Tak Ingin Agenda Bertabrakan, DPRD Berau Minta Kalender Event Disusun

Selasa, 24 Maret 2026 10:27 WITA
Anggota Komisi II DPRD Berau, Gideon Andris

NEWSNUSANTARA BERAU- Gagasan penyusunan kalender kegiatan kampung secara terpadu kembali disuarakan Anggota Komisi II DPRD Berau, Gideon Andris.

Ia menilai, hingga saat ini berbagai agenda di tingkat kampung masih berjalan tanpa koordinasi waktu yang baik, sehingga kerap terjadi tumpang tindih pelaksanaan.

Menurut Gideon, perayaan hari jadi kampung, festival adat, hingga kegiatan budaya lainnya sering digelar hampir bersamaan di sejumlah wilayah. Kondisi ini dinilai membuat potensi kunjungan wisatawan belum dimanfaatkan secara maksimal.

Anggota Komisi II DPRD Berau, Gideon Andris

“Penjadwalan kegiatan kampung selama ini belum tertata. Banyak agenda berlangsung di waktu yang sama, sehingga wisatawan tidak bisa menjangkau semuanya,” ucapnya.

Baca Juga  Ibu-ibu Rumah Tangga di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, Berbondong-bondong Melapor ke Polsek Tanjung Redeb Terkait Penipuan Arisan Online

Ia berpandangan, jika seluruh kegiatan tersebut dihimpun dalam satu kalender tahunan yang terintegrasi, maka akan tercipta pola wisata yang lebih terarah. Selain memudahkan promosi, wisatawan juga dapat merencanakan kunjungan dengan lebih baik.

“Kalender kegiatan akan membantu wisatawan menentukan waktu berkunjung. Mereka bisa memilih agenda mana yang ingin diikuti tanpa harus khawatir bentrok jadwal,” jelasnya.

Lebih lanjut, Gideon menekankan bahwa Kabupaten Berau memiliki kekayaan potensi wisata kampung yang cukup besar. Tidak hanya budaya, tetapi juga keindahan alam seperti sungai, wilayah pesisir, hingga pantai yang dapat menjadi daya tarik tambahan.

Namun demikian, ia menilai potensi tersebut belum tergarap optimal karena belum adanya pengaturan waktu kegiatan yang sistematis. Padahal, jika disusun secara berurutan, agenda kampung bisa menjadi rangkaian wisata yang saling terhubung.

Baca Juga  Masyarakat Kampung Tasuk Gelar Aksi Damai Tuntut Penghentian Aktivitas Tambang PT Berau Coal

“Bayangkan jika setiap kampung menggelar kegiatan secara bergiliran. Wisatawan bisa mengikuti beberapa festival sekaligus dalam satu perjalanan,” katanya.

Selain sektor pariwisata, ia juga menyoroti dampak ekonomi dari kegiatan kampung, terutama bagi pelaku UMKM. Berbagai produk lokal, mulai dari kuliner hingga kerajinan tangan, biasanya turut meramaikan setiap acara.

“Setiap kegiatan kampung pasti melibatkan masyarakat, termasuk pelaku UMKM. Ini peluang besar untuk meningkatkan pendapatan warga,” ujarnya.

Ia menambahkan, kehadiran wisatawan dalam setiap agenda kampung dapat memberikan efek langsung terhadap perputaran ekonomi lokal. Oleh karena itu, menurutnya, pengelolaan kegiatan perlu dilakukan secara lebih serius.

Baca Juga  Delapan Paket Sabu Diamankan, Polres Berau Ringkus Pelaku di Teluk Bayur

“Kalau dikelola dengan baik, kegiatan kampung bisa menjadi penggerak ekonomi yang nyata,” imbuhnya.

Gideon pun berharap Pemerintah Kabupaten Berau segera melakukan pendataan seluruh agenda kampung, lalu menyusunnya dalam kalender terpusat yang mudah diakses publik, baik melalui media cetak maupun digital.

“Harapannya, orang yang ingin datang ke Berau sudah tahu jadwal kegiatan yang ada. Jadi mereka tidak hanya menikmati alamnya, tetapi juga bisa merasakan budaya kampung secara langsung,” pungkasnya.

Reporter: Marta Tongsay | Editor: Hendra

Bagikan:
Berita Terkait