NEWSNUSANTARA,TANJUNG REDEB –Dinas Perikanan Kabupaten Berau terus mendorong masyarakat untuk mengembangkan budidaya ikan air tawar di berbagai wilayah, termasuk daerah pesisir. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat potensi perikanan lokal sebagai sumber penghidupan dan ekonomi masyarakat.
Sekretaris Dinas Perikanan Berau, Yunda Zuliarsih, menjelaskan bahwa sesuai dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014, kewenangan pemerintah kabupaten memang hanya mencakup budidaya air tawar.

“Kalau budidayanya dilakukan di darat, itu masuk kategori air tawar. Misalnya di Kecamatan pesisir, mereka tetap bisa mengembangkan budidaya asal dilakukan di darat,” jelasnya.
Menurut Yunda, kegiatan budidaya air tawar dapat dilakukan di sungai, rawa, atau kolam daratan, baik menggunakan kolam tanah, kolam terpal, maupun keramba. Sementara untuk kegiatan di laut atau tambak pesisir seperti di Maratua, itu sudah termasuk dalam kategori budidaya laut atau keramba apung.
“Sekarang kami lagi gencar mengembangkan budidaya air tawar di berbagai kecamatan. Potensi ini besar jika dikelola dengan baik,” tambahnya.
Saat ini, Dinas Perikanan juga sedang menggelar pelatihan budidaya air tawar di Kampung Talisayan dan Batu Putih, yang berlangsung hingga 14 November 2025. Pelatihan tersebut diikuti oleh masyarakat setempat yang tertarik mengembangkan usaha perikanan di wilayahnya.
Adapun jenis ikan yang banyak dibudidayakan di Berau saat ini antara lain ikan nila, emas, patin, gurame, dan lele.
“Meski masih ada beberapa tantangan, kami tetap optimistis budidaya air tawar di Berau akan terus berkembang dan menjadi penopang ekonomi masyarakat,” tutup Yunda.Reporter:Akmal





