Terbawa Arus, Bocah Berusia 2 Tahun Ditemukan Meninggal

Pencarian bocah yang terbawa arus di Kampung Bumi Kaya, Kecamatan Talisayan, Minggu (27/11).

NEWSNUSANTARA,TANJUNG REDEB- Seorang bocah asal Kampung Bumi Jaya yang dinyatakan hilang hanyut terbawa arus di sekitar rumahnya pada Minggu (27/11) pada pukul 16.30 Wita, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Senin (28/11) 06.30 Wita.

Kasi Humas Polres Berau mengatakan, jenazah bocah tersebut ditemukan oleh tim gabungan TNI-POLRI, BPBD dan masyarakat, sekitar selama kurang lebih 14 jam.

“Korban berhasil ditemukan sejauh kurang lebih 1,5 km dari lokasi awal korban terpeleset. Dan saat ditemukan korban sudah dalam keadaan meninggal dunia (MD),” ungkapnya, Senin (28/11).

Baca Juga  Pernikahan di Balikpapan Wajib Sertakan Hasil Non Reaktif Covid-19

Dikatakannya, berdasarkan kronologis yang dihimpun, sesaat sebelum dinyatakan hilang terpeleset dan terbawa arus parit yang meluat di sekitar rumahnya, korban bersama kakaknya sedang bermain di depan rumahnya. Sementara keluarganya berada di dalam rumah.

Namun, tidak lama kemudian kakanya yang berusia 4 tahun memanggil neneknya yang saat itu usai salat ashar. Dan mengatakan, adiknya terpeleset dan hanyut terbawa arus di parit depan rumahnya.

“Situasi saat itu, air sedang meluap dan arus di parit sangat kencang karena habis hujan deras,” ujarnya.

Mendengar hal itu, nenek korban yang bernama Siti Nafiah langsung berusaha melakukan pencarian di sepanjang parit, dibantu olah warga dan aparat kepolisian dan TNI setempat. Kendati sudah ditemukan, namun pihak keluarga menolak untuk dilakukan visum, dan memilih membawanya ke rumah duka untuk segera dimakamkan.

Baca Juga  Dipastikan Digelar 26 November

“Karena pihak keluarga sudah mengikhlaskan anaknya dan menganggap kejadian itu adalah musibah,” Jelasnya.

Dirinya pun mengimbau kepada masyarakat Berau, untuk lebih berhati-hati dan selalu mengawasi anak-anaknya yang masih balita agar tidak membiarkannya bermain di sekitar tempat yang membahayakan.

“Semoga kejadian ini tidak terjadi kembali. Selalu berhati-hati dan jangan biarkan anak bermain di tempat yang membahayakan,” pungkasnya. (/)

Bagikan :