Sambut Libur Natal dan Tahun Baru, Pemkab Berau Gencarkan Penataan Wajah Kota

Kamis, 30 Oktober 2025 10:30 WITA
Pedagang membersihkan lapak jualan di kawasan Tepian Jalan Ahmad Yani. (IST)

NEWSNUSANTARA, BERAU – Menjelang libur panjang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau mulai bersiap menyambut lonjakan wisatawan yang diprediksi akan memadati sejumlah kawasan wisata, terutama di wilayah pusat kota dan kawasan tepian.

Pemkab menilai, kesiapan wajah kota menjadi salah satu faktor penting dalam memberikan kesan pertama yang baik bagi wisatawan yang berkunjung ke Bumi Batiwakkal. Karena itu, hasil revitalisasi kawasan tepian dan ruang publik yang sudah dilakukan sebelumnya, kini harus dijaga agar tetap rapi dan nyaman.

Wakil Bupati Berau, Gamalis, menegaskan bahwa menjaga kebersihan dan ketertiban di kawasan tepian bukan hanya pekerjaan menjelang momentum besar, tetapi harus menjadi rutinitas yang berkelanjutan.

“Kita tidak bisa hanya bergerak saat ditegur atau ketika ada acara besar. Kawasan tepian ini tiap malam selalu ramai, banyak warga yang berjualan, berolahraga, dan bersantai bersama keluarga. Jadi harus selalu bersih dan tertata,” ujar Gamalis.

Pedagang membersihkan lapak jualan di kawasan Tepian Jalan Ahmad Yani. (IST)

Menurutnya, meskipun sebagian wisatawan menuju destinasi utama seperti Derawan atau Maratua tidak melewati tepian, pusat kota tetap menjadi wajah utama Berau. Banyak wisatawan transit atau menunggu perjalanan di sekitar kawasan tersebut, bahkan berbelanja oleh-oleh sebelum pulang.

“Kalau kotanya bersih dan tertib, bukan hanya wisatawan yang nyaman, tapi kita sebagai warga juga akan bangga,” tambahnya.

Gamalis juga meminta tim terpadu penataan kawasan tepian dan dinas terkait untuk bekerja aktif, memastikan area publik bebas dari tumpukan sampah dan tidak ada pedagang atau kendaraan yang menghalangi trotoar.

“Kita sudah banyak melakukan pembangunan dan revitalisasi, jangan sampai terlihat kumuh hanya karena tidak tertata. Kita ingin menyambut musim liburan ini dengan wajah kota yang benar-benar siap,” tegasnya.

Ia mengingatkan, kesan positif wisatawan sangat bergantung pada kebersihan dan ketertiban yang dijaga masyarakat setempat. Pengalaman buruk akibat lingkungan yang kotor bisa menyebar cepat dan merugikan citra pariwisata Berau.

“Kalau kita mau Berau dikenal positif, semua pihak harus ikut bergerak. Ini tanggung jawab bersama, bukan hanya dinas kebersihan,” katanya.

Lebih lanjut, Gamalis berharap agar budaya menjaga kebersihan tidak hanya dilakukan saat momen tertentu, tetapi menjadi kebiasaan sehari-hari warga Bumi Batiwakkal.

“Menjaga kebersihan dan kerapian kota harus jadi budaya, bukan sekadar kegiatan insidental. Jangan tunggu ditegur baru bertindak,” tutupnya.(ADV)

Baca Juga  Dekranasda Berau Tampilkan Produk Unggulan di HUT ke-45 Dekranas di Balikpapan
Bagikan:
Berita Terkait