Operasikan Hiperbarik, Pemkab Bakal Sekolahkan Dokter Umum

Sabtu, 5 Agustus 2023 11:27 WITA
FOTO:Wakil Bupati Berau saat tinjau hiperbarik di Tanjung Batu, Kecamatan Pulau Derawan, Sabtu (5/8/2023).

NEWSNUSANTARA.COM,TANJUNG REDEB- Wakil Bupati Berau, Gamalis kunjungi hiperbarik di UPT Puskesmas Tanjung Batu, Kecamatan Pulau Derawan, saat melakukan kunjungan kerja, Sabtu (5/8/2023).

Usai meninjau hiperbarik, Gamalis menyebut bahwa alat tersebut masih bisa berfungsi dengan baik. Hanya, dokter ahli belum tersedia. Dikatakannya juga, alat tersebut diadakan pada tahun 2015 lalu, dan sempat dioperasikan beberapa saat.

“Sekarang harus ada dokter ahli yang mengoperasikannya,” katanya.

Diterangkannya, hiperbarik tersebut hanya ada dua di Kalimantan Timur, di mana salah satunya berada di UPT Puskesmas Tanjung Batu. Karena tidak adanya tenaga ahli, sehingga alat yang menelan APBD Berau miliaran rupiah tersebut hanya bisa dilakukan kalibrasi, atau pemanasan.

Baca Juga  Satu Rumah Terbakar,Ada Beberapa Kali Ledakan

Namun ada rencana, Pemkab Berau akan menyekolahkan dokter umum untuk mengambil lisensi dokter ahli hiperbarik.

FOTO:Wakil Bupati Berau saat tinjau hiperbarik di Tanjung Batu, Kecamatan Pulau Derawan, Sabtu (5/8/2023).

“Karena untuk mengoperasikan secara maksimal, harus memiliki kemampuan dan lisensi khusus. Paling tidak menyekolahkan dokter umum sekira 2 tahun lagi. Karena alat ini bukan alat sembarangan,” katanya.

Di sisi lain, Pemkab Berau juga akan kembali memberikan pelatihan kepada sejumlah tenaga kesehatan yang sempat ikut pelarihan pengoperasian hiperbarik saat masih bertugas di Puskesmas Tanjung Batu, pada 2017 lalu.

Gamalis menegaskan, akan mengupayakan SDM untuk pengoperasian hiperbarik di Tanjung Batu dapat terpenuhi. Apalagi, alat tersebut berkaitan juga dengan objek wisata bahari di Kabupaten Berau.

Baca Juga  Prioritaskan Seni dan Budaya, Mayjen TNI Farid Makruf Gelar Pertunjukan Wayang Kulit di Surabaya

“Di mana wisata diving cukup banyak. Dan rawan terjadi dekompresi. Untuk itu, tidak ada alasan untuk tidak mengoperasikan alat ini,” katanya.

Dirinya pun meminta kepada pihak Puskesmas, agar melakukan pembenahan tempat penyimpanan alat kesehatan Hiperbarik tersebut.

“Harus ada pembenanahan, dan harus terlihat rapi dan bagus,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Tanjung Batu, Supiansa, berharap kepada Pemda untuk alat kesehatan Hiperbarik ini bisa dioperasikan semaksimal mungkin.

Diakuinya, Pemkab Berau perlu kerja ekstra untuk menyediakan SDM, dan tenaga ahli dibidang Hiperbarik. Seperti menyekolahkan seorang dokter untuk menjadi tenaga alhi hiperbarik disni.

“Karena kita pernah mencoba mencari tenaga dari luar daerah, dan ternyata sangat sulit, tenaga terbatas,” ungkapnya.

Baca Juga  Mayjen TNI Farid Makruf Tinjau Latihan Pra Tugas Yon Arhanud 8/MBC untuk Penugasan di Maluku Utara

Sehingga kata dia, solusi satu-satunya bila Pemkab ingin mengoperasikan kembali hiperbarik tersebut, harus ada tenaga yang dimunculkan oleh pemerintah sendiri. Yakni dokter umum yang disekolahkan khusus.

“Dan harus memiliki komitmen dan yang diikat secara aturan melalui Dinas Kesehatan Berau. Agar tidak dipindah ke daerah lain. Karena paling tidak, jumlah SDM yang harus ada itu delapan orang. Termasuk dokter ahli,” jelasnya.

Adapun mengenai tarif hiperbarik, sudah sitetapkan melalui Peraturan Daerah (Perda) pada awal Januari 2023 lalu. Adapun tarifnya bervariasi. Harga paling tinggi mencapai hingga Rp4 juta dan paling rendah Rp400-500 ribu untuk sekali masuk per orang sesuai dengan waktu penggunaannya.

“Karena besarnya tarif ditentukan durasi terapinya,” pungkasnya. (/ADV)

Reporter:Miko//Editor:Edy

Bagikan:
Berita Terkait