Bupati Sri Juniarsih Hadiri Buritkang Berbagi

NEWSNUSANTARA.COM,Bupati Berau Hj. Sri Juniarsih Mas menghadiri acara Buritkang Berbagi di Batalyon Artileri Medan (YonArmed) 18/K Buritkang Labanan pada Sabtu (22/1/2023).

Acara yang digelar dalam rangka memeriahkan hari ulang tahun Batalyon Artileri Medan 18 Komposit/Buritkang ini juga dihadiri oleh Dandim 0902/Berau Letkol Infanteri Dony Fatra, Wakapolres Berau, yang mewakili Kajari Berau serta instansi pemerintahan dan swasta.

Danyon Armed 18 Komposti/Buritkang Letkol Armed Chairul Cahyadi, SE. mengatakan bahwa kegiatan Buritkang Berbagi ini merupakan keinginan dari jajarannya untuk berbagi kebahagiaan dengan masyarakat yang tinggal di sekitar batalyon.

Melalui kegiatan ini diharapkan terjalin silaturahmi dan hubungan yang harmonis dengan masyarakat sekitar.

Bupati Sri Juniarsih dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Danyon Armed beserta jajarannya karena atas kepeduliannya menyampaikan paket bantuan kepada masyarakat sekitar.

Kegiatan ini dapat meningkatkan jalinan persaudaraan yang semakin erat dengan masyarakat, serta merupakan bentuk kepedulian TNI Angkatan Darat di daerah ini terhadap lingkungan sosial di sekitarnya.

Bupati dalam kesempatan ini menyapa dan beramah tamah dengan masyarakat sekitar yang hadir pada acara ini. Selain itu juga memberikan nama “Labanan Indah” kepada salah satu area ngopi bagi prajurit dan tamu dengan konsep outdoor. Area ini merupakan tempat untuk beristirahat bagi prajurit serta untuk menjamu para tamu yang berkunjung ke Markas Yan Armed 18 Komposit/Buritkang yang berada di Kampung Labanan ini. (AS/Prokopim)

Bagikan :

Persidangan Gugatan Wanprestasi PT. SKJ kepada Koperasi Da’uyun Tanjung Batu Berlanjut

Sidang Koperasi Da’uyun Tanjung Batu dengan PT. Sentosa Kalimantan Jaya (SKJ) berlanjut pada, Kamis (19/1/2023) di Pengadilan Tanjung Redeb.

NEWSNUSANTARA.COM,TANJUNG REDEB – Sidang mengenai sengketa perjanjian bagi hasil sawit antara Koperasi Da’uyun Tanjung Batu dengan PT. Sentosa Kalimantan Jaya (SKJ) berlanjut pada, Kamis (19/1/2023) di Pengadilan Tanjung Redeb.

Sidang perdata dugaan wanprestasi atau kelalaian dalam pemenuhan janji tersebut, berlangsung pada pukul 11.30 sampai 12.55 Wita di ruang kartika dengan agenda pemeriksaan ahli dari penggugat.

Kuasa Hukum Koperasi Da’uyun Tanjung Batu Syahrudin menyatakan, bahwa ahli hukum perdata dihadirkan dalam persidangan untuk menganalisa sah atau tidaknya perjanjian addendum kerja sama tentang besaran pembagian hasil dari tandan buah segar kelapa sawit yang dilaksanakan beberapa waktu lalu.

Kata Syahdurin, dari hasil pemeriksaan ahli nantinya bisa menentukan apakah perjanjian tersebut boleh atau tidaknya batal demi hukum atau boleh dibatalkan apabila ada ingkar janji dari salah satu pihak.

“Jadi intinya tadi hanya sebatas membahas tentang sah atau tidaknya perjanjian, kemudian wujud dari wanprestasi itu sendiri dan hak kewajiban,” katanya saat ditemui usai sidang.

Melihat dari fakta persidangan, Syahrudin menilai jika ahli yang dihadirkan seakan terkesan menutup-tutupi, pasalnya pada awalnya ahli menjelaskan tidak punya kompetensi mengeluarkan pendapat mengenai tentang aturan koperasi. Hanya saja, saat pihak penggungat dan tergugat mempertanyakan soal koperasi namun bisa dijawab oleh ahli yang dihadirkan tersebut.

“Akhirnya kan muncul pertanyaan dari pihak majelis, sementara itu saja yang bisa kami sampaikan namun untuk menyimpulkannya kami belum bisa,” tambahnya.

Sebagaimana tuntutan, Syahrudin menjelaskan, addendum yang merupakan satu perjanjian yang telah dari awal disepakati telah dirubah secara sepihak.

Sebagaimana sistem koperasi yang merujuk kepada sistem kepemimpinan yang melibatkan para pihak yang berkepentingan dalam mengeluarkan keputusan atau kebijakan melalui mekanisme yang di tempuh (kolektif kolegial) maka semestianya perubahan addendum dilaksanakan secara bersama-sama.

“Nah, addendum ini tidak melalui rapat anggota terlebih dahulu itulah awal mulanya pengurus baru merasa keberatan, yang wanprestasi katanya koperasi tapi pada faktanya sebenarnya perusahaan lah yang wanprestasi,” tandasnya.

Sementara itu, Kuasa Hukum PT. SKJ Rudi H. Pasaribu menjelaskan, pada prinsipnya gugatan diajukan berawal dari adanya perjanjian dan adenddum yang dibuat pada 15 Agustus 2020 lalu. Melalui persidangan tersebut, pihak perusahaan berupaya untuk membuktikan siapa yang telah melakukan tindakan wanprestasi.

Ada beberapa hal yang telah diupayakan untuk proses pembuktian. Diantaranya, PT. SKJ sebagai penggugat meminta dokumen pengajuan kredit pada bank namun sampai saat ini belum diserahkan oleh pihak koperasi.

Selanjutnya, bentuk wanprestasi yang paling nyata yakni, pada bulan Juli hingga Agustus 2022 terjadi vakum pengelolaan kepengurusan sawit oleh pihak koperasi. Sehingga dalam hal ini, pihak perusahaan merasa dirugikan.

“Itu yang kita anggap menjadi bentuk wanprestasi kepada PT. SKJ,” katanya.

Melalui persidangan juga, beberapa keterangan saksi sudah diberikan oleh PT. SKJ. Mulai dari fakta yang menyatakan bahwa kesepakatan bersama telah ditandatangani, selanjutnya pelaksanaan adenddum tersebut sudah berlangsung selama tiga kali.

“Namun pada adenddum selanjutnya, mereka (Koperasi Da’uyun) tidak mau menerima adenddum tersebut, namun Tergugat tidak pernah memohon pembatalan addendum tersebut ke Pengadilan, sehingga upaya somasi pernah dilakukan namun tetap tidak dilaksanakan juga,” tambahnya.

“Dari keterangan ahli juga sudah jelas jika wanprestasi itu apabila ketika tidak melakukan prestasinya, melakukan prestasi namun tidak sepenuhnya, apa yang telah menjadi unsur-unsur wanprestasi itu telah kami sampaikan dan buktikan,” tandasnya.

Bagikan :

Sidang Lanjutan Wanprestasi (Ingkar janji) Antara PR SKJ da Koperasi Da’uyun. Kuasa Hukum Koperasi sebut Adendum 2020 sepihak, Sementara Pihak PT SKJ Sebut Salah Persepsi

Jalannya sidang Lanjutan Wanprestasi (Ingkar janji) Antara PR SKJ da Koperasi Da’uyun, Kamis (12/01/2023)

NEWSNUSANTARA.COM,TANJUNG REDEB- Lanjutan sidang perdata wanprestasi (ingkar janji) antara PT Sentosa Kalimantan Jaya (SKJ) selaku penggugat dan Koperasi Da’uyun selaku tergugat di Pengadilan Negeri Tanjung Redeb kembali digelar, Kamis (12/01/2023). Dalam sidang kali ini, penggugat menghadirkan 4 saksi.

Sidang dimulai sejak pukul 13.30 Wita dan berakhir pada pukul 16.20 Wita. Masing-masing saksi memberikan keterangan sesuai berdasarkan apa yang diketahui. Sidang berjalan cukup tertib dan lancar.

Usai Sidang, Kuasa Hukum dari Koperasi Da’uyun, Syahruddin menilai, dalam sidang kali ini penyampaian beberapa saksi kian memperjelas persoalan yang terjadi. Di mana, adendum dibuat sepihak tanpa melalui rapat anggota, dan hanya melibatkan pengurus inti saja.

Untuk diketahui, dalam surat perjanjian kerja sama (SPK) antara Koperasi Da’uyun dan PR SKJ pada 2013 di poin 9.1.2 tentang besaran pembagian tandan buah segar, disebutkan 25 persen keuntungan penjualan buah bersih untuk pihak koperasi selaku pihak pertama dan 75 persen untuk PT SKJ selaku pihak kedua. Kemudian, pada 2020 lalu terbit adendum, di mana terjadi perubahan metode pembayaran oleh PT SKJ.

Dalam adendum itu, di poin 9.1.2 huruf b, sampai seluruh kewajiban pihak pertama lunas, penerimaan pihak pertama adalah sisa dari hasil penjualan bersih TBS setelah dikurangi oleh pembayaran kewajiban-kewajiban pihak pertama yang diprioritaskan. Dengan jaminan minimum total penerimaan setiap tahun sebesar Rp 1.200.200 per hektar.

“Diadendum 2020 itu, hanya disebutkan koperasi hanya menerima minimal 1.200.000 per hektar. Di sana tidak disebutkan untuk pengelola itu berapa. Inilah yang menurut kami yang diuntungkan hanya sepihak,” katanya.

Sementara dari pemeriksaan saksi-saksi ini kata Syanrudin, telah terungkap bahwa munculnya adendum 2020 itu yang menjdi biang sengketa masalah antara Da’uyun dan SKJ.

Apalagi, difakta persidangn tadi, saksi dari penggugat ada menyampaikan bahwa adendum dibuat dan ditandatangani oleh pengurus dilakukan di rumahnya masing-masing. Kemudian semua saksi menjelaskan, adendum 2020 ini, dibuat hanya bersama pengurus koperasi. Meskipun sifatnya kolektif kolegial, tapi keputusan tertinggi ada pada anggota.

“Karena pengurus ini adalah pelaksana. Kemudian untuk kerugian pihak perusahaan selama plasma itu situtup, juga terungkap dipersidangan bahwa, yang menghitung hanya dari internal perusahaan bukan tim dari independen. Makanya bagi kami ini agak aneh,” katanya.

Sementara itu, Legal Officer PT SKJ, Lukmansyah menjelaskan, pada dasarnya, PT. SKJ sebagai Penggugat telah membuktikan gugatan wanprestasi yang dilakukan Koperasi Da’uyun, bahwa, pengelola lahan dari pembukaan kebun sampai menghasilkan sekarang, diserahkan kepada Penggugat.

Bahkan, untuk dokumen-dokumen anggota pengurus untuk pengajuan anggunan kredit ke bank sampai sekarang belum diserahkan tergugat, demikian juga adendum yang dibuat para pihak, telah terlaksana selama 3 kali sesuai dengan keterangan saksi Penggugat. Kemudian dari pihak tergugat, telah melakukan penutupan operasional kebun plasma yang dimitrakan kepada PT. SKJ selama 46 hari.

“Sehingga menimbulkan kerugian yang sangat besar yang dialami PT. SKJ. sehingga dapat dibuktikan wanprestasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1238 dan 1243 KUHPerdata,” katanya usai persidangan.

Kemudian ada salah penafsiran terkait adendum oleh pihak pengurus koperasi. Diterangkannya, adendum tersebut dibuat bukan untuk mengurangi pembagian yang selama ini ditafsirkan Koperasi Da’uyun. Tapi, SKJ hanya merubah metode pembayaran untuk mengurangi hutang dari koperasi.

“Jadiadendum tersebut dibuat bukan untuk mengurangi pembagian yang selama ini ditafsirkan Koperasi Da’uyun. Tapi, SKJ hanya merubah metode pembayaran untuk mengurangi hutang dari koperasi kepada PT SKJ,” pungkasnya. (/)

Jalannya sidang Lanjutan Wanprestasi (Ingkar janji) Antara PR SKJ da Koperasi Da’uyun, Kamis (12/01/2023)

 

Bagikan :

Dihadiahi Timah Panas di Kaki Kiri, Pelaku Penikaman di Tepian Jalan Ahmad Yani Ditangkap Polisi

Tersangka penikaman di Jalan Ahmad Yani,tepian di lumpuhkan petugas karena melawan petugas saat diamankan

NEWSNUSANTARA,TANJUNG REDEB- Pelaku penikaman yang terjadi di Jalan Ahmad Yani, Tanjung Redeb, pada Selasa (3/1/2023) yang mengnakibatkan korban meninggal dunia, berhasil diamankan Satreskrim Polres Berau, setelah beberapa jam melarikan diri. Tersangka juga dilumpuhkan kaki kirinya karena mencoba melawan petugas.

Kapolres Berau AKBP Shindu Beahmarya, didampingi Kasat Reskrim Polres Berau Iptu Ardian Rahayu Priatna menyampaikan, tersangka berinisial A berusia 23 tahun, dia diamankan ditempat persembunyiannya, di salah satu bengkel di Kelurahan Rinding di hari itu juga.

“Sudah kami amankan, pada hari itu juga. Dan saat ini sedang dalam pemeriksaan lebih lanjut,” katanya, Rabu (4/01/2023)

Berdasarkan kronologis sebelum terjadinya penikaman itu, korban penikaman, yakni MS singgah di tepian Jalan Ahmad Yani sejak pukul 17.00 Wita. Kemudian malam hari, sekira pukul 24.00 Wita, korban bertemu dengan tersangka.

Dari informasi yang dihimpun, sebelum terjadi penikaman, keduanya sama-sama dalam pengaruh minuman keras. Kemudian, keduanya sempat berinteraksi tanpa ada alasan jelas. Kesalahpahman kemudian terjadi diantara keduanya dan berujung perkelahian.

“Tersangka yang terdesak, kemudian mengambil sajam yang disimpan di motor. Kemudian mendatangi korban dan menikamnya dua kali di dada. Usai menikam pelaku kemudian melarikan diri,” jelasnya.

Korban yang dalam pengaruh miras, juga sempat mengancam akan menikam keluarganya saat pulang ke rumah.

“Karena pengaruh miras, tersangka pulang dalam keadaan emosi, dan juga sempat akan menikam keluarganya karena terlambat membukakan pintu,” katanya.

Disampaikan Shindu juga, saat hendak diamankan, tersangka juga mencoba melawan petugas, sehingga harus dilakukan tindakan terukur dengan melumpuhkan kaki kiri tersangka dengan timah panas.

“Melawan dan mencoba melarikan diri. Jadi anggota terpaksa melimpuhkan tersangka,” jelasnya.

Atas kasus tersebut, tersangka dikenakan Pasal 338 jo Pasal 351 ayat 3 KUHPidana, dengan ancaman pidana penjara 15 tahun. (/)

Bagikan :

Horee….!!!! PPKM Dicabut, Masyarakat Tidak Perlu Izin Satgas COVID untuk Lakukan Kegiatan

NEWSNUSANTARA,TANJUNG REDEB – Terus menurun, akhirnya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di seluruh Indonesia resmi dicabut oleh Presiden Jokowi sejak Jumat 29 Desember 2022 lalu. Bagaimana dengan Berau?.

Bupati Berau Sri Juniarsih usai mengikuti rakor terkait pencabutan PPKM yang dipimpin Kemendagri via zoom, Senin (2/01/2023) mengatakan, pihaknya tetap mengikuti apa yang menjadi kebijakan pemerintah pusat.

“Meskipun PPKM sudah dicabut, tetap harus mengantisipasi penularan COVID-19,” tegasnya.

Pencabutan PPKM sendiri dilakukan dengan berbagai pertimbangan. Diantaranya, situasi pandemik COVID-19 yang sudah terkendali, tingkat imunitas yang tinggi di masyarakat, kesiapan kapasitas kesehatan yang lebin baik, dan pemulihan ekonomi yang berjalan cepat.

Pencabutan itu juga dilandasi tingginya cakupan dan level imunitas masyarakat. Tersedianya intervensi medis seperti, vaksin, obat dan perawatan sebagai pengganti intervensi non medis.

“Tapi kami terus monitoring terhadap kasus yang ada. Dan mendorong percepatan vaksinasi booster. Masyarakat juga tetap menerapkan prokes, karena tidak hanya COVID yang diwaspadai, tapi juga penyakit lainnya,” jelasnya.

Sementara itu, pemerinta pusat juga memberikan arahan khusus kepada Pemkab Berau, untuk tetap memberikan obat-obatan dan vitamin di berbagai fasilitas kesehatan selama masa transisi. Juga, memberikan bantuan sosial (Bansos) harus tetap diberikan untuk menjaga proses pemulihan ekonomi yang telah berjalan cepat.

“Ketersediaan oksigen juga akan dipantau, serta penggunaan masker di Rumah Sakit (RS) tetap berlaku,” katanya.

Sri juga menegaskan, sinergits antara semua pihak tetap ditingkatkan untuk mengatasi pandemik. Demi mewujudkan Berau yang lebih kuat dan sejahtera. Ditegaskannya, status pandemik tetap berlaku hingga menunggu keputusan WHO.

Karenanya, Sri mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan diri .dan keluarga. Bagi yang belum melakukan vaksinasi booster untuk mendapatkan vaksin di fasilitas pelayanan kesehatan terdekat. Disebutnya, capaian booster di Berau sebanyak 47,39 persen. Masih banyak yang perlu dikejar.

“Penggunaan masker dimaksimalkan dan rutin untuk cek kesehatan dengan meningkatkan imunitas tubuh,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Satgas COVID-19 Berau, Thamrin menambahkan, pihaknya akan menindaklanjuti dengan mengeluarkan surat (SE) yang akan disebarkan kepada seluruh kecamatan agar mereka tahu bahwa PPKM sudah tidak ada lagi.

“Sesuai Keppres Nomor 12 tahun/2020 soal keadaan darurat kesehatan pandemik COVID-19 masih ada, maka Satgas COVID-19 juga masih tetap berjalan,” ucapnya.

Masyarakat juga dikatakan Thamrin sudah bebas melakukan kegiatan, tanpa harus meminta surat rekomendasi lagi dari Satgas. Namun, Ditegaskannya, prokes ketat terutama penggunaan masker tetap dilakukan di tempat kerumunan, ruang pertemuan, jika sakit dan kontak erat dengan pasien COVID-19.

“Kecuali izin hiburan perlu meminta surat rekomendasi. Kalau untuk jam masuk sekolah tidak diatur lagi, sudah bisa masuk secara offline. Kalau memang nanti didalam kelas sempit dan banyak muridnya, tetap disarankan memakai masker,” pungkasnya. ()

Bagikan :

Sudah Temukn Tulang, BPBD Berau Tunggu Hasil Identifikasi dari Tim Inafis Polres Berau

Tim pencari temukan belulang pada Minggu (1/01/2023).

NEWSNUSANTARA,TANJUNG REDEB- Tulang belulang yang ditemukan tim pencari pada Minggu (1/01/2023) lalu yang diduga milik bocah korban yang diduga dimangsa buaya pada 29 Desember lalu, sudah sudah diserahkan ke tim Inafis Polres Berau.

Saat ini, BPBD Berau tengah menunggu hasil identifikasi terkait kejelasan tulang tersebut, apakah benar milik korban, atau bukan.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Berau, Nofian Hidayat menyampaikan, tim menemukan tulang belulang itu tidak jauh dari lokaso kejdian. Kemudian pada Senin (2/1/2023) tim pencari berkoordinasi dengan tim Inafis Polres Berau, guna identifikasi lebih lanjut.

“Kami masih menunggu hasil dari identifikasi itu,” katanya, Selasa (3/01/2023).

Adapun tulang yang ditemukan diduga merupakan bagian dari tulang kaki atau tulang lengan. Namun secara eksplisit, pihaknya belum bisa memastikan sebelum keluarnya hasil identifikasi yang dilakukan pihak yang berwenang.

Tim pencari temukan belulang pada Minggu (1/01/2023).

Namun kata Nofian, saat tulng tersebut ditemukan masih memiliki bau anyir yang cukup menyengat. Di sisi lain, tidak jauh dari tulang tersebit terdapat celana yang diduga milik korban.

“Kami menduga tulang itu merupakan muntahan dari buaya yang menyerang korban. Tapi sekali lagi, ini adalah dugaan, sebelum ada hasil identifikasi yang disampaikan dari tim Inafis Polres Berau,” katanya.

Tim pencari tambah dia, akan kembali melakukan pencarian pada Rabu (4/01/2023), di mana pencarian itu akan menentukan apakah, pencarian akan tetap dilanjutkan atau tidak.

“Besok masih pencarian, sekaligus evaluasi. Apakah akan tetap dilanjutkan, atau dihentikan,” pungkasnya. (/)

Tim pencari temukan belulang pada Minggu (1/01/2023).
Bagikan :

Diduga Tabrak Karang, Speedboat Bermuatan 34 Penumpang Tenggelam

Penumpang speedboat tenggelam di perairan Tanjung Batu, Kecamatan Pulau Derawan, saat dievakuasi di Dermaga Tanjung Batu, Kecamatan Pulau Derawan.

NEWSNUSANTARA,TANJUNG REDEB- Speedboat bermuatan 34 penumpang tenggelam di perairan Tanjung Batu, Kecamatan Pulau Derawan, Selasa (3/1). Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, seluruh penumpang selamat dan berhasil dievakuasi ke Dermag Sidayang, Kampung Tanjung Batu.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logostik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau, Nofian Hidayat membenarkan adanya perahu cepat dengan puluhan penumpang didalamnya tenggelam di perairan Tanjung Batu, Kecamatan Pulau Derawan.

Speedboat yang bernama Bang Baron bermesin 200×2 PK yang dimotoris Hubertus Vogen itu, tenggelam pada pukul 13.30 Wita di sekitar Ulingan, Tanjung Batu.

“Penumpang dalam speedboat itu 26 Orang dewasa, dan 8 orang Anak anak. Tidak ada korban jiwa, semua penumpang selamat dan berhasil dievakuasi ke Dermaga Si Dayang Tanjunt Batu,” katanya.

Dikatakan Novian, speedboat itu memuat rombongan wisatawan lokal dari Pulau Derawan menuju Tanjung Redeb. Saat melintasi perairan Tanjung Batu, bagian bawah speedboat diduga menabrak batu karang, sehingga membuat bagian dasar perahu pecah dan mulai kemasukan air.

Namun saat kapal mulai bocor, motoris segera meminta seluruh penumpang menggunakan alat keselamatan yang sudah disiapkan. Tidak itu saja, motoris tersebut juga tetap memberikan arahan untuk untuk tidak panik, agar tidak menimbulkan hal-hal yang membuat penumpang depresi.

Penumpang speedboat tenggelam di perairan Tanjung Batu, Kecamatan Pulau Derawan, saat dievakuasi di Dermaga Tanjung Batu, Kecamatan Pulau Derawan.

“Jadi begitu air mulai masuk, seluruh penumpang diminta siap dengan segala kemungkinan yang bosa terjadi, termasuk tenggelamnya speedboat itu. Alhamdulillah, semua mendengarkan arahan motoris, dan penumpang dalam keadaan selamat semua,” jelasnya.

Diketahuinya adanya insiden itu, kata Nofian, pihaknya mendapatkan informasi pada pukul 14.00 Wita, setelah adanya salah satu penumpang yang memiliki akun Muhammad Andi, melakukan siaran langsung di akun media sosial miliknya. Postingannya itupun kemudian viral, dan segera mendapat respon dari berbagai pihak. Termasuk BPBD Berau, aparat kepolisian sektor Pulau Derawan, TNI, masyarakat setempat, dan pihak terkait lainnya.

“Tim gabungan kemudian turun ke lokasi mengevakuasi seluruh korban dan barang berharga yang bisa diselamatkan. Saat dievakuasi, semua penumpang menggunakan alat keselamatan,” jelasnya.

Nofian juga menyampaikan, dampak dari kecelakaan itu, beberapa penumpangnya mengalami trauma akibat peristiwa tersebut.

“Meskipun semua terlihat sehat dan tidak mengalami luka serius, tapi beberapa diantara mereka ada juga yang shock dengan kejadian itu,” katanya.

Untuk menghindari kejadian serupa terulang lagi, dirinya berharap, lokasi atau jalur berbahaya dapat dipasangi penanda, atau semacamnya. Tujuannya, agar motoris yang melintas dapat mengetahui, bahwa jalur yang dituju berbahaya untuk dilalui.

“Itu perlu kedepannya. Apalagi di sana juga banyak karang, melenceng sedikit dari jalur kapal bisa menabrak karang. Dan itu cukup berbahaya,” terangnya.

Sementara itu, berdasarkan informasi dari pihak kepolisian, usai seluruh penumpang dievakuasi ke Tanjung Batu, tidak lama kemudian, korban dibawa kembali ke Tanjung Batu menggunakan kendaraan roda empat. Tidak ada satupun korban yang dilarikan ke Puskesmas Tanjung Batu. Aparat kepolisian juga melibatkan penyelam, untuk mencoba mengevakuasi speedboat yang tenggelam. (/)

Bagikan :

Tak Terima Ibu Nikah Lagi, Anak Tikam Bapak Tiri Saat Bongkar Sayur

ft ist.ilustrasi penikaman,

NEWSNUSANTARA,TANJUNG REDEB- Seorang pemuda berinisial NA (29) tikam bapak tirinya berinisial BA (55) di Kampung Talisayan, Kecamatan Talisayan, Kamis (29/12/2022) pada pukul 20.45 Wita. BA dinyatakan meninggal dunia saat hendak diberikan perawatan intensif di rumah sakit.

Kasi Humas Polres Berau, Iptu Suradi menjelaskan, dari informasi yang dihimpun dari pemeriksaan tersangka, motif pelaku melakukan penikaman karena tidak suka ibu kandungnya menikah lagi.

“Pelaku dan korban tidak pernah selisih paham sebelumnya, penikaman itu dilakukan hanya karena pelaku tidak suka menikah lagi dengn korban. Korban ini sebenarnya tidak tahu apa-apa,” jelasnya.

Sebelum terjadi penikaman, korban yang berasal dari Sulawesi dan pelapor yang merupakan ibu kandung tersangka NU (45), membawa sayur dan buah-buahan dari Kecamatan Biduk-Biduk untuk diantarkan kepada langganannya di Jalan Soekarno Hatta RT 12 Kampung Talisayan, Kecamat Talisayan.

Setelah sampai di Talisayan, korban bersama pelapor menurunkan sayur dan buah-buahan. Saat itu, ada juga saksi berinisial IC yang juga ikut membongkar sayuran dan buah-buahan dari mobil korban. Namun, tiba-tiba datang tersangka dari arah belakang, langsung menusuk rusuk bagian sebelah kiri korban dengan menggunakan sebilah parang sebanyak 1 kali.

“Korban yang dilarikan ke RSUD tak bisa tertolong, dan meninggal dunia setelah beberapa saat mendapat perawatan medis di RS Pratama Talisayan,” jelasnya.

Sementara dikatakan Suradi, tersangka usai menikam, langsung melarikan diri bersama adiknya berinisial MR menggunakan sepeda motor. Sementara itu, baik istri korban maupun IC, melaporkan insiden itu ke Polsek Talisayan.

Aparat kepolisian yang menerima laporan tersebut, langsung bergerak mengejar tersangka. Kurang lebih 1 jam, aparat kepolisian berhasil mengamankan tersangka dan barang bukti berupa sebilah parang, di Kampung Karangan, Kecamatan Biatan.

“Selanjutnya pelaku dan barang bukti dibawa ke kantor Polsek Talisayan guna diproses lebih lanjut. Tersangka diancam dengan Pasal 340 KUHPidana Sub 338 KUHPidana Jo 351 Ayat 3 KUHPidana,” pungkasnya. (/)

Bagikan :

Lagi, Bocah 11 Tahun Diterkam Buaya Saat Mandi di Kampung Pegat Batumbuk

Lokasi korban diterkam buaya

NEWSNUSANTARA,TANJUNG REDEB- Peristiwa manusia yang diterkam buaya kembali terjadi di Kampung Pegat Betumbuk, Kecamatan Pulau Derawan. Kali ini terjadi pada Kamis (29/12/2022) pukul 07.00 Wita, korbannya bocah berusia 11 tahun.

Kapolres Berau AKBP Shindu Brahmarya mengatakan, saat itu korban bersama rekannya sedang mandi diperairan sekitar pondok tambak tempatnya tinggal. Namun nahas, saat asik mandi tiba-tiba muncul seekor buaya dan menyerang korban.

“Buaya muncul lalu menerkam korban dan membawanya ke sungai,” jelasnya, Jumat (30/12).

Sebenarnya, di sekitar tempat korban diterkam ada salah seorang keluarganya. Hanya, kejadiannya yang begitu cepat, dan buaya yang menerkam langsung membawa korban ke dalam sungai, membuat pihak keluarga yang hendak menolong tidak bisa berbuat banyak.

Warga dan petugas setempat mencari korban yang diduga diterkam buaya

“Tante korban mencoba menyelamatkan korban, namun tidak berhasil dan korban dibawa oleh buaya ke dalam sungai,” jelasnya.

Atas kejadian tersebut, keluarga korban kemudian melaporkannya ke pemerintah Kampung Pegat Batumbuk, dan ke Polsek Pulau Derawan. Berdasarkan informasi terbaru yang disampaikan Kapolsek Pulau Derawan AKP Lubis Ridwan, hingga sore pukul 16.20 Wita, korban belum ditemukan. Dan aparatnya di Polsek Pulau Derawan beserta tim SAR gabungan, juga terus melakukan pencarian.

“Masih proses pencarian,” pungkasnya. (/)

Bagikan :

Penetapan Lokasi RSUD Akhirnya Dilakukan

Foto.Bersama Pejabat SKPD dan terkait ,Kawasan Seluas 10 hektar di lahan Eka Inhuntani, Jalan Sultan Agung,kelurahan SEI Bedungun,Kecamatan Tanjung Redeb.

NEWSNUSANTARA,TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau akhirnya menetapkan kawasan seluas 10 hektare di lahan eks Inhutani Jalan Sultan Agung, Kelurahan Sei Bedungun Kecamatan Tanjung Redeb sebagai lokasi pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Berau, pada 29 Desember 2022.

Penetapan lahan tersebut, dijelaskan Bupati Berau, Sri Juniarsih, merupakan tahap awal sebelum pembangunan rumah sakit baru.

“Dengan penetapan lahan rumah sakit ini, maka pembangunannya akan segera di mulai. InsyaAllah, tahun depan sudah kita mulai pembangunannya,” jelasnya.

Pembangunan RSUD Berau diterangkan Sri, akan dilakukan secara berkala atau bertahap. Tahp pertama dimulai pada 2023, dengan anggaran sebesar Rp 288 miliar, kemudian dilanjutkan pada 2024 dengan anggaran Rp 415 miliar. Terakhir di tahun 2025 dengan alokasi anggaran Rp 180 miliar.

Adapun untuk penyelesaian pembayaran ganti rugi terhadap tanam tumbuh milik masyarakat terdampak sekitar pembangunan, Pemkab Berau kata Sri, sudah menyiapkan anggaran Rp 6,9 miliar. Hanya untuk tahun 2022 ini, Pemkab melalui BPKAD Berau, baru merealisasikan pembayaran sebesar Rp 4 miliar untuk 60 kepala keluarga.

“Tahun 2023 mendatang, akan kami anggarkan sekira Rp 2,9 miliar lagi,” tuturnya.

 Bupati Berau Sri memberikan sambutan dilokasi Eka Inhutani  yang akan dibangun rumah sakit

Dikatakannya, realisasi pembangunan RSUD baru, merupakan saah satu dari 18 program prioritas yang akan tengah diwujudkan. Terutama dalam meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Bumi Batiwakkal.

Pembangunan RSUD dapat terlaksana berkat dukungan semua pihak baik antara eksekutif dan legislatif dilingkungan Pemkab Berau, juga antara Pemkab Berau demhn Pemprov Kaltim. Serta mendapat dukungn penuh dari masyarakat Berau.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau, Taupan Madjid mengatakan, pada awal Januari akan dilakukan lelang pembangunan fisik tahap pertama. Pada saat yang bersamaan, proses Analisis Mengenai Dampak lingkungan (AMDAL) juga akan berlangsung dan ditargetkan selesai terlebih dahulu. Ia menambahkan, elevasi kawasan rumah sakit dari badan jalan pada awalnya berada diatas ketinggian 15 meter, namun akan dilakukan pemangkasan setengahnya menjadi tujuh meter.

“Sehingga tidak terlalu menanjak, namun tetap mengikuti kontur kawasan yang ada,” ucap Taupan.

Disinggung mengenai alat kesehatan (Alkes), Taupan menegaskan itu merupakan kewenangan dari Kementrian Kesehatan (Kemenkes) melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk Berau. “Dari DPUPR hanya fokus terhadap pembangunan fisik,” pungkasnya. (Mk)

Bagikan :