Atasi Persoalan Sampah Bandung, Kemnaker Gelar Green Jobs Class

Selasa, 17 Februari 2026 11:13 WITA

NEWS NUSANTARA, Kota Bandung – Kota Bandung menghasilkan sekitar 1.500 ton sampah per hari, dengan 44,51 persen di antaranya merupakan sampah organik seperti sisa makanan dan dedaunan. Dominasi sampah organik tersebut menjadi tantangan tersendiri karena penanganan yang belum optimal dapat menyebabkan penumpukan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) serta berdampak pada lingkungan.

Baca Juga  Dewan Minta Peningkatan Kuantitas Program Beasiswa Berau Cerdas

Merespons kondisi tersebut, Kementerian Ketenagakerjaan melalui Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bandung berkolaborasi dengan Yaksa Pelestari Bumi Berkelanjutan, Green Future Guardian Chapter, dan Inovasi Muda menggelar program Green Jobs Class Chapter Bandung pada Sabtu (14/2/2026) di BBPVP Bandung.

Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Afriansyah Noor yang hadir dalam kegiatan tersebut mengatakan bahwa program ini dirancang sebagai edukasi sekaligus praktik pengolahan sampah organik guna meningkatkan kesadaran, keterampilan, serta mendorong solusi pengolahan sampah.

Baca Juga  Dinilai Responsif dan Profesional, Unit PPA Polres Berau Raih Apresiasi TRCPPA Indonesia
Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Afriansyah Noor

“Melalui pengelolaan sampah yang baik, beban TPA dapat dikurangi, dampak lingk ungan dapat ditekan, serta dihasilkan kompos yang memiliki nilai guna. Inilah contoh bagaimana persoalan lingkungan dapat diubah menjadi peluang kerja yang produktif,” ujar Wamenaker.

Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta yang terdiri dari mahasiswa serta komunitas Gorong-gorong Bersih (GOBER) dan Gerakan Olah Sampah (GASLAH). Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan mampu menerapkan praktik pengelolaan sampah di lingkungan masing-masing serta berkontribusi dalam pengembangan green jobs di tingkat komunitas.

Baca Juga  Bupati Berau Melalui Disdukcapil Serahkan KTP Kepada Korban Kebakaran

Biro Humas Kemnaker

Bagikan:
Berita Terkait