Dinkes Antisipasi Terjadinya Lonjakan Pasien

PERSIAPKAN : Dinkes antisipasi jika terjadinya lonjakan pasien Covid-19.
NEWSNUSANTARA,TANJUNG REDEB
 – Dalam beberapa minggu terakhir ini, perkembangan kasus corona virus disease 2019 (Covid-19) di Kabupaten Berau mengalami lonjakan signifikan. Dimana sebelumnya terkonfirmasi hanya 8 kasus saja, namun dalam 2 minggu terakhir terjadi penambahan hingga 100 persen. Dan saat ini total kasus yang dinyatakan positif berdasarkan hasil PCR di BLKK Surabaya sebanyak 29 pasien. Dinas Kesehatan Berau pun mengantisipasi terjadinya lonjakan pasien kedepannya.
Kepala Dinkes Berau, Iswahyudi menyampaikan bahwa saat ini sedang dipersiapkan di RSUD Abdul Rivai penambahan tempat tidur pasien sebanyak 28. Dan ruangan Teratai akan dimanfaatkan sebagai ruangan isolasi jika terjadinya penambahan kasus lagi. “Kita harus persiapkan ini, sebagai antisipasi jika terjadinya penambahan pasien lagi. Karena ruangan yang ada di RSUD Abdul Rivai dan RSD sudah hampir penuh,” ujarnya.
Kemudian untuk pasien yang saat ini dirawat dengan status tidak positif dan dinilai sudah dalam kondisi kesehatan membaik, akan dipulangkan. Namun tetap dalam pengawasan dan melakukan isolasi mandiri di rumah. Serta menjalani swab kontrol untuk memastikan pasien ini benar-benar tidak tertular Covid-19. “Mungkin ini langkah yang akan kita lakukan untuk jangka pendek. Sehingga bisa merawat pasien lainnya baik di RSUD Abdul Rivai maupun RSD,” ujarnya.
Dalam kondisi saat ini, Iswahyudi selalu menghimbau kepada masyarakat untuk tetap mematuhi instruksi dari pemerintah. Dengan mengurangi aktivitas di luar rumah jika memang tidak terlalu penting. Jika pun terpaksa ke luar rumah harus menggunakan masker sebagai alat pelindung diri. Kemudian selalu mencuci tangan dengan air mengalir setelah melakukan aktivitas. “Kita mengharapkan tidak ada lagi penambahan pasien positif. Dalam hal ini masyarakat sangat berperan penting. Dengan melakukan hal-hal sederhana itu. Tetap lakukan pola hidup bersih dan sehat, jaga kebugaran dan tidak berkumpul di keramaian. Boleh datang ke pedagang yang menjual makanan minuman berbuka puasa, tapi tetap dilihat kondisinya apakah ramai atau tidak. Jika ramai harap menunggu,” pungkasnya. (hms5)