Maskapai Bakal Bertambah, Super Air Jet Direncanakan akan Mendarat di Berau

Foto Bandara Kalimarau Berau Kalimantan timur nampak depan

NEWSNUSANTARA,TANJUNG REDEB- Setelah citilink, bandara Kalimarau akan kembali kedatangan “tamu” lagi untuk menambah pilihan masyarakat bepergian menggunakan jalur udara.

Berdasarkan informasi yang diberikan pihak bandara Kalimarau, akan ada lagi penambahan maskapai jenis super air jet.

Kepala Seksi (Kasi) Teknik Operasi Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kalimarau Budi Sarwanto mengatakan, akan ada penambahan pesawat dari Lion Air Group, yakni super air jet tipe air buss 320. Hanya untuk kepastiannya, pihaknya belum mengetahui secara pasti.

“Informasinya seperti itu. Bahkan, semua syarat sudah selesai dilakukan,” ujarnya.

Penambahan maskapai tersebut, dikatakannya bisa menjadi alternatif masyarakat Berau, akan menggunakan pesawat jenis apa nanti ketika bepergian menggunakan jalur udara.

Apalagi, super air jet itu juga kata Budi, tidak hanya akan melayani rute Berau – Balikpapan atau sebaliknya saja. Tetapi juga rute-rute lainnya. Tidak itu saja, semakin banyak maskapai beroperasi di Berau, juga akan menjadi angin segar bagi masyarakat di Kaltara, khususnya Kabupaten Bulungan Ibu Kota Kaltara.

Karena sebagai daerah yang berdekatan dengan Berau, masyarakat di sana akan sangat terbantu, ketika hendak melakukan perjalanan melalui jalur udara. Apalagi diketahui, jarak Bulungan ke Berau hanya 1,5 sampai 2 jam saja.

“InsyaAllah, itu jadi ke Berau. Karena semua persiapan, termasuk izin rute juga sudah selesai. Jadi tinggal masuk saja. Tujuannya Berau-Balikpapan, dan mungkin ada rute lain juga,” jelasnya.

Dia juga berharap, bertambahnya jenis maskapai di Berau juga berdampak pada penurunan harga tiket yang masih cukup mahal dibanding harga sebelum terjadinya COVID-19.

“Semoga kehadiran super air jet ini, bisa semakin menekan harga tiket karena adanya persaingan harga antar maskapai,” pungkasnya. (/)

Bagikan :

Jelang Nataru, Aktivitas Penerbangan Bertambah

Bandara Kalimarau Kabupaten Berau,Menjelang Nataru mengalami peningakatan penumpang

NEWSNUSANTARA,TANJUNG REDEB- Jelang Natal dan tahun baru, aktivitas penerbangan mulai meningkat. Bahkan, sejak beberapa hari terakhir aktivitas penerbangan bisa sampai 10 kali dalam sehari.

Kepala Seksi (Kasi) Teknik Operasi Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kalimarau Budi Sarwanto mengatakan, kenaikan ini terjadi karena ada penambahan dari citilink 2 flight dan wings air 2 flight, yang mana sebelumnya hanya ada sekira 6 flight saja setiap harinya.

“Jadi total 10 flight setiap harinya, itu terjadi sejak 3 hari terakhir,” ungkapnya, kemarin.

Hanya, Budi mengaku, dari 10 flight tersebut tidak semua seat terisi penuh. Berdasarkan pengamatan dilapangan, dari 10 penerbangan itu, penumpangnya hanya berkisar 500 hingga 600 saja. Sementara untuk total seat dari 10 flight tersebut berkisar 700 kursi.

“Jadi memang belum terpenuhi dari seat yang ada. Semoga dua atau tiga hari kedepan, atau akhir tahun nanti itu bisa terisi penuh,” ungkapnya.

Untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan penumpang jelang Nataru, pihaknya juga bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Berau, dan aparat kepolisian dalam menjaga keamanan dengan mendirikan posko pelayanan.

Bandara Kalimarau Kabupaten Berau,Menjelang Nataru mengalami peningakatan penumpang

Karena, pihaknya memprediksi akan terjadi lonjakan menjelang tahun baru. Di mana banyak masyarakat yang pergi berlibur. Apalagi bertepatan dengan libur anak sekolah.

“Sebenarnya, puncak pemberangkatan umumnya bukan pada saat natal, tapi 2 hari menjelang tahun baru saat orang pergi liburan,” pungkasnya (/)

Bagikan :

Didepan Menkeu, Bupati Minta Dirut PLN Tuntaskan Listrik Kampung di Berau

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas bertemu dengan Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati

NEWSNUSANTARA,JAKARTA – Hadir dalam ajang Government Investment For Greener Environment di Kementerian Keuangan RI, Jumat (16/12/2022). Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas bertemu dengan Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati, serta sejumlah pejabat dan pimpinan badan usaha milik negara (BUMN). Salah satunya hadir Direktur Utama Perusahaan Listrik Negara (PLN) Darmawan Prasodjo.

Momentum bertemu para pemangku kebijakan dipusat, Bupati Sri Juniarsih, menyampaikan kondisi di Bumi Batiwakkal. Menjadi narasumber pada peluncuran program Special Mission Vehicles (SMV) ini, Bupati curhat kepada Direktur PLN, agar mendapat perhatian dalam pemenuhan energi listrik bagi masyarakat di 28 kampung di Bumi Batiwakkal yang belum teraliri listrik hingga saat ini. “Ada Dirut PLn, saya curhat, berharap kampung yang belum ada listrik, bisa segera menikmati listrik dengan dukungan PLN,” ungkapnya.

Pemkab Berau disampaikan mendukung penuh dan terus bersinergi dengan jajaran PLN didaerah dalam membangun infrastruktur memenuhi listrik di kampung yang merupakan kebutuhan dasar masyarakat.

Menkeu, Sri Mulyani, merespon curahan hati Bupati Berau dan meminta PLN untuk memberikan perhatian pemenuhan listrik di Bumi Batiwakkal. Setiap tahun disampaikannya pemerintah memberikan penyertaan modal
Negara ke PLN untuk memenuhi listrik di desa. Untuk itu ai berharap apa yang disampaikan Bupati Berau juga mendapat perhatian untuk direalisasikan. “Di Berau ada yang belum dan tolong Pak Darmo (Dirut PLN), ini direalisasikan,” ungkapnya.

 

Hal ini sejalan dengan program Kemenkeu melalui program SMV di Bumi Batiwakkal dalam mendukung restorasi hutan mangrove di Teluk Semanting dan Pegat Batumbuk. Program pengendalian lingkungan ini juga diharapkannya diikuti dengan program pemenuhan listrik. Sehingga lengkap yang dijalankan. “Perlahan kita membangun setiap pelosok Indonesia, termasuk listrik. Itulah maksudnya uang kita, kita gunakan untuk membangun Indonesia berkelanjutan dan berkeadilan,” tandasnya.(*)

Bagikan :

Jepang Nataru, Harga Beras Melambung

MAHAL: Ibu-ibu mengeluh harga beras makin mahal menjelang Nataru. (Foto:hamzah newsnusantara)

NEWSNUSANTARA.COM – MALANG BATU – Sudah tak asing lagi di telinga masyarakat ketika menghadapi Nataru (Natal dan Tahun baru) harga kebutuhan pokok terutama beras mulai naik.

Melambungnya harga beras ini membuat para pedagang Pasar Relokasi Kota Batu mengeluhkan adanya kenaikan harga beras yang berubah-ubah setiap harinya, Kamis (8/12/2022).

Dapat dikatakan bahwah Kenaikan harga beras ini mulai membuat cemas para pedagang sembako. Salah seorang pedagang yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan, harga beras hampir setiap hari ada kenaikan.

Seperti beras dengan merek tertentu yang semula Rp 53 ribu naik menjadi Rp 60 ribu per 5 kilogramnya.

“,Contohnya sekarang harga beras mencapai Rp 60 ribu per 5 kilogram,dan besok pasti naik Rp 1.000 ,” urainya.

Pedagang menjelaskan ,penyebab kenaikan harga beras ini dipicu efek Nataru sekaligus sepinya panenan beras dari petani akibat musim penghujan.

“Kami para pedagang hanya bisa berharap kebutuhan bahan pokok bisa turun murah dan bisa dijangkau oleh masyarakat,” terangnya.

Dia mengaku, akibat kenaikan harga beras stok beras di kiosnya masih penuh. “Kalau stok beras rata-rata ambil di sekitar Kota Batu dan dari Tulungagung,” imbuhnya.

Jika harga beras di kampung warga yang semula Rp 10 ribu per kilogram naik menjadi Rp 11 ribu per kilogram. “Semula harga beras Rp 54 ribu, kini sudah di angka Rp 62 ribu,” ujarnya.

“Kami para pedagange berharap semoga stok beras aman. Pedagang dan pembeli tidak merasa kesulitan dalam mendapat stok berasnya,” tandasnya.(Hmz).

Bagikan :

Banyak Sawit Busuk, Berharap Kembali Beroperasi

Puluhan petani sawit di Kecamatan Segah datangi PT BBA untuk memintanya kembali beroperasi, Senin (05/12).

NEWSNUSANTARA,TANJUNG REDEB- Sejumlah perwakilan petani mandiri di Kecamatan Segah datangi Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT BAA, Senin (05/12). Tujuannya untuk meminta penjelasan kapan PT BAA beroperasi. Mereka juga meminta perusahaan tersebut kembali beroperasi.

Salah seorang perwakilan dari petani milenial, Ismail mengatakan, dirinya bersama sejumlah petani lain dari sejumlah kampung di Kecamatan Segah untuk meminta agar PKS tersebut kembali beroperasi. Karena, banyak buah sawit milik petani rusak karena tidak terjual. Sementara ketika hendak dijual ke tempat lain, harganya jauh berbeda.

“Kami ke PT BAA ingin menanyakan, kapan perusahaan itu dibuka kembali. Karena, tutupnya mereka, kami sebagai petani kesulitan menjual hasil panen kami. Banyak buah kami rusak,” ujarnya.

Untuk menghindari buah rusak di pohon, tidak sedikit petani sawit menjualnya ke perusahaan sawit terdekat. Hanya saja, panjangnya antrean menimbulkan masalah. Tidak sedikit buah busuk di dalam kendaraan lantaran terlalu lama berada di dalam kendaraan.

Puluhan petani sawit di Kecamatan Segah datangi PT BBA untuk memintanya kembali beroperasi, Senin (05/12).

Terpaksa kata Ismail, petani banyak menjual hasil panen sawit ke tengkulak. Di mana harganya berbeda jauh dari harga yang ditetapkan PKS, khususnya PT BAA.

“Kami tidak ada pilihan lain selain jual ke tengkulak. Bedanya itu sampai 600 rupiah. Sementara, ketika kami jual ke PT BAA, harganya bahkan jauh lebih baik dari harga perusahaan yang ada disekitarnya,” jelasnya.

Dirinya pun berharap, PT BAA tersebut dapat kembali dibuka. Karena, dengan berhentinya beroperasi perusahaan tersebut, sangat berdampak pada ekonomi masyarakat petani. Bahkan, banyak petani yang merasa rugi dengan menjual hasil panennya ke tengkulak.

“Kami sebagai masyarakat petani meminta PT BAA dibuka kembali. Agar kami tidak kesulitan menjual buah yang kami panen. Karena banyak buah yang rusak akibat tidak sempat terjual ke perusahaan,” pungkasnya. (/)

Puluhan petani sawit di Kecamatan Segah datangi PT BBA untuk memintanya kembali beroperasi, Senin (05/12).
Bagikan :

UMK Disepakati Naik 6,76 Persen

Pembahasan Disnakertrans bersama dewan pengupahan, beberapa hari lalu.

NEWSNUSANTARA,TANJUNG REDEB– Upah Minimum Kabupaten (UMK) Berau dipastikan mengalami kenaikan pada tahun 2023. Itu disampaikan Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Berau, Masrani.
Berdasarkan hasil kesepakatan, kenaikannya berkisar 6,76 persen atau berjumlah Rp 232.820. Sehingga total UMK tahun 2023 mendatang berjumlah Rp 3.675.887 dari sebelumnya hanya Rp 3. 443.067.
Masrani menjelaskan, hasil akhir penetapan UMK telah sesuai dengan Undang-undang (UU) No 11 tahun 2020, tentang Cipta Kerja dan Peraturan Pemerintah (PP) No 36 Tahun 2021 tentang pengupahan.
“Kesepakatan itu diambil berdasarkan hasil voting,” ungkapnya, kemarin.
Sebenarnya, jalannya proses pengambilan kesepakatan kenaikan UMK tersebut berjalan alot. Pasalnya, pertemuan yang dilakukan Gedung Disnakertrans tersebut masing menyampaikan usulannya. Baik itu dari pihak Apindo, begitu juga perwakilan serikat buruh juga menyampaikan usulan lain.
Sehingga kata Masrani, pihaknya terpaksa harus mengambil inisiatif, dalam pengambilan keputusan dilakukan secara voting. Karena masing-masing mengajukan interval 0,10 hingga 0,30 kenaikannya, dengan nilai alfanya 0,15, 0,20, hingga dan ada yang 0,35.
“Makanya, kami mengabil tengahnya, yakni nilai alfa 0,20 atau kenaikan dengan 6,76 persen. Karena kalau dibiarkan dengan masing-masing usulannya, tidak akan ketemu dan akan memakan waktu,” jelasnya.
Lanjut kata Masrani, untuk tingkat kabupaten, penetapan UMK sudah tidak masalah, dan dewan pengupahan juga sudah menyetujui penetapannya berdasakan hasil voting. Kini, hasil kesepakatan tersebut, selanjutnya diusulkan Bupati Berau ke Gubernur Kaltim untuk disetujui.
Nantinya, Gubernur akan menentukan Kembali, apakah kenaikan UMK tersebut bertahan di 6,76 persen atau ada perubahan.
“Karena bisa saja hasil kesepakatan di kabupatren itu berubah. Karena, di provinsi ada tim sendiri yang melakukan penilaian. Yang jelas, kesepakatan di kabupaten 6,76 persen,”tuturnya.

Pembahasan Disnakertrans bersama dewan pengupahan, beberapa hari lalu.

Untuk diketahui, dari beberapa tahun terakhir UMK Berau terus mengalami kenaikan. Yakni di tahun 2018 UMK Berau sebesar Rp 2.889.009 meningkat di tahun 2019 sebesar Rp 3.120.000. Meningkat kembali di tahun 2020 yakni Rp 3.386.593 dan terakhir di tahun 2021 meningkat juga sebesar Rp 3.412.331.
Sementara itu, Ketua Apindo Berau, Taufik mengatakan, Apindo tidak setuju dengan kenaikan UMK 6,76 persen. Bahkan, sebagai bentuk aksi tidak setujunya, dengan kesepakatan kenaikan UMK 2023. Kenaikan ini menurutnya, akan berimbas kepada semua sektor usaha. Termasuk diantaranya, perhotelan dan dunia usaha kecil dan menengah
“Dampak ini berakibat hotel tidak sanggup bayar upah sedemikian tinggi. Padahal usaha dibidang itu, baru mulai merangkak setelah tahun kemarin ditimpa Pandemi Covid 19,” pungkasnya. (/)

Bagikan :

Perbaikan InfrastrukturJalan di Kabupaten Malang Berlanjut Hingga 2023

NEWSNUSANTARA.COM MALANG-Program perbaikan jalan, Pemerintah Kabupaten Malang akan memfokuskan sejumlah pembangunan pada tahun 2023 mendatang. Diketahui…

Continue Reading

6 Desember Citilink Buka Rute Balikpapan Berau

NEWSNUSANTARA,TANJUNG REDEB- Setelah sempat tertunda beberapa bulan lamanya, seperti di Desember ini maskapai Citilink akan benar-benar…

Continue Reading

Jika Sesuai Rencana, Hari Ini Jembatan Ditutup

NEWSNUSANTARA,TANJUNG REDEB- Terkait rencana penutupan jembatan Sambaliung yang akan ditutup oleh DPUPR Provinsi untuk dilakukan perbaikan.…

Continue Reading

Jelang Nataru, harga sembako tidak terlalu berdampak pasca kenaikan BBM bersubdi

NEWSNUSANTARA,TANJUNG REDEB- Jelang natal dan tahun baru (Nataru), Bupati Berau, Sri Juniarsih didampingi OPD terkait meninjau…

Continue Reading