NEWSNUSANTARA. COM, Berdasarkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009 adalah tentang Kepemudaan, yang mendefinisikan pemuda sebagai Warga Negara Indonesia yang berusia 16 hingga 30 tahun. Terdapat 64,22 juta jiwa atau sekitar 22,65 persen dari total penduduk Indonesia. Hal ini merupakan sumber daya yang sangat baik bagi perekonomian suatu negara. Namun, apakah sumber daya ini benar-benar dapat digunakan sepenuhnya untuk menggerakan roda ekonomi Indonesia?

Menilik dari data badan pusat statistik (bps) 2024, hanya ada Sekitar 11,39 % pemuda telah menyelesaikan pendidikan hingga perguruan tinggi, sisanya 88,61% pemuda Indonesia berpendidikan Sekolah menengah atas sederajat ke bawah. Harus ada keberpihakan anggaran dalam Upaya peningkatan Tingkat Pendidikan pemuda melalui berbagai program terutama sekolah rakyat dan sekolah berfasilitas standar nasional.
Data bps 2024 menunjukan 28 persen pemuda sedang melaksanakan Pendidikan dan tersisa 72% pemuda tidak berstatus pelajar. Selain itu, 54,71 persen terkonsentrasi di pulau jawa dimana luas pulau jawa memiliki luas sekitar 6,7 persen dibandingkan luas daratan di Indonesia. Ada sekitar 7,95 persen pemuda atau sekitar 4,3 juta pemuda adalah pengangguran yang merupakan masalah serius yang harus segera diatasi.
Angin segar mulai berhembus dengan adanya kebijakan segar dari menteri keuangan baru Purbaya yang berfokus pada percepatan roda ekonomi. Namun, sasaran pertumbuhan belum sepenuhnya kepada pemanfaatan kekuatan Indonesia berkelanjutan yaitu laut dan tanah yang subur. Hampir dua pertiga wilayah Indonesia adalah lautan dan hampir seluruh tanah di Indonesia adalah tanah yang dapat ditanami dengan tanaman yang sesuai.
Lapangan kerja untuk para pemuda harus mulai berbasis ekonomi berkelanjutan dan tersebar di wilayah Indonesia yang luas. Syukuri laut Indonesia dengan memberikan lapangan pekerjaan pemuda di sektor tangkap ikan laut dengan didukung pemerintah dalam penyediaan kapal tangkap ikan besar dan modern. Syukuri tanah subur Indonesia dengan mempetakan dengan baik lahan yang ada di Indonesia dan memanfaatkan dengan baik sesuai fungsinya serta dikelola oleh negara secara modern berkelanjutan untuk pemenuhan pangan dan energi serta pupuk yang terjangkau. Dengan menggerakan roda ekonomi dibidang raw material berkelanjutan maka akan memberikan multiflier effect yang luar biasa, pangan murah, energi murah, pangan dan energi terjaga akan berimbas pada ketahanan ekonomi, pangan dan energi.
Penulis:
Ajimat, S.Si., M.M.
Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pamulang





