat luas jadi kami perlu menata , karena jalan rusak di tempat lain itu juga ada yang lebih parah , tapi yang terpenting semua jalan rusak adalah menjadi prioritas kami. Kami berusaha maksimal”, tegas Suwiqnyo, Kamis (24/11/2022).
(Hmz).

Bagikan :