45 Kebakaran Terjadi di Tarakan, Perlu Lakukan Evaluasi

NEWSNUSANTARA.COM, TARAKAN – Secara komulatif, peristiwa kebakaran sepanjang tahun 2021, terjadi penurunan secara signifikan dari tahun sebelumnya menurut Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Dinas Satpol PP dan PMK Eko P Santoso di Kantor Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tarakan pada 09.43 wita (04/01/2022).
“Kejadian 45 kebakaran ini, kalo kita evaluasi dan lakukan perbandingan dengan tahun 2020, kejadian kebakaran tahun ini agak menurun. Kalo tahun 2020 jumlah kejadian kebakaran sebanyak 61 kejadian.” Tutur Eko.
Total banyaknya kejadian kebakaran yang disebutkan sudah mencakup keseluruhan kategori meliputi kebakaran rumah dan bangunan, hutan dan lahan, gedung , kebakaran lainnya ( listrik, angkutan, kandang dan lain-lain).
Eko meyakini bahwa peristiwa kebakaran dapat segera ditanggulagi dengan melakukan pencegahan bersifat mitigasi, berlaku secara menyeluruh dilingkup masyarakat Kota Tarakan dan bersifat berkelanjutan.
“Sekalipun tidak bisa diprediksi, kebakaran ini sebenarnya bisa dicegah, upaya- upaya pencegahan itu jauh lebih baik dari pada upaya pemadaman dan pengendalian kebakaran itu sendiri. Sehingga langkah pencegahan yang sifatnya mitigasi ini memang harus menjadi program, harus berkelanjutan. Dan ini terus kita suluhkan, baik pada level anak-anak sekolah PAUD, TK, perguruan tinggi pun termasuk masyarakat luas pun kita lakukan program pemberdayaan masyarakat. Kita ada program pemberdayaan dalam rangka mitigasi ini, kita kenalkan ke lingkup pendidikan misal PMK goes to school, mendatangi sekolah dan sekolah mendatangi kami, kami sedikit memberikan edukasi dan sosialisasi bagaimana pencegahan dan penanggulangan kebakaran itu sendiri. Untuk kemasyarakatan, bisa di kelurahan, instansi dan sebagainya. ada namanya, PMK goes to people, ke masyarakat, ini sangat luas. Bahkan baru-baru ini di akhir tahun, kami juga melaksanakan sebuah edukasi dan sekaligus juga pembelajaran tentang penanggulangan kebakaran pada bangunan gedung bertingkat, ini kita lakukan pada para dokter dan tenaga kesehatan, di puskesmas karang rejo. Kami lakukan selama 2 hari, dengan sasaran berbeda dengan total peserta kurang lebih sekitar 100 lebih. Dan alhamdulillah model edukasi yang kami berikan yah semakin mendapat kepercayaan dan semakin mendapat penerimaan yang baik di masyarakat.”
Adapun yang menjadi harapan bagi Eko, dengan adanya pemberdayaan secara luas tersebut, masyarakat dapat menjadi problem solver terutama dalam rangka pelaksanaan sistem proteksi kebakaran bangunan gedung dan lingkungan Kota Tarakan.
“Berharap lambat laun masyarakat akan memiliki kemampuan untuk melaksanakan mitigasi kebakaran itu sendiri terutama dalam rangka pelaksanaan sistem proteksi kebakaran bangunan gedung dan lingkungan sehingga kita juga memberikan pemahaman kepada mereka bahwa setiap orang baik penghuni maupun pengguna bangunan ini, harus mampu menciptakan keselamatan dan keamanan baik bagi dari maupun gedungnya. Saya yakin pasti ada dampaknya tentunya dampak positif, dalam rangka peningkatan kapasitas kompetensi mitigasi dari masyarakat itu sendiri sehingga kita berharap masyarakat ini bagian daripada problem solver. Kalo dirinya sudah memiliki kemampuan untuk penaggulangan kebakaran, tentunya dia punya kesadaran untuk mencegah kebakaran tersebut”, tutup Eko. (Putri)