Angka Stunting Masih Tinggi, Elita Minta Terobosan Baru dari Pemda

Sabtu, 21 Maret 2026 06:55 WITA

NEWSNUSANTARA BERAU- Upaya penanggulangan stunting di Kabupaten Berau dinilai masih belum menunjukkan perkembangan berarti. Sejumlah program yang telah dijalankan pemerintah daerah dianggap belum mampu menekan prevalensi stunting secara signifikan, terutama di beberapa kecamatan dengan angka kasus yang masih tinggi.

Anggota Komisi I DPRD Berau, Elita Herlina, mengungkapkan bahwa pendekatan yang selama ini diterapkan belum sepenuhnya menyentuh faktor utama penyebab stunting di masyarakat. Ia menilai persoalan ini tidak bisa dipandang sempit hanya dari sisi pemenuhan gizi.

“Masalah stunting itu kompleks, tidak cukup dilihat dari asupan makanan saja. Ada faktor pola asuh, sanitasi, dan juga pemahaman masyarakat yang perlu diperhatikan secara serius,” jelasnya.

Baca Juga  GPM Bentuk Andil Negara Tingkatkan Kebutuhan Pokok Masyarakat

Menurut Elita, diperlukan langkah yang lebih progresif dan terarah agar penanganan stunting tidak berjalan stagnan. Ia menekankan bahwa program yang bersifat rutin tanpa inovasi hanya akan menghasilkan dampak yang terbatas.

Anggota Komisi I DPRD Berau, Elita Herlina

“Kalau hanya mengandalkan program tahunan tanpa pembaruan strategi, hasilnya tidak akan maksimal. Harus ada inovasi dan sinergi lintas sektor supaya intervensinya benar-benar terasa,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya pemetaan wilayah secara detail guna mengetahui daerah-daerah yang paling rentan terhadap stunting. Dengan data yang lebih spesifik, kebijakan yang diambil dinilai akan lebih tepat sasaran.

Baca Juga  Bupati Berau Mendorong Generasi Qurani di MTQ Kaltim ke-44

Selain itu, Elita mendorong penguatan edukasi gizi yang melibatkan masyarakat secara langsung. Peran kader posyandu, tokoh agama, hingga tokoh adat dinilai strategis dalam menyampaikan pesan kesehatan agar lebih mudah diterima.

“Pendekatan berbasis komunitas sangat penting, karena masyarakat akan lebih mudah menerima informasi dari orang-orang yang mereka percaya,” katanya.

Pemanfaatan teknologi juga dianggap perlu ditingkatkan, khususnya dalam memantau tumbuh kembang anak secara berkala hingga ke tingkat desa dan kelurahan.

Ia pun menegaskan bahwa evaluasi berkala harus disertai dengan langkah konkret agar upaya penanganan tidak sekadar menjadi rutinitas.

Baca Juga 

“Harus ada tindakan nyata yang bisa diukur hasilnya. Evaluasi saja tidak cukup kalau tidak diikuti perubahan strategi,” tegasnya.

Dari sisi anggaran, Elita meminta adanya peningkatan dukungan dana untuk program pencegahan stunting, termasuk bagi tenaga lapangan seperti kader posyandu dan penyuluh kesehatan, serta program pemberdayaan keluarga.

Ia menambahkan, penanganan stunting membutuhkan kerja sama lintas sektor. Tidak hanya bidang kesehatan, tetapi juga pendidikan, infrastruktur, hingga keterlibatan swasta dan organisasi masyarakat.

“Ini bukan tugas satu sektor saja. Semua pihak harus terlibat karena menyangkut masa depan generasi di Berau,” tutupnya.

Reporter: Marta Tongsay | Editor: Hendra

Bagikan:
Berita Terkait