Pemkab Asahan Imbau Waspada Cuaca Ekstrem dampak Siklon Tropis Senyar

Kamis, 27 November 2025 06:38 WITA

NEWSNUSANTARA.COM, ASAHAN – Kisaran, 27 November 2025, Menyikapi situasi terkini, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan resmi terkait terbentuknya Siklon Tropis Senyar di kawasan Selat Malaka pada 26 November 2025. Fenomena ini berpotensi menimbulkan cuaca ekstrem di wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, dan Riau dalam 24 jam ke depan. Pemerintah Kabupaten Asahan meneruskan imbauan kewaspadaan ini kepada seluruh masyarakat sebagai langkah cepat untuk mengantisipasi potensi risiko di lapangan.

Baca Juga  Program Merdeka Belajar harus Diiringi Dengan Sarpras yang Memadai

Siklon Tropis Senyar terpantau dapat memicu hujan deras, banjir, banjir pesisir (rob), tanah longsor, pohon tumbang, serta gangguan aktivitas pelayaran akibat gelombang laut yang mencapai 2,5–4,0 meter di beberapa perairan. Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menjelaskan bahwa fenomena ini membutuhkan kewaspadaan tinggi seluruh pihak mengingat dampak hidrometeorologi dapat terjadi secara tiba-tiba dan meluas. Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, juga menekankan bahwa peringatan dini harus diterjemahkan menjadi langkah cepat untuk meminimalisir korban jiwa dan kerusakan.

Baca Juga  Tinjau Serbuan Vaksin Sejuta Sehari,Danrem 092/Mrl : Masyarakat Tidak Perlu Takut

Pemerintah Kabupaten Asahan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya di wilayah rawan banjir, bantaran sungai, daerah pesisir, dan kawasan perbukitan yang berpotensi longsor. Masyarakat diminta berhati-hati terhadap angin kencang, menghindari berada di bawah pohon besar, serta meminimalkan aktivitas luar ruangan saat hujan lebat. Nelayan dan pelaku transportasi laut juga diingatkan untuk memperhatikan kondisi gelombang tinggi yang dapat mengganggu keselamatan pelayaran. Sebagai tindak lanjut, Pemkab Asahan telah meminta OPD terkait, kecamatan, dan desa/kelurahan untuk memperkuat mitigasi lapangan, memastikan kesiapsiagaan personel dan peralatan, serta memantau informasi resmi BMKG secara berkala agar potensi risiko dapat ditangani secara cepat dan tepat.

Baca Juga  Tingkatkan Koordinasi dan Sinergi, Polda Kaltim Gelar FGD dengan Obvitnas dan Obter Se-Kalimantan Timur

Reporter : Antoni//Editor:Edi

Bagikan:
Berita Terkait