Ansor dan Banser Gelar Wayang Kebangsaan

LESTARIKAN BUDAYA: Pertunjukan wayang kulit dalam acara penutupan apel 10 ribu kader Ansor dan Banser.

NEWSNUSANTARA.COM – MALANG – Dalang Ki Ardhi Poerboantono bersama 10 ribu kader Ansor dan Banser menggelar pertunjukkan kesenian tradisional Wayang Kebangsaan dalam rangka penutupan apel 10 ribu kader Ansor dan Banser Kabupaten Malang.Ki Ardhi Poerboantono menjelaskan, pagelaran wayang dilaksanakan pada hari Minggu (22/02/2023) kemarin. “Pertunjukan yang bertemakan Kebangsaan adalah sebagai bentuk khidmat para seniman tradisional, khususnya di wilayah Kabupaten Malang. Diwakili Sanggar Santri Sapu Jagad Nahdlatul Saqofa Nusantara,” ujar Ki Ardhi.

Lebih lanjut dia mengatakan, sanggar maupun padepokan tersebut yang dibinanya secara langsung. Dalam pagelaran wayang kebangsaan menyampaikan beberapa pesan.”Kami mengajak teman-teman seniman budaya tradisional di Kabupaten Malang, bahwa para Wali Songo dan Wali Nusantara yang membawa Islam ke Indonesia. Apalah dayanya kita akan mengenal Islam,” kata Ki Ardhi.Menurutnya, menghargai para pendahulu dalam hal ini Wali Songo sudah sepatutnya dilakukan. “Kita bahasannya kepotangan budi (nerhutang budi) kepada Wali Songo,” tambahnya.Di jelaskan lagi, Wali Songo merupakan penyambung Islam ke leluhur. “Seni budaya di era Wali Songo yang ada sekarang ini masih berkembang, wayang, jaran kepang, tari topeng dan sebagainya, itu adalah salah satu bentuk dakwah,” imbuhnya.”Artinya, penyampaian cara Wali dengan menggunakan media seni, kesenian dan kebudayaan, sampai ke hati masyarakat di Bumi Nusantara,” imbuhnyaKata Ki Ardhi Poerboantono berpesan kepada warga di era digital ini kemasyhuran para Wali sudah terbukti. “Diantaranya, Sunan Kali Jogo, Sunan Bonang dan Sunan Ampel yang meninggalkan tradisi-tradisi Wali Songo,” ujarnya. Maka dari itu Ki Ardhi Poerboantono mengatakan, bahwa kesenian dan kebudayaan tradisional termasuk Wayang Kebangsaan patut dijaga keberadaannya. “Salah satunya dengan ditampilkan di penutupan Alapel 10 Ribu kader Ansor dan Banser Kabupaten Malang”, tutupnya. (Hmz).

Bagikan :

Bupati Sri Juniarsih Hadiri Buritkang Berbagi

NEWSNUSANTARA.COM,Bupati Berau Hj. Sri Juniarsih Mas menghadiri acara Buritkang Berbagi di Batalyon Artileri Medan (YonArmed) 18/K Buritkang Labanan pada Sabtu (22/1/2023).

Acara yang digelar dalam rangka memeriahkan hari ulang tahun Batalyon Artileri Medan 18 Komposit/Buritkang ini juga dihadiri oleh Dandim 0902/Berau Letkol Infanteri Dony Fatra, Wakapolres Berau, yang mewakili Kajari Berau serta instansi pemerintahan dan swasta.

Danyon Armed 18 Komposti/Buritkang Letkol Armed Chairul Cahyadi, SE. mengatakan bahwa kegiatan Buritkang Berbagi ini merupakan keinginan dari jajarannya untuk berbagi kebahagiaan dengan masyarakat yang tinggal di sekitar batalyon.

Melalui kegiatan ini diharapkan terjalin silaturahmi dan hubungan yang harmonis dengan masyarakat sekitar.

Bupati Sri Juniarsih dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Danyon Armed beserta jajarannya karena atas kepeduliannya menyampaikan paket bantuan kepada masyarakat sekitar.

Kegiatan ini dapat meningkatkan jalinan persaudaraan yang semakin erat dengan masyarakat, serta merupakan bentuk kepedulian TNI Angkatan Darat di daerah ini terhadap lingkungan sosial di sekitarnya.

Bupati dalam kesempatan ini menyapa dan beramah tamah dengan masyarakat sekitar yang hadir pada acara ini. Selain itu juga memberikan nama “Labanan Indah” kepada salah satu area ngopi bagi prajurit dan tamu dengan konsep outdoor. Area ini merupakan tempat untuk beristirahat bagi prajurit serta untuk menjamu para tamu yang berkunjung ke Markas Yan Armed 18 Komposit/Buritkang yang berada di Kampung Labanan ini. (AS/Prokopim)

Bagikan :

Persidangan Gugatan Wanprestasi PT. SKJ kepada Koperasi Da’uyun Tanjung Batu Berlanjut

Sidang Koperasi Da’uyun Tanjung Batu dengan PT. Sentosa Kalimantan Jaya (SKJ) berlanjut pada, Kamis (19/1/2023) di Pengadilan Tanjung Redeb.

NEWSNUSANTARA.COM,TANJUNG REDEB – Sidang mengenai sengketa perjanjian bagi hasil sawit antara Koperasi Da’uyun Tanjung Batu dengan PT. Sentosa Kalimantan Jaya (SKJ) berlanjut pada, Kamis (19/1/2023) di Pengadilan Tanjung Redeb.

Sidang perdata dugaan wanprestasi atau kelalaian dalam pemenuhan janji tersebut, berlangsung pada pukul 11.30 sampai 12.55 Wita di ruang kartika dengan agenda pemeriksaan ahli dari penggugat.

Kuasa Hukum Koperasi Da’uyun Tanjung Batu Syahrudin menyatakan, bahwa ahli hukum perdata dihadirkan dalam persidangan untuk menganalisa sah atau tidaknya perjanjian addendum kerja sama tentang besaran pembagian hasil dari tandan buah segar kelapa sawit yang dilaksanakan beberapa waktu lalu.

Kata Syahdurin, dari hasil pemeriksaan ahli nantinya bisa menentukan apakah perjanjian tersebut boleh atau tidaknya batal demi hukum atau boleh dibatalkan apabila ada ingkar janji dari salah satu pihak.

“Jadi intinya tadi hanya sebatas membahas tentang sah atau tidaknya perjanjian, kemudian wujud dari wanprestasi itu sendiri dan hak kewajiban,” katanya saat ditemui usai sidang.

Melihat dari fakta persidangan, Syahrudin menilai jika ahli yang dihadirkan seakan terkesan menutup-tutupi, pasalnya pada awalnya ahli menjelaskan tidak punya kompetensi mengeluarkan pendapat mengenai tentang aturan koperasi. Hanya saja, saat pihak penggungat dan tergugat mempertanyakan soal koperasi namun bisa dijawab oleh ahli yang dihadirkan tersebut.

“Akhirnya kan muncul pertanyaan dari pihak majelis, sementara itu saja yang bisa kami sampaikan namun untuk menyimpulkannya kami belum bisa,” tambahnya.

Sebagaimana tuntutan, Syahrudin menjelaskan, addendum yang merupakan satu perjanjian yang telah dari awal disepakati telah dirubah secara sepihak.

Sebagaimana sistem koperasi yang merujuk kepada sistem kepemimpinan yang melibatkan para pihak yang berkepentingan dalam mengeluarkan keputusan atau kebijakan melalui mekanisme yang di tempuh (kolektif kolegial) maka semestianya perubahan addendum dilaksanakan secara bersama-sama.

“Nah, addendum ini tidak melalui rapat anggota terlebih dahulu itulah awal mulanya pengurus baru merasa keberatan, yang wanprestasi katanya koperasi tapi pada faktanya sebenarnya perusahaan lah yang wanprestasi,” tandasnya.

Sementara itu, Kuasa Hukum PT. SKJ Rudi H. Pasaribu menjelaskan, pada prinsipnya gugatan diajukan berawal dari adanya perjanjian dan adenddum yang dibuat pada 15 Agustus 2020 lalu. Melalui persidangan tersebut, pihak perusahaan berupaya untuk membuktikan siapa yang telah melakukan tindakan wanprestasi.

Ada beberapa hal yang telah diupayakan untuk proses pembuktian. Diantaranya, PT. SKJ sebagai penggugat meminta dokumen pengajuan kredit pada bank namun sampai saat ini belum diserahkan oleh pihak koperasi.

Selanjutnya, bentuk wanprestasi yang paling nyata yakni, pada bulan Juli hingga Agustus 2022 terjadi vakum pengelolaan kepengurusan sawit oleh pihak koperasi. Sehingga dalam hal ini, pihak perusahaan merasa dirugikan.

“Itu yang kita anggap menjadi bentuk wanprestasi kepada PT. SKJ,” katanya.

Melalui persidangan juga, beberapa keterangan saksi sudah diberikan oleh PT. SKJ. Mulai dari fakta yang menyatakan bahwa kesepakatan bersama telah ditandatangani, selanjutnya pelaksanaan adenddum tersebut sudah berlangsung selama tiga kali.

“Namun pada adenddum selanjutnya, mereka (Koperasi Da’uyun) tidak mau menerima adenddum tersebut, namun Tergugat tidak pernah memohon pembatalan addendum tersebut ke Pengadilan, sehingga upaya somasi pernah dilakukan namun tetap tidak dilaksanakan juga,” tambahnya.

“Dari keterangan ahli juga sudah jelas jika wanprestasi itu apabila ketika tidak melakukan prestasinya, melakukan prestasi namun tidak sepenuhnya, apa yang telah menjadi unsur-unsur wanprestasi itu telah kami sampaikan dan buktikan,” tandasnya.

Bagikan :

Pembangunan RS TK III Brawijaya Ditarget Selesai Juni Mendatang, Pangdam V/Brawijaya Ingatkan Pengembang Soal Timeline dan Kualitas

Brawijaya Mayjen TNI Farid Makruf, peletakan batu pertama Pengembangan Fasilitas Rumah Sakit Tingkat III/Brawijaya di Jalan Kesatrian No.9, Sawunggaling, Kecamatan Wonokromo Surabaya, Jumat, (13/1/2023)

NEWSNUSANTARA.COM,Surabaya,- Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Farid Makruf, M.A., melaksanakan peletakan batu pertama Pengembangan Fasilitas Rumah Sakit Tingkat III/Brawijaya di Jalan Kesatrian No.9, Sawunggaling, Kecamatan Wonokromo Surabaya, Jumat, (13/1/2023). Rencananya, pembangunan RS Tingkat III Brawijaya akan ditargetkan selesai pada Juni 2023 dan diresmikan langsung oleh presiden RI, Joko Widodo.

Pengembangan Fasilitas Rumah Sakit Tingkat III/Brawijaya di Jalan Kesatrian No.9, Sawunggaling, Kecamatan Wonokromo Surabaya, Jumat, (13/1/2023)

Dalam kegiatan tersebut, Pangdam V/Brawijaya didampingi PJU Kodam V/Brawijaya, Karumkit Tingkat III Brawijaya,  dan dihadiri pemenang tender Pengembangan RS Tingkat III Brawijaya.

Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Farid Makruf mengapresiasi atas inisiasi dan inovasi Kepala Rumah Sakit dalam mengembangkan fasilitas pelayanan dan kesehatan di lingkungan Kodam V/Brawijaya. Hal itu dilakukan untuk kesejahteraan prajurit dalam mendapatkan pelayanan kesehatan maupun pengobatan di RS Brawijaya.

Brawijaya Mayjen TNI Farid Makruf, peletakan batu pertama Pengembangan Fasilitas Rumah Sakit Tingkat III/Brawijaya di Jalan Kesatrian No.9, Sawunggaling, Kecamatan Wonokromo Surabaya, Jumat, (13/1/2023)

“Saya berterima kasih kepada Karumkit karena sudah berani untuk berinovasi dalam mengembangkan layanan kesehatan rumah sakit Kodam V/Brawijaya,” ujar  Mayjen TNI Farid Makruf.

Rencananya, RS tingkat III Brawijaya akan dibangun diatas lahan seluas 1.600 meter persegi dengan ketinggian tiga lantai. Pembangunan yang representatif tersebut ditargetkan selesai dalam kurun waktu 5 bulan kedepan.

“Saya mengingatkan kepada pengembang, untuk memperhatikan kualitas bangunannya. Karena bangunan RS ini besar, timeline-nya juga terbatas, saya tidak ingin bangunan ini dibangun dengan asal-asalan dan tidak bisa dipertanggungjawabkan,” tegas Pangdam V/Brawijaya.

Mayjen TNI Farid Makruf membuka ruang selebar-lebarnya kepada para pengembang untuk melakukan konsultasi terkait pembangunan RS tingkat III Brawijaya. Dengan harapan pembangunan RS ini dapat berjalan dengan baik. Baik dari aspek kualitas bangunan, maupun target penyelesaian pembangunan.

“Pengembang harus bekerja dengan baik dan benar. Saya sebagai penanggungjawab sekaligus pengawas yang memiliki lahan disini, hanya ingin memperjuangkan nasib prajurit saya. Supaya RS ini bisa melayani prajurit, long lasting service. Ini bagian dari tanggungjawab kita bersama,” pesan Pangdam V/Brawijaya.(*/)

 

Bagikan :

Sidang Lanjutan Wanprestasi (Ingkar janji) Antara PR SKJ da Koperasi Da’uyun. Kuasa Hukum Koperasi sebut Adendum 2020 sepihak, Sementara Pihak PT SKJ Sebut Salah Persepsi

Jalannya sidang Lanjutan Wanprestasi (Ingkar janji) Antara PR SKJ da Koperasi Da’uyun, Kamis (12/01/2023)

NEWSNUSANTARA.COM,TANJUNG REDEB- Lanjutan sidang perdata wanprestasi (ingkar janji) antara PT Sentosa Kalimantan Jaya (SKJ) selaku penggugat dan Koperasi Da’uyun selaku tergugat di Pengadilan Negeri Tanjung Redeb kembali digelar, Kamis (12/01/2023). Dalam sidang kali ini, penggugat menghadirkan 4 saksi.

Sidang dimulai sejak pukul 13.30 Wita dan berakhir pada pukul 16.20 Wita. Masing-masing saksi memberikan keterangan sesuai berdasarkan apa yang diketahui. Sidang berjalan cukup tertib dan lancar.

Usai Sidang, Kuasa Hukum dari Koperasi Da’uyun, Syahruddin menilai, dalam sidang kali ini penyampaian beberapa saksi kian memperjelas persoalan yang terjadi. Di mana, adendum dibuat sepihak tanpa melalui rapat anggota, dan hanya melibatkan pengurus inti saja.

Untuk diketahui, dalam surat perjanjian kerja sama (SPK) antara Koperasi Da’uyun dan PR SKJ pada 2013 di poin 9.1.2 tentang besaran pembagian tandan buah segar, disebutkan 25 persen keuntungan penjualan buah bersih untuk pihak koperasi selaku pihak pertama dan 75 persen untuk PT SKJ selaku pihak kedua. Kemudian, pada 2020 lalu terbit adendum, di mana terjadi perubahan metode pembayaran oleh PT SKJ.

Dalam adendum itu, di poin 9.1.2 huruf b, sampai seluruh kewajiban pihak pertama lunas, penerimaan pihak pertama adalah sisa dari hasil penjualan bersih TBS setelah dikurangi oleh pembayaran kewajiban-kewajiban pihak pertama yang diprioritaskan. Dengan jaminan minimum total penerimaan setiap tahun sebesar Rp 1.200.200 per hektar.

“Diadendum 2020 itu, hanya disebutkan koperasi hanya menerima minimal 1.200.000 per hektar. Di sana tidak disebutkan untuk pengelola itu berapa. Inilah yang menurut kami yang diuntungkan hanya sepihak,” katanya.

Sementara dari pemeriksaan saksi-saksi ini kata Syanrudin, telah terungkap bahwa munculnya adendum 2020 itu yang menjdi biang sengketa masalah antara Da’uyun dan SKJ.

Apalagi, difakta persidangn tadi, saksi dari penggugat ada menyampaikan bahwa adendum dibuat dan ditandatangani oleh pengurus dilakukan di rumahnya masing-masing. Kemudian semua saksi menjelaskan, adendum 2020 ini, dibuat hanya bersama pengurus koperasi. Meskipun sifatnya kolektif kolegial, tapi keputusan tertinggi ada pada anggota.

“Karena pengurus ini adalah pelaksana. Kemudian untuk kerugian pihak perusahaan selama plasma itu situtup, juga terungkap dipersidangan bahwa, yang menghitung hanya dari internal perusahaan bukan tim dari independen. Makanya bagi kami ini agak aneh,” katanya.

Sementara itu, Legal Officer PT SKJ, Lukmansyah menjelaskan, pada dasarnya, PT. SKJ sebagai Penggugat telah membuktikan gugatan wanprestasi yang dilakukan Koperasi Da’uyun, bahwa, pengelola lahan dari pembukaan kebun sampai menghasilkan sekarang, diserahkan kepada Penggugat.

Bahkan, untuk dokumen-dokumen anggota pengurus untuk pengajuan anggunan kredit ke bank sampai sekarang belum diserahkan tergugat, demikian juga adendum yang dibuat para pihak, telah terlaksana selama 3 kali sesuai dengan keterangan saksi Penggugat. Kemudian dari pihak tergugat, telah melakukan penutupan operasional kebun plasma yang dimitrakan kepada PT. SKJ selama 46 hari.

“Sehingga menimbulkan kerugian yang sangat besar yang dialami PT. SKJ. sehingga dapat dibuktikan wanprestasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1238 dan 1243 KUHPerdata,” katanya usai persidangan.

Kemudian ada salah penafsiran terkait adendum oleh pihak pengurus koperasi. Diterangkannya, adendum tersebut dibuat bukan untuk mengurangi pembagian yang selama ini ditafsirkan Koperasi Da’uyun. Tapi, SKJ hanya merubah metode pembayaran untuk mengurangi hutang dari koperasi.

“Jadiadendum tersebut dibuat bukan untuk mengurangi pembagian yang selama ini ditafsirkan Koperasi Da’uyun. Tapi, SKJ hanya merubah metode pembayaran untuk mengurangi hutang dari koperasi kepada PT SKJ,” pungkasnya. (/)

Jalannya sidang Lanjutan Wanprestasi (Ingkar janji) Antara PR SKJ da Koperasi Da’uyun, Kamis (12/01/2023)

 

Bagikan :

Prajurit-Prajurit Berprestasi dari Utara Kalimantan Batas Republik Indonesia Brigade Infanteri 24/BC Kodam VI/Mlw

RAIH JUARA: Para prajurit Kodam VI Mulawarman yang meraih prestasi dalam Jang Porprov Kaltara.

NEWSNUSANTARA.COM BALIKPAPAN- Tidak ada prajurit yang hebat, karena prajurit yang terlatih adalah prajurit yang tangguh. Itulah salah satu slogan yang banyak memotivasi prajurit TNI, khususnya prajurit TNI AD. Seperti yang telah dilakukan prajurit Kodam VI/Mlw yaitu prajurit jajaran Brigif 24/BC yang telah menempa dan ditempa selama berdinas di ujung utara perbatasan Republik Indonesia dan Malaysia di Kalimantan Utara, (5/01/23).

Prajurit yang berdinas di satuan tempur perbatasan RI-MLY ini terus di asah kemampuannya hingga dapat membantu mengharumkan satuannya dan mengenalkan dirinya di ajang bergengsi baik di tingkat Provinsi maupun di tingkat tertinggi Angkatan Darat.

Beberapa prajurit ini tumbuh dan berkembang menjadi seorang atlet yang benar-benar dapat bersaing sesuai kemampuannya masing-masing dengan raihan prestasi yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Berikut daftar para prajurit yang memiliki prestasi yang berdinas di perbatasan RI-MLY Kalimantan Utara.

Prajurit yang berdinas di satuan Datasemen Markas Brigif 24/BC yaitu Prada Bayu Permana yang memperoleh medali perak dalam ajang Porprov Kaltara 2022 pada pertandingan Taekwondo kelas 63 Kg dan Prada M. Trisula yang juga memperoleh medali perunggu di ajang yang sama pada pertandingan Taekwondo kelas 80 Kg.

Kemudian 9 prajurit yang berdinas di satuan tempur Yonif Raider 613/Raja Alam salah satunya yaitu Sertu Dwi Rangga Putra yang memperoleh 3 medali emas di ajang Porprov Kaltara kategori Judo Kelas 66 Kg, Judo Kelas Bebas 77 Kg dan Judo Beregu Putra.

RAIH JUARA: Para prajurit Kodam VI Mulawarman yang meraih prestasi dalam Jang Porprov Kaltara.

Lalu prajurit Yonif 614/Raja Pandhita yang memiliki banyak prajurit bertalenta dan berprestasi. Satuan ini memiliki 12 atlet yang menyumbangkan 5 medali emas, 2 medali perak dan 5 medali perunggu di ajang Pekan Olahraga Provinsi Kalimantan Utara beberapa waktu yang lalu. (*/nyo/sar)

Bagikan :

Polda Kaltim Gelar Press Release Pengungkapan 1,508 Kg Sabu

PENANGKAPAN: Kabid Humas bersama Dir Resnarkoba dan Wadir Resnarkoba menjelaskan penangkapan jaringan narkoba dengan barang bukti 1,508 kg sabu-sabu.

NEWSNUSANTARA.COM BALIKPAPAN- Polda Kaltim menggelar press release atas keberhasilan Dit Resnarkoba Polda Kaltim mengungkap peredaran narkotika jenis sabu sejumlah 1.508 gram atau 1,508 Kg, Selasa (10/01/2023).

Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Yusuf Sutejo didampingi Dir Resnarkoba dan Wadir Resnarkoba , memimpin secara langsung kegiatan press release tersebut.

Dua orang pelaku penyalahgunaan berhasil diamankan di Jalan Gotong Royong, Kecamatan Palaran, Kota Samarinda, Kalimantan Timur pada Sabtu(07/01/2023) lalu.

“Pelaku diketahui berinisial AT(27) dan BF(43), Jalan Gotong Royong, Kecamatan Palaran, Kota Samarinda, ” ujar Kombes Pol Yusuf.

Awalnya petugas mendapatkan informasi bahwa sering terjadi peredaran narkoba di daerah Jalan Gotong Royong, Kecamatan Palaran, Kota Samarinda. Kemudian petugas melakukan penyelidikan dan dilakukan penangkapan terhadap pelaku sekitar pukul 22.00 Wita.

seberat 1.508 gram dipamerkan di hadapan awak media guna pres rilease 

“Pada saat dilakukan penggeledahan, petugas menemukan ransel berisi 1 bungkus biskuit cina yang berisi plastik bening besar seberat 1.508 gram

serta sebuah handphone merek Samsung A7 ”, ujar Yusuf Sutejo.

“Untuk saat ini pelaku dan barang bukti sudah diamankan oleh Dit Resnarkoba Polda Kaltim untuk proses hukum lebih lanjut,” jelas Kabid Humas. (*/nyo/sar)

Bagikan :

Ditresnarkoba Polda Kaltim Gagalkan Peredaran Sabu Seberat 1,509 Kg

SINDIKAT SABU: Dua pelaku kejahatan jaringan narkoba ditangkap polisi bersama barang bukti sabU-sabu seberat 1 kg lebih.

NEWSNUSANTARA. COM, SAMARINDA – Dua orang pelaku penyalahgunaan narkoba jenis sabu-sabu berhasil ditangkap polisi di Jalan Gotong Royong, Kecamatan Palaran, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Sabtu (07/01/2023).

“Pelaku diketahui berinisial AT (27) dan BF (43) warga Jalan Gotong Royong, Kecamatan Palaran, Kota Samarinda, ” ujar Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Yusuf Sutejo.

Awalnya petugas mendapatkan informasi bahwa sering terjadi peredaran narkoba di daerah Jalan Gotong Royong, Kecamatan Palaran, Kota Samarinda. Kemudian petugas melakukan penyelidikan dan dilakukan penangkapan terhadap pelaku sekitar pukul 22.00 Wita.

SINDIKAT SABU: Dua pelaku kejahatan jaringan narkoba ditangkap polisi bersama barang bukti sabU-sabu seberat 1 kg lebih.

Pada saat dilakukan penggeledahan, petugas menemukan ransel berisi 1 bungkus biskuit cina yang berisi plastik bening besar seberat 1.509 gram atau 1,508 Kg serta sebuah handphone merek Samsung A7.

“Saat ini pelaku dan barang bukti sudah diamankan oleh Ditresnarkoba Polda Kaltim untuk proses hukum lebih lanjut,” jelas Kabid Humas. (*/nyo/sar)

Bagikan :

Mayat Tanpa Busana di Kebun Tebu Gemparkan Warga

DISELIDIKI: Mayat yang ditemukan di tengah ladang tebu masih diselidiki polisi.

NUWSNUSANTARA.COM – MALANG – Ketika sedang bekerja di ladang tebu, Slamet dan para pekerja lainnya menemukan mayat tanpa busana yang tergeletak di tengah ladang tebu yang berlokasi di Desa Sukoraharjo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Kamis (5/1/2023) kemarin.

Hingga kini polisi yang menangani kasusnya, masih belum mengetahui penyebab maupun identitas mayat yang sudah mulai menjadi tengkorak tersebut.

Mayat tersebut ditemukan pertama kali dalam kondisi telungkup di tengah ladang tebu. Kondisi mayat sebagian besar sudah menjadi tengkorak, namun bagian badan dan kakinya masih terdapat beberapa bagian tulang yang terbungkus kulit yang telah mengering.

Jajaran kepolisian yang mendapat laporan langsung menuju ke lokasi kejadian. Petugas memasang garis polisi di sekitar area penemuan mayat. Beberapa jam kemudian, petugas gabungan dari Tagana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, hingga anggota kepolisian mengevakuasi mayat tersebut menggunakan kantong untuk dibawa ke kamar mayat menggunakan mobil ambulan.

Slamet Mulyadi yang melaporkan pertama kali kejadian penemuan mayat ini, mengaku mendapat informasi adanya mayat manusia dari temannya yang juga menjadi buruh harian di ladang tebu.

Slamet menceritakam, kondisi mayat badannya telentang, kakinya telungkup. Tapi tanpa sehelai pakaian.

Yang menemukan pertama kali seorang ibu-ibu yang sedang membersihkan kebun tebu (roges) sekitar jam 11.30 WIB. “Iu yang tidak mau di sebutkan namanya tersebut langsung lari menghampiri Slamet untuk melihat kondisi mayat tersebut

“Posisi saya ada sekitar setengah kilometer dari tempat ibu itu bekerja. Beda kerjaan, tapi satu majikan. Dia roges saya gali untuk aliran air. Ibu itu sudah tua, usia sekitar 55 tahun. Jadi lama memberi kabarnya karena jauh jaraknya,” jelas Slamet.

Ketika membuktikan langsung informasi tersebut, Slamet melihat ada mayat tergeletak di tengah ladang tebu tanpa mengenakan busana. “Katanya ada mayat, makanya saya buktikan sendiri. Waktu saya lihat kok ada, akhirnya saya lari ke kantor kelurahan laporan sama Kades,” tambahnya

Meski tidak bisa memastikan jenis kelamin dari mayat tersebut, namun Slamet mengaku secara sepintas kemungkinan mayat yang dia lihat merupakan jenazah orang dewasa.

“Sudah jadi kerangka, saya sendiri juga takut, orang-orang gak berani lanjut kerja, makanya saya langsung lari ke kantor kelurahan. Tadi posisinya (mayat) tidak tertutup daun dan tidak terkubur, hanya tergeletak di atas tanah,” tutup Slamet.

Petugas kepolisian dan BPBD masih melakukan penyelidikan di sekitar lokasi kejadian. Sejumlah saksi juga telah dimintai keterangan. Beberapa barang yang diduga milik korban yang ada di sekitar lokasi kejadian, juga turut diamankan guna mendukung penyelidikan. (Hmz).

Bagikan :

Kapal Pemancing Tenggelam, Satu Orang Berhasil Diselamatkan

PENCARIAN: Polisi bersama BPBD Kota Bontang mengevakuasi nelayan yang selamat. Selanjutnya dilakukan pencarian dua nelayan yang hilang.

NEWSNUSANTARA.COM BONTANG- Sebuah kapal nelayan pemancing tenggelam di perairan wilayah Kota Bontang, Minggu (8/1/2023).

Kapolres Bontang AKBP Yusep Dwi Prastya membenarkan adanya kejadian kapal nelayan pemancing tenggelam di seputaran rig PT PKT Bontang.

Satu nelayan berhasil diselamatkan, sementara dua orang lainnya hilang dan belum ditemukan.

PENCARIAN: Polisi bersama BPBD Kota Bontang mengevakuasi nelayan yang selamat. Selanjutnya dilakukan pencarian dua nelayan yang hilang.

Kapolres mengatakan, Sat Polairud Polres Bontang berhasil menemukan korban (RZ) terapung di perairan, kemudian personel diselamatkan dengan menggunakan Kapal Rasnah 01 menuju pelabuhan Bontang Kuala.

Saat ini korban berada di Mako Polairud Polres Bontang guna memberikan informasi atas terjadinya kapal yang ditumpangi mengalami tenggelam.

“Polairud Polres Bontang kerja sama dengan BPBD Kota Bontang melakukan pencarian kepada 2 korban lainnya disekitaran TKP, ” tutup Kapolres Yusep Dwi (*/nyo/sar)

Bagikan :