Dalam Dua Tahun Terakhir Hasil Tangkap Nelayan Meningkat. Kadis Perikanan Sebut, Trend Usah Perikanan Masih Bagus

Jumat, 21 April 2023 11:05 WITA
Kepala Dinas Perikanan Berau, Dahniar Ratnwati

NEWSNUSANTARA.COM TANJUNG REDEB- Hasil tangkapan nelayan di Kabupaten Berau meningkat dalam 2 tahun berakhir. Kepala Dinas Perikanan Berau, Dahniar Ratnwati menyampaikn, sejak tahun 2021 hingga 2022 hasil tangkapan mencapai 47,6 ribu ton.

Dijelaskannya, ada tahun 2021 hasil tangkapan nelayan sekira 21,8 ribu ton, kemudian meningkat pada 2022 yakni 22,6 ribu ton. Hasil tangkapan itu didominasi hasil tangkapan laut dan perairan umum.

Kepala Dinas Perikanan Berau, Dahniar Ratnwati

“Terbanyak hasi tangkapan laut di wilayah pesisir utara Berau, yakni di Kecamatan Derawn, dan pesisir selatan Berau. Kemudian paling sedikit di wilayah Teluk Bayur,” katanya, belum lama ini.

Baca Juga  Bupati Asahan Tutup Turnamen Bola Voli Bupati Cup, Dorong Semangat Sportivitas dan Prestasi

Menurut Dahniar, ada beberapa indikator yang dinilai dalam memasukkan angka tersebut. Seperti jumlah tangkapan dan hasil pengolahan produksi perikanan.

Atas penilaian itu, menurut sumber data Dinas Perikanan Berau, dirinya menyimpulkan, trend bisnis di sektor perikanan Berau cukup baik dan meningkat pada dua tahun kemarin.

“Jadi memang trend tangkapan ikan laut meningkat. Sungai Berau juga begitu,” jelas dia.

Baca Juga  Fendra Firnawan Pimpin DPUPR, Komitmen Dukung Program Kepala Daerah

Dengan hasil laut tersebut, Berau mampu memenuhi kebutuhan daging ikan sendiri, bahkan sebagian daerah di Kalimantan Timur. Apabila, hasil tangkap melimpah, pembeli ikan di tempat pelelangan selalu dikirim ke Samarinda dan Balikpapan.

Hanya saja, seiring dengan melimpahnya hasil tangkapan, pemerintah juga mengatur tangkapan dengan membatasinya. Apalagi sesuai dengan Konsep Ekonomi Biru dari Kementerian Kelautan Perikanan (KKP), jumlah tangkapan khusus di Berau dibatasi. Setahun hanya sampai 35 ton.

Baca Juga  IKA Polimarim AMI Makassar Gelar Buka Puasa Bersama

Makanya, pemerintah pun mendorong pembudidayaan dan pengolahan hasil laut ke nelayan. Dengan pola pembuatan kerambah atau tambak. Agar kebutuhan hasil laut tetap terpenuhi.

“Kami sekarang banyak mendorong program budidaya, karena secara ekonomi tetap menjanjikan untuk nelayan,” pungkasnya. (/ADV).

Bagikan:
Berita Terkait