Rembesan Air Masih Kerap Banjiri Jalan, Bupati Tegaskan Seriusi Penanganan Saluran Drainase Perkotaan

Senin, 29 April 2024 07:45 WITA

NEWSNUSANTARA.COM, TANJUNG REDEB – Masih terdapat banyaknya titik-titik jalan yang sering tergenang air saat hujan menjadi sorotan Bupati Berau, Sri Juniarsih. Ia meminta agar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dapat menindaklanjutinya, Senin (29/4/2024).

Tindakan yang diinginkan Bupati yakni pembersihan pengendapan lumpur pada drainase, baik dengan cara manual maupun menggunakan alat khusus. Tentu hal tersebut diakui Bupati perlu diseriusi.

Perintah serupa juga disampaikan Bupati mulai tingkat kelurahan dan ketua Rukun Tetangga (RT) melalui program ‘Jumat Bersih’ yang diharap dapat kembali diaktifkan.

Baca Juga  Pastikan Pelayan Terhadap Masyarakat Maksimal Kapolda Kaltim Sidak Samsat Pembantu Batakan

“Saya sering kali menemukan endapan lumpur di parit-parit kecil di sekitar Tanjung Redeb, seperti di Karang Ambun, parit kecil seperti itu harus dibersihkan dengan cara manual. Rumput yang tumbuh dan lumpur yang ada di dalamnya harus segera dibersihkan,” katanya.

Sementara, untuk kegiatan pembersihan di kawasan sungai, dikatakan Sri Juniarsih pemkab saat ini sedang menyiapkan kapal pengeruk sampah untuk membersihkan areal Sungai Segah.

“Tahun ini baru dipesan, dan masih dilelang kapal itu,” imbuhnya.

Baca Juga  Travel Bisa Kembali Beroperasi

Menanggapi pesan Bupati, Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau, Hendra Pranata menyebut, dari penelusuran pihaknya bahwa titik banjir terparah berada di Jalan Kedaung Kelurahan Sei Bedungung dan Jalan Durian Kelurahan Tanjung Redeb.

Ia menyebut, terkait penanganan itu diakuinya perlu dimulai dari Jalan Pulau Semama untuk normalisasi drainase. Selanjutnya, Jalan Bukit Maritam. Kata Hendra, kawasan tersebut memiliki beban dari saluran primer yang dapat dipastikan juga berpengaruh terhadap saluran di Jalan Pulau Kakaban.

Baca Juga  Bupati Asahan Resmikan Musholla Al-Ikhlas Menjadi Masjid Al-Ikhlas di Desa Air Joman Baru

“Rencana juga di Jalan Maritam. Sehingga, beban dari saluran primer di Jalan Kakaban akan berkurang. Meskipun tantangan besar masih dihadapi, seperti pada Jalan Kedaung yang kondisinya terparah,” katanya.

Bahkan upaya bersama antara pemerintah dan masyarakat menurutnya diharapkan dapat mengurangi dampak banjir yang sering mengganggu Tanjung Redeb.

“Soalnya drainase telah tersedia sepanjang 700 meter dari Jalan SMP menuju Jalan Gatot Subroto,” pungkasnya.

Reporter: Miko Gusti

Bagikan:
Berita Terkait