Pemkab Berau Bagikan 3,7 Ton Ikan Segar untuk Warga di Daerah Rawan Pangan
Selasa, 21 Oktober 2025 10:34 WITA
Post Views:209,873
NEWSNUSANTARA, BERAU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau membagikan 3,7 ton ikan segar secara gratis kepada masyarakat yang tinggal di kawasan rawan pangan, seperti Kecamatan Segah dan Kelay.
Program ini menjadi bagian dari keputusan Pemkab Berau yang menunda penyelenggaraan event Manutung Jukut agenda tahunan dalam rangka Hari Jadi ke-72 Kabupaten Berau dan ke-215 Tanjung Redeb.
Bupati Berau, Sri Juniarsih, mengatakan meski tahun ini kemeriahan perayaan digelar secara sederhana, maknanya tetap sama, yakni wujud rasa syukur atas melimpahnya hasil laut Berau.
“Semoga kemeriahan ini tetap bisa dirasakan masyarakat kampung. Karena ini bagian dari rasa syukur kita atas rezeki laut yang berlimpah,” ujar Sri Juniarsih, Sabtu (20/9/2025).
Bupati Berau Sri Juniarsih menyerahkan ikan simbolis kepada camat dan kepala kampung di Bukit Makmur, Segah, Sabtu (20/9/2025).IST
Pemerintah menyiapkan satu kantong ikan seberat 2,5 kilogram untuk tiap keluarga penerima. Kecamatan Segah mendapat jatah 850 kantong, sementara Kelay memperoleh 650 kantong.
Sri menjelaskan, pola distribusi langsung ke kampung ini sekaligus menjadi sarana menggerakkan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) — program nasional untuk membiasakan masyarakat mengonsumsi ikan sebagai sumber protein utama.
“Ini bagian dari upaya memperbaiki gizi keluarga dan membiasakan anak-anak gemar makan ikan,” tambahnya.
Ia juga meminta para kepala kampung untuk segera menyalurkan ikan tersebut agar tetap segar saat diterima masyarakat.
“Semua ikan ini hasil tangkapan nelayan lokal kita, jadi kualitasnya terjamin,” tegasnya.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Perikanan Berau, Maulidiyah, mengungkapkan bahwa pengolahan hasil laut di Bumi Batiwakkal kini terus berkembang. Ikan tidak hanya dijual segar, tetapi juga diolah dan dikemas secara kreatif agar tahan lama dan memiliki nilai jual lebih tinggi.
“Ini bagian dari diversifikasi hasil laut. Kita dorong industri kreatif perikanan agar bisa mandiri dan meningkatkan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, tingkat konsumsi ikan masyarakat Berau termasuk yang tertinggi di Kalimantan Timur, yakni 69 kilogram per kapita per tahun, di atas rata-rata nasional sebesar 60 kilogram.
“Kita harus bangga dengan capaian ini, tapi tetap perlu ditingkatkan agar semua masyarakat bisa merasakan manfaat gizi dari ikan,” pungkas Maulidiyah.(ADV)