Hujan Deras Tak Surutkan Pangdam VI/Mlw untuk Anjangsana ke Rumah Prajurit dan Panti Asuhan

SERAHKAN SEMBAKO: Pangdam bersama istri menyerahkan bantuan paket sembako kepada panti asuhan dalam kegiatan rangkaian HUT ke 77 TNI.

NEWSNUSANTARA, BALIKPAPAN,- Wajah ceria tergambar dari anak-anak Panti Asuhan Al-Mukmin, saat Pangdam VI/Mlw Mayjen TNI Tri Budi Utomo beserta Ketua Dharma Pertiwi Daerah F Ny. Rahma Tri Budi Utomo tiba di Panti Asuhan tersebut. Hujan deras yang mengguyur Kota Balikpapan sejak pagi tidak menyurutkan Pangdam beserta rombongan untuk menyapa anak-anak di Panti Asuhan Al-Mukmin, Sabtu (24/9)

Kapendam VI/Mulawarman Kol Inf Taufik Hanif dalam keterangan pers tertulisnya menjelaskan bahwa Rangkaian kegiatan peringatan HUT ke-77 Tentara Nasional Indonesia yang dilaksanakan oleh Kodam VI/Mlw, salah satunya adalah kegiatan Anjangsana. Adapun anjangsana yang dilaksanakan hari ini terbagi dalam 6 kelompok. Untuk Pangdam VIMlw sesuai dengan jadwal mengunjungi Panti Asuhan Al-Mukmin yang terletak di Jl. MT. Haryono No. 11, RT. 31, Kelurahan Damai Kecamatan Balikpapan Kota, dimana Pangdam VI/Mlw menyerahkan bantuan berupa sembako dan tali asih.

Sebelum mengunjungi Pantihan Asuhan Al-Mukmin Pangdam berkesempatan untuk mengunjungi kediaman Serka Sutrisno di Asrama Deninteldam VIMlw, yang anaknya dalam keadaan sakit. Kepada Serka Sutrisno Pangdam VI/Mlw dan Ketua Dharma Pertiwi Daerah F juga menyerahkan bantuan dan tali asih.

Pada kegiatan anjangsana tersebut Pangdam VI/Mlw didampingi Asrendam VI/Mlw, Kababinminvetcaddam VI/Mlw, Dandim 0905/Bpp, Kapendam, Kabidlog Lanud Dhomber, Pabinhar Lanal dan LO AU.
Adapun kelompok lain dipimpin oleh Kasdam VI/Mlw, Irdam VI/Mlw, Kapoksahli Pangdam VI/Mlw, Danlanal Balikpapan dan Danlanud Dhomber Balikpapan dengan sasaran Anjangsana yang berbeda.

Putra dan putri Panti Asuhan Al-Mukmin

Di depan awak media Pangdam VI/Mlw menyampaikan bahwa Anjangsana ini adalah bentuk kepedulian Kodam VI/Mlw di Hari Ulang Tahun ke-77 TNI kepada masyarakat yang membutuhkan. Adapun sasaran Panti Asuhan pada Anjangsana ini adalah 16 Panti Asuhan, dengan 340 anak asuh dan 103 pengasuh. Selain Panti Asuhan sasaran Anjangsana hari ini adalah anak anggota yang sedang sakit sejumlah 27 anak.

“Sesuai dengan Tema HUT ke-77 TNI tahun ini yaitu “TNI adalah Kita” Bermakna bahwa seluruh rakyat Indonesia adalah keluarga besar TNI sehingga kita harus saling bahu membahu mengatasi segala kesulitan yang ada sekarang ini”, ujar Pangdam.

“TNI akan selalu hadir ditengah-tengah masyarakat sebagai solusi” , tegas Pangdam.

Lebih lanjut Pangdam menyampaikan bahwa kehadiran TNI diwujudkan dengan beberapa program, diantaranya adalah program Ketahanan Pangan yaitu bersama dengan beberapa Kelompok Tani menanam padi, sorgum, jagung. Kegiatan lainnya adalah TNI Manunggal Air Bersih yaitu dengan membuat titik titik air bersih di berbagai daerah di satuan Jajaran Kodam VI yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Selain itu Kodam VI/Mlw juga melaksanakan kegiatan penanganan Stunting, yang bekerja sama dengan BKKBN menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang terdampak stunting.

“Adapun kegiatan yang selama ini sudah dilaksanakan yaitu TNI Manunggal membangun Desa (TMMD), dimana hasilnya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat di daerah tersebut, yaitu membangun infrastruktur, sarana serta prasarana umum antara lain membangun ruas jalan yang digunakan untuk penyaluran bahan makanan sebagai kebutuhan ekonomi, membangun jembatan, rumah Ibadah serta Bedah Rumah Layak Huni dan lain-lain, ” pungkas Pangdam.

Selain Anjangsana, rangkaian kegiatan peringatan HUT ke-77 TNI tahun ini adalah bersih pantai, donor darah, rehab rumah dan gereja, rehab kapal dan acara puncak peringatan HUT ke-77 TNI yaitu Upacara Peringatan HUT ke-77 TNI yang akan dilaksanakan di Makodam VI/Mlw pada tanggal 5 Oktober 2022. Rangkaian Kegiatan Peringatan HUT TNI akan ditutup dengan Lomba Lari pada tanggal 9 Oktober 2022. (*/noy/sar)

Bagikan :

Jaringan Ulama Banyumas: Berpijak Dari Manuskrip Kitab Tafsir Surat Fatihah

NEWSNUSANTARA.COM-Dari tutur cerita lawasan Kiai Muhammad Solihin, Lebakgoak, Sridadi, Sirampog, Manuskrip Kitab Tafsir Surat Fatihah ini, beli pada penjual kitab di pasar Bumiayu pada pedagang asal Pahang, Malaysia yang bernama Ba’ Mun, dibeli setelah kemerdekaan Republik Indonesia. Menarik, tentu saja. Bukan hanya manuskrip kitabnya saja, namun alur distribusi juga alur jejaring dari manuskrip kitab ini. Mari mengurut ala kadarnya, sebagai upaya membuka khasanah manuskrip-manuskrip dan jaringan ulama Banyumas Raya, sebagai kajian keilmuan dan pengetahuan.

Kitab Tafsir Surat Fatihah ini berjumlah limapuluh satu halaman. Cover depan sudah hilang, cover belakang masih ada. Tidak terdapat daftar halaman. Untuk isi masih utuh hingga halaman limapuluh satu. Pada manuskrip kitab ini tidak ditemukan tahun penerbitan. Kitab Tafsir Surat Fatihah ini dicetak di Mesir oleh penerbit lawas Matba’ah Isa al Babi al Halabi. Jika tidak keliru, penerbit lawas tersebut berdiri tahun 1859 M, dan mengalami masa kejayaan kisaran tahun 1940-1960 M. Penerbit Mesir tersebut kerap kali mencetak kitab karya ulama-ulama Nusantara. Bukan saja dengan bahasa Arab, namun dengan aksara Arab Pegon, Jawi.

Kitab Tafsir Surat Fatihah ini dikarang oleh Abi Haiban. Siapa Abi Haiban? Apakah nama sebenarnya atau nama samaran semata? Abi Haiban sama halnya Bapaknya Haiban, siapa bapaknya Haiban? Wallahu’alam. Semoga setelah ini semakin memperjelas pengarang kitab Tafsir Surat Fatihah, Abi Haiban ini. Lanjut kepada teks kitab, teks kitab menggunakan aksara Arab Pegon Jawa, cenderung Penginyongan. Sebab, ada beberapa kosa kata yang terasa Banyumas sekali. Sebelumnya saya berusaha membaca kitab ini hingga selesai. Sebagai upaya mencermati sekaligus mengamati isi dan bahasa yang digunakan.

Sebagai contoh, kosakata yang terasa Banyumasan antara lain, Jalaran: Sebab, Ora: Tidak, Ngungkuli: Melebihi, Leren: Berhenti, Kana Kene: Sana Sini, Emoh/ Moh: Tidak Mau, Banjur: Terus, Aja: Jangan, Bene/ Ben: Biar, Metengtheng: Kaku: , Nylondoh/ Nylondoih: Beebuat Baik, Jukut/ Njukut: Ambil, Jaluk/ Njaluk: Minta, Ngereh: Menyiksa, Kongkon: Menyuruh, Mung: Cuma, Nyemplung: Jatuh ke Air, Mboke/ Biyunge: Ibu, Durung: Belum, Tinimbang/ Ketimbang: Daripada, Karo: Sama, Nggresula: Mengeluh, Ndremimil: Bicara terus. Arti padanan Bahasa Indonesianya bila keliru bisa disesuaikan.

Kosakata tersebut cenderung dari bahasa Penginyongan. Sejurus dengan itu, di halaman depan kitab terdapat keterangan, “Saged mundut kitab punika dening {Persatuan} Purbalingga.” Bagi saya, kemudian muncul asumsi, apakah “Persatuan Purbalingga” itu orang-orang Purbalingga yang berada di Timur Tengah? Mekkah, Madinah, hingga Mesir? Sebab, sebagaimana tertulis pada halaman, kitab tersebut dicetak di Mesir. Jika asumsi tersebut benar, maka sudah ada orang-orang Purbalingga yang bermukim di Timur Tengah, Makkah, Madinah, Mesir?

Kitab ini diterjemah sekaligus disebarluaskan oleh Ustadz Umar Abdul Jabbar. Sama halnya dengan Abi Haiban, sosok Ustadz Umar Abdul Jabbar juga masih minim referensi. Hanya saja, Ustadz Umar Abdul Jabbar ada yang menyebut berasal dari Mesir, akan tetapi pernah hidup lama di Nusantara dan menulis Kitab al-durûs min mâdhi al-ta’lîm wa hadlirih bi al-masjidil al-harâm. Mungkinkah Ustadz Umar Abdul Jabbar adalah Syaikh Umar Abdul Jabbar? Wallahu’alam.

Kitab Tafsir Surat Fatihah ini ditulis dengan bahasa Penginyongan, diterbitkan dan dicetak di Mesir, diterjemahkan dan disebarluaskan oleh orang Mesir (?), dijual oleh orang Malaysia di Bumiayu, dikarang oleh orang Penginyongan –Banyumas Raya–? Melihat alur jejaring dan distribusi tersebut, tidak menutup kemungkinan, ulama-ulama Banyumas telah terhubung secara intelektual dengan Timur Tengah dan Negeri lainnya. Ulama-ulama Banyumas Raya mewarnai tradisi intelektual bagi Nusantara. Tentu, hal ini membuka peluang kajian-kajian tentang Islam Nusantara di Banyumas Raya. Kajian peradaban Islam di Banyumas ini perlu terus diafirmasi dan menjadi diskusi-diskusi.

Selanjutnya, siapa yang membawa naskah-naskah ulama Banyumas ke Timur Tengah? Mungkinkah Syaikh Ahmad Nahrawi Muhtarom al Banyumasi (1860-1926 M)? Atau ada sosok lain yang melakukan transmisi intelektual setelah Syaikh Ahmad Nahrowi Muhtarom al Banyumasi?

Jika yang membawa adalah Syaikh Ahmad Nahrawi Muhtarom al Banyumasi, tentu saja tahun terbit kitab Tafsir Surat Fatihah tersebut sezaman dengan masa kehidupan Syaikh Ahmad Nahrawi Muhtarom. Akan tetapi, yang lebih memungkinkan adalah, ada jaringan ulama lainnya yang memiliki kiprah luar biasa dalam distribusi dan transmisi intelektual ulama-ulama Banyumas di Timur Tengah. Hal tersebut berdasar masa kejayaan penerbit Isa al Babi al Halabi yang mengalami kejayaan kisaran tahun 1940-1960 M, dan gencar menerbitkan karya ulama-ulama Nusantara antara tahun 1920-1970 M. Wallahu’alam.

Bagikan :

Musda ke-VII DPD LDII Kota Tarakan, Ini Dia Ketua Terpilih

 

NEWSNUSANTARA.COM, TARAKAN – Musyawarah Daerah (Musda) VII DPD LDII Kota Tarakan, Kalimantan Utara adalah kegiatan yang dilakukan di Gedung Amin Mansurin II ini adalah untuk memilih ketua.

Tema dari Musda ke VII ini “Mewujudkan Generasi Emas Profesional, Religius dan Berbudaya Untuk Kota Tarakan Yang Lebih Kuat, Maju dan Sejahtera, dilaksanakan pada (30/7/2022).

Musda ke VII ini dihadiri langsung Ketua DPW LDII Kalimantan Utara K.H. Zainuddin Al-Amin, S.H beserta jajaran. Selain itu kegiatan ini juga dihadiri Ketua PC dan PAC LDII se Kota Tarakan untuk memilih ketua DPD LDII periode 2022-2027.

Menurut Ketua Panitia Musda Dino Andrian, S.H melalui serangkaian sidang memutuskan secara aklamasi Ir. H. Bambang Widjanarto kembali dipercaya menjadi Ketua DPD LDII Kota Tarakan periode 2022-2027.

“Dari sejumlah peserta musda yang memiliki hak suara, kembali mempercaya H. Bambang sebagai ketua terpilih untuk yang kedua kalinya,” terang Dino.

“Melihat dari apa yang telah dilakukan H. Bambang untuk memimpin DPD LDII Kota Tarakan pada periode sebelumnya telah banyak memberikan perubahan,” lanjut Dino.

Dino menambahkan bahwa setelah Musda ini, pihaknya memberikan kesempatan kepada ketua terpilih untuk menyusun formatur pengurus baru satu pekan.

“Pelantikan pengurus baru InsyaAllah akan dilaksanakan pada 14 Agustus mendatang, artinya ketua terpilih secepatnya menyusun formatur untuk mengisi kepengurusan baru DPD LDII Kota Tarakan periode 2022-2027,” terangnya.

LDII sebagai organisasi resmi tentu harus menyesuaikan dengan setiap perubahan lingkungan strategisnya dan mengikuti peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. Untuk itu pihaknya mengajak semua pengurus untuk menjaga kerukunan dan kekompakan demi kemajuan organisasi.

“Melalui Musda VII ini semoga bisa meningkatkan komunikasi, karya, dan kontribusi LDII untuk bangsa Indonesia,” tutup Dino.  (*)

Bagikan :

Gamalis Hadiri Haflah Ponpes Nurul Hidayah Berau

NEWSNUSANTARA.COM,TANJUNG REDEB – Wakil Bupati Berau, Gamalis menghadiri Harlah Akhirussanah Pondok Pesantren Nurul Hidayah, Sabtu (25/6) malam.Wabup berharap, ponpes ini terus berkomitmen dan konsisten untuk memberikan pembelajaran yang baik, sehingga nantinya melahirkan generasi yang produktif, bukan hanya generasi yang islami tetapi juga mempunyai wawasan yang luas baik agama maupun sosial.

“Bukan hanya untuk mendukung kegiatan pondok pesantren, tapi kita maknai sebagai ajang silaturahmi sesama muslim. Pondok pesantren maupun tempat pendidikan lainnya adalah lembaga yang menjadikan tempat berlangsungnya transfer ilmu,” ujarnya.

Ponpes Nurul Hidayah bisa menjadi pionir dalam mewujudkan pesantren maju dan profesional. Dengan mencetak alim ulama dan dai yang dapat menyebarkan kebaikan. “Mari kita berkontribusi dalam pembangunan. Bersama-sama dalam menjalankan program pemerintah daerah,” ujar Wabup.

Sementara itu dalam sambutanya pengasuh Pondok Pesanttren Nurul Hidayah.Fatahillah atau yang akrab  di sapa gus fatah,saat ini ponpes menpunyai santri dan santriwati sekitar 80 orang.Di tahun ajaran baru sudah beberapa  formulir yang sudah dikembalikan oleh orang tua wali yang mendaftarkan anaknya untuk mondok di NH.Gus Fatah juga akan membatasi santri yang mendaftar di Ponpes NH di karenakan belum cukup untuk fasiliatas kamar,insakallah ditahun berikutnya kami akan membangun dan minta doa restu para wali santri serta tamu undangan yang datang.Perlu juga diketahui bahwa Ponpes kami sudah terdaftar di kementrian agama,dan mempunyai program diniah yang setiap harinya ada absen untuk laporan dikementrian.jleasnya.

DR.K.H.Achmad Dhofir Zuhry M.Fil
DR.K.H.Achmad Dhofir Zuhry M.Fil

Haflah yang ketiga kalinya ini untuk ceramah dari Pimpinan Ponpes Luhur Baitul Hikmah ,Malang yaitu DR.K.H.Achmad Dhofir Zuhry M.Fil.yang akrab di sapa Gus Dhofir.Beliau juga mengigatkan oleh orang tua wali santri bahwa anak anak mereka yang mondok di pesantren merupakan aset sekaligus pinjaman  serta ladang pahala untuk massa depan.Gus Dhofir juga meninta para orang tua untuk setiap hari menghadiahkan anaknya paling tidak habis sembayang membacakan Alfatihah ,agar anak anak yang belajar mendapatkan barokah dari Allah SWT.Pungkasnya(No)

Bagikan :

Bupati Lepas 69 Jamaah Calon Haji

NEWSNUSANTARA.COM,TANJUNG REDEB – Jemaah calon haji Kabupaten Berau yang berjumlah 69 orang yang akan menunaikan ibadah Haji 1443 H ke Tanah Suci tahun 2022 ini, Rabu (22/6) secara resmi dilepas oleh Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas di Masjid Baitul Hikmah.

Pelepasan jamaah calon haji Berau, turut dihadiri Wakil Bupati Gamalis, Ketua DPRD Madri Pani, Forkopimda dan para keluarga jamaah calon haji.

Bupati Sri Juniarsih dalam sambutannya berharap jamaah haji Berau mampu menjalankan ibadah haji dengan khusyuk karena ibadah haji merupakan salah satu rukun Islam.

Selain itu bupati menghimbau para jemaah calon haji untuk dapat melaksanakan rangkaian ibadah haji tersebut dengan sebaik-baiknya sehingga menghasilkan nilai ibadah yang baik, sempurna, dan meraih haji yang mabrur. “Tetap menjaga kesehatan. Ini merupakan ibadah haji pertama setelah pandemi. Jangan lupa agar menjaga kebersihan dan protokol kesehatan,” jelasnya.

calon haji Kabupaten Berau yang berjumlah 69 orang
calon haji Kabupaten Berau yang berjumlah 69 orang

Jumlah jamaah calon haji Berau yang akan berangkat ke Tanah Suci pada 2022 ini sebanyak 69 dengan didampinggi satu petugas kesehatan. Para jamaah calon haji akan berangkat menuju Embarkasi Balikpapan pada pukul 13.00 WITA. Dan diterima secara resmi oleh panitia pada pukul 17.00 WITA. Kemudian berangkat menuju Arab Saudi pada pukul 22.00 WITA.

 

Rombongan jamaah calon haji Berau tergabung dengan jamaah calon haji dari Kubar sebanyak 41, Mahulu 4, Balikpapan 171, Bontang 71 dengan total 356.(mk)

Bagikan :

Bupati Lepas Jamaah Haji ASN Berau

IBADAH HAJI: Bupati saat melepas jamaah haji yang akan berangkat ke Tanah Suci. 
IBADAH HAJI: Bupati saat melepas jamaah haji yang akan berangkat ke Tanah Suci. 

NEWSNUSANTARA.COM,TANJUNG REDEB – Sebanyak 21 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Berau akan berangkat menunaikan ibadah haji di tahun 2022 ini. Secara khusus jamaah haji ASN dilepas Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, di ruang rapat Sangalaki Setkab Berau, pada Senin (20/6/2022).

Para ASN ini rencananya akan berangkat ke tanah suci bersama calon jamaah haji Kabupaten Berau yang keseluruhannya berjumlah 70 jamaah pada Rabu (22/6/2022) melalui Bandar Udara Kalimarau dan bergabung kloter keberangkatan ke tanah suci di embarkasi Balikpapan.

Bupati Sri Juniarsih Mas mengucapkan selamat kepada para ASN yang mendapat panggilan Allah SWT memuhi rukun Islam yang kelima, menunaikan ibadah haji di tanah suci Makkah. Bupati berpesan kepada ASN yang tergabung bersama jamaah Berau untuk senantiasa menjaga kesehatan, benar-benar memanfaatkan waktu selama di tanah suci untuk memperbanyak ibadah kepada Allah SWT.

Sebagai abdi negara dan pelayan masyarakat yang melekat pada setiap ASN, bupati berharap ASN yang ke tanah suci untuk selalu membantu petugas jamaah haji, membantu meringankan beban kepada sesama jamaah. “Kebersamaan dan kekompakan senantiasa dijaga, sehingga semua kembali ke tanah air dengan kondisi sehat dan menggapai haji mabrur,” ucapnya.

Dalam kesempatan ini Bupati Sri Juniarsih Mas juga memberikan bantuan kepada ASN yang menunaikan haji melalui program bantuan Korpri Berau dan juga bantuan pribadi dari Bupati Berau. (no)

Bagikan :

Penajakan Tiang Pertama Pembangunan Gereja Katolik Long Laai

NEWSNUSANTARA.COM,TANJUNG REDEB – Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas menghadiri sekaligus menajakan tiang pertama pembangunan Gereja Katolik Stasi Santo Andreas di Kampung Long Laai, Rabu (15/6).

Hadir dalam kegiatan ini pastor paroki dan dewan pastoral paroki, umat utusan dari masing-masing Stasi, Kepala OPD, Camat, Kepala Kampung dan masyarakat. Kegiatan ini dirangkai juga dengan perayaan syukur 40 tahun baptisan pertama.

Penajakan tiang pertama ini ditandai dengan pengguntingan pita dilanjutkan penanaman besi dan manik-manik. Dalam hal ini besi diartikan dengan kekuatan yang akan menaungi gereja beserta para jemaat dan manik-manik mengartikan kebersamaan antar para jemaat.

Dalam penajakan tiang pertama ini dibantu oleh seluruh jemaat dan masyarakat sekitar. Secara bergotong royong membantu menarik tali pancang untuk mendirikan tiang. Ikut serta bupati menarik tali pancang bersama tamu undangan yang hadir.

Bupati dalam sambutan menyampaikan, pembangunan ini diharapkan bisa dimaksimalkan dalam pembinaan umat. Ia berharap gereja ini bisa menjadi salah satu penghasil sumber daya manusia yang memiliki pondasi agama kuat. Sehingga dapat menjadi pelaku dalam pembangunan daerah. “Bantu pemerintah daerah untuk memastikan SDM yang memiliki moral tinggi. Sehingga roda pembangunan kita bisa berjalan sesuai dengan yang direncanakan,” ujarnya.

Disampaikan bahwa SDM Berau harus memiliki kepintaran spiritual tinggi. Sehingga dapat mengatur emosi dan intelektualnya. “Orang seperti ini yang kita perlukan. Karena dapat berpikir cerdas dengan memperhatikan lingkungan sosial di sekitarnya. Dan itu berawal dari para pemuka agama yang memberikan bimbingan kepada para umatnya,” jelasnya.(Edi)

Bagikan :

Insentif Petugas Keagamaan Naik 25 Persen

NEWSNUSANTARA.COM,TANJUNG REDEB – Kesejahteraan petugas keagamaan di Kabupaten Berau menjadi perhatian Pemkab Berau. Tahun 2022 ini nilai insentif yang diterima lebih besar dari tahun sebelumnya.

Kepala Bagian (Kabag) Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Berau, Safri mengatakan, peningkatan besaran insentif yang naik ini sebagai bentuk perhatian serta komitmen Pemkab Berau terhadap para pemuka agama.

Disampaikan, besaran insentif yang diterima tahun ini bertambah sebesar Rp250 ribu. Itu, berlaku untuk semua petugas keagamaan yang setiap tahunnya menerima insentif tersebut. Yang awalnya Rp1 juta menjadi Rp1,25 juta per triwulan. Dan jumlah penerimanya juga meningkat dari 176 menjadi 220.

“Ini merupakan realisasi dari program bupati dan wakil bupati terhadap kesejahteraan para pemuka agama kita yang memiliki tugas mulia. Jadi naik Rp250 ribu per triwulan,” ujar Safri yang ditemui di ruang kerjanya.

Untuk tahun ini, ungkap Safri, Pemkab Berau menyiapkan Rp1,1 miliar untuk merealisasikan program unggulan ini di bidang keagamaan. Untuk penyaluran insentif kepada 220 petugas keagamaan dilakukan secara non tunai atau melalui rekening bank.

Sementara Ilhami Petugas Keagamaan di Masjid Nurul Iman menyampaikan apresiasi atas bantuan ini. “Bersyukur adanya bantuan ini. Ini sebagai bentuk perhatian pemerintah kepada pemuka agama. Saya sampaikan terima kasih atas adanya perhatian seperti ini,” katanya.

 

 

 

 

 

Bagikan :

Setting Kamar Mandi Hingga Rekrut Ustad, Langkah Cegah Penyimpangan Seksualitas Santri 

NEWSNUSANTARA.COM, TARAKAN – Maraknya kasus pelecahan anak dibawah umur bahkan sempat terjadi di salah satu lingkungan madrasah Kota Tarakan, membuat pondok pesantren (Pontren) Tarakan juga mendapat perhatian khusus dari kementerian Agama (kemenag) Kota Tarakan, Senin (18/4/22).

Adapun bentuk perhatian tersebut berupa himbauan dan arahan terkait pengaturan fasilitas hingga rekrut ustad pontren sebagai bentuk langkah antisipasi terjadinya penyimpangan seksual yang akan terjadi di lingkungan santri di masa yang akan datang.

“harapan saya ke depan memang perlu diatur regulasi untuk pimpinan pondok pesantren termasuk ustadz dan ustadzah. Kedepan khusus yang berkaitan dengan perbuatan asusila, kami berharap ada aturan kementerian agama pusat untuk perekrutan ustad dan ustadzah di pesantren agar di uji psikologinya agar mengetahui orang tersebut seperti apa penyimpangan seksualnya. kedepannya supaya ada regulasi khusus di pusat sana agar bisa ditaati oleh seluruh pesantren-pesantren karna pesantren bukan hanya ratusan, tapi puluhan ribu. Pengaturan kamar mandi juga perlu dilakukan khususnya yang baru-baru dibangun disetting khusus putri dan putra” Ungkap Shaberah, S.Ag, MM Selaku Kepala Kemenag Kota Tarakan Kepada Newsnusantara Di Kantor Kemenag Tarakan.

Walaupun dari kasus yang sebelumnya terjadi, oknum yang terlibat diluar dari lingkungan madrasah, pihaknya berupaya menyikapi peristiwa tersebut dengan langkah antisipasi berdasarkan usulan yang diterima dan cukup meyakini bahwa tiap pesantren telah memiliki pengaturan dan regulasi yang cukup memadai.

“Dari bawah ada masukan-masukan ke direktur pontren, karna ada direktur sendiri yang menangani pontren. Nanti kita harapkan direktur pontren dapat membuat regulasi aturan yang mengatur tentang kepesantrenan. Sebenarnya aturan sekarang sudah memadai, apalagi UUnya sudah ada. Untuk pendirian pesantren dan peraturan itu sudah jelas. Memang ada oknum-oknum tertentu yang menyalah gunakan. Yang ceritanya ada tokoh yang melecehkan bahkan berbuat mesum kepada santrinya. ” terangnya lagi.

Diketahui sebelumnya berdasarkan informasi pihaknya, sebagian besar ustad yang direkrut tiap pesantren di Kota Tarakan sebagian besar merupakan pendatang dari luar kota Tarakan yang semestinya pemilihan selektif perlu dilakukan, begitu pula dengan pengasuh.

”Karena kita tidak tahu orang seperti apa karakter dan psikologisnya seperti apa, ternyata punya kelainan. Itukan yang tahu biasanya psikolog. Mungkin kedepannya perlu itu harus itu, khususnya pengasuh. pengasuh 24 jam bersama anak-anak itu yang sangat penting itu mungkin di tes psikologi”.

Shabeerah menegaskan, bahwa apabila nantinya upaya-upaya yang sebelumnya dilakukan masih mendapati penyimpangan yang berhubungan dengan seksual tersebut, pimpinan pontren dapat mengambil tindakan segera sehingga tidak mencuat kepermukaan.

“Kami menghimbau terus ketika berada di pondok pesantren yang sampai terjadi pelecehan seksual terhadap anak santri itu sampai terjadi kalau ada indikasi-indikasi ke arah sana pimpinan pondok pesantren harap segera bertindak yang sampai terbawa ke permukaan akan membikin ini yang bikin malu dan mencuat di tengah masyarakat Rame ya supaya ada regulasi khusus di pusat sana biar bisa ditaati oleh seluruh pesantren-pesantren kan bukan hanya ratusan banyak sekali”, tutup Shabeerah.  (Putri)

Bagikan :

Hidayatullah Berau Diharapkan Tingkatkan Sinergi Dengan Pemda

Sabtu 29 Januari 2022

NEWSNUSANTARA.COM,TANJUNG REDEB-HIDAYATULLAH Hadir di indonesia, di Kabupaten Berau khususnya adalah  menjalankan amanah masyarakat dan bersinergi dengan pemerintah, ini sebagai spirit sebagaimana yang diamanah dalam UU 45,  untuk mengemban dan membangun bangsa, melalui pensantren, dakwah, pendidikan dan lainnya.
Hal ini disampaikan Ketua DPW Kaltim Hidayatullah, Fathun Qarib saat pembukaan Rakerda DPD Hidayatullah Berau, Sabtu (29/1) tadi pagi, di Kampus Madya Hidayatullah, Jl P. Hidayatullah Tanjung Redeb.Acara tersebut dihadiri Wakil Bupati Berau, Gamalis, Ketua DPD Hidayatullah Berau, Safuddin, serta pengurus Hidayatullah lainnya.


Oleh sebab itu dalam Rakerda tersebut Fathun juga berharap kepada pengurus DPD Hidayatullah Berau  bisa bersinergi dengan  pemerintah. “Sehubungan dengan itu kami juga berharap  kepada Pemkab Berau agar dapat memberikan perhatian, khususnya  terkait anggaran pendidikan. Tetapi saya  optimis Pemda punya kearifan utk memberikan dukungan, dan semua itu kembalinya kepada  masyarakat,” ungkapnya.
Sementara itu Wakil Bupati Berau, Gamalis juga memberikan aspirasi kepada DPD  Hidayatullah Berau Pemda, yang selama ini dinilai selama ini telah memberikan pendidikan kepada generasi penerus, baik melalui dakwah, pendidikan agama maupun lainnya.
“Saya harapakan Hidayatullah Berau tingkatkan peran memberikan pendidikan yang berkuwalitas,  seperti  dalam kandungan Alqur’an, dengan harapan mampu menjadi fasilitator menuju Berau yang madani,” harapnya.
Selain itu Gamalis juga berpesan, agar Hidayatullah Berau dapat meningkatkan gairah dan prestasi sesuai tema hari ini ” Konsolidasi jati diri, organiaasi, dan wawasan menuju terwujudnya standarisasi, sentralisasi serta integrasi sitematik”. Pintanya.


Sebelum Gamalis membuka secara resmi Rakerda Hidayatullah Berau pihaknya juga  menaruh besar harapan  melalui Rakerda pengurus DPD hidayatullah Berau dapat semakin sinergi dengan Pemda. “Amanah sebagai bagian ujian dari allah, karena itu pengurus DPD Hidayatullah Berau berkomitmen, meningkatkan nilai – nilai kebaikan, seperti dalam kandungan Alqur’an, demi kepetingan masyarakat secara luas dan kemajuan Kabupaten Berau,” pungkasnya. Tim Liputan.

Bagikan :