NEWSNUSANTARA.COM, BERAU – Agenda Irau Manutung Jukut atau pesta bakar ikan merupakan kegiatan yang cukup dinanti masyarakat Berau pada umumnya. Setiap perayaan hari jadi Berau dan ibukota Tanjung Redeb.
Acara tersebut, sebagaimana gelarannya setiap tahun, akan dilaksanakan di sepanjang Tepian Teratai hingga ke Ahmad Yani, Tanjung Redeb. Pemkab akan menyediakan tenda dan ikan segar ribuan kilogram untuk dibakar sesuai dengan selera masing-masing.

Namun tahun 2025 ini, acara itu akan terancam ditiadakan, karena melihat kondisi konflik sosial secara nasional serta arahan kemendagri untuk meniadakan kegiatan yang mengundang masa dalam jumlah besar.
Sama halnya dengan Manutung Jukut. Menurut Wakil Bupati, Gamalis agenda itu juga cukup rawan dengan konflik dan keributan. Serta potensi kebakaran. Sebab, pesta rakyat itu, sepanjang kegiatan akan menggunakan tempat pembakaran ikan.
“Tapi kita tidak menginginkan itu, karena kita di daerah hanya mengikuti instruksi dari Kemendagri saja,” jelas Wakil Bupati, Gamalis yang ditemui belum lama ini.
Namun dari hasil rapat bersama stakeholder terkait. Kegiatan itu, akan dialihkan dengan konsep sasaran yakni tetap ke masyarakat.
Karena acara tersebut, sejatinya telah mempunyai berkontrak dengan penyediaan ikan, sebanyak 3,7 ton. Hanya saja kali ini, ikan tersebut tidak dibakar. Melainkan, hanya akan dibagi kepada masyarakat yang rawan pangan.
Sebagaimana rencana dari tanggal yang telah ditetapkan, pembagiannya akan disalurkan pada 20 September 2025 mendatang. Sasarannya dua kecamatan yaitu Segah dan Kelay.
“Kita akan salurkan ke masyarakat-masyarakat yang rawan pangan,” ujar Plt. Kadis Perikanan, Maulidiyah, menimpal jawaban Galamis.
[MGN/ADV PEMKAB BERAU]





