Armada Usang Jadi Kendala BPBD Saat Bertugas, Dewan Harap Usulan Peremajaan pada ABT Bisa Terealisasi

Falentinus Keo Meo

NEWSNUSANTARA.COM, BERAU – Armada yang usang dan kerap bermasalah saat melakukan penanganan pemadaman kebakaran membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau berencana untuk melakukan peremajaan sarana yang kini tersedia di markas.

Peremajaan tersebut akan dianggarkan melalui Belanja Tambahan (ABT) 2024 ini. Kepala Bidang Kedauratan dan Logistik (BPBD) Berau, Nofian Hidayat menjelaskan,peremajaan alat sangat dibutuhkan dalam menghadapi potensi bencana yang sewaktu-waktu terjadi.

Tentu kata dia, dengan sarana yang lebih memadai kinerja yang dihasilkan pun akan jauh lebih maksimal. Jelasnya, pekerjaan rumah (PR) itu hingga kini masih menjadi momok bagi pihak BPBD.

“Alat penunjang memang sudah banyak yang usang, dan itu menjadi Pekerjaan Rumah (PR) kami di lapangan jika terjadi musibah,” ujarnya, Kamis (13/6/2024).

Disebutkan Nofian, sejumlah perlengkapan yang perlu diremajakan diantaranya alat pemadam kebakaran, perlengkapan Search and Resque (SAR) beserta armadanya, baik itu SAR darat maupun SAR air. Selain itu peralatan climbing (tali pendaki) juga dinilai penting.

Ia berharap pada ABT tahun ini seluruh perlengkapan yang diajukan BPBD Berau dapat direalisasikan, sehingga pada saat digunakan dalam pertolongan pertama bagi masyarakat tidak menemui kendala akibat perlengkapan yang kurang maksimal.

“Kami berharap di tahun depan semua perlengkapan yang lama sudah terganti semua. Begitu juga dengan yang rusak. Karena kebutuhan ini bukanlah kebutuhan untuk sekian orang saja, tapi untuk kebutuhan seluruh masyarakat Berau,” bebernya.

Menyoroti ini, Anggota Komisi I DPRD Berau Falentinus Keo Meo menyebut, pemerintah daerah juga perlu melirik BPBD. Sebab menurut dia, selain pembangunan fisik untuk kenyamanan masyarakat, peremajaan alat penunjang BPBD juga harus diperhatikan.

Lantaran, ia menilai tak sedikit kejadian yang ia dengar jika armada BPBD mengalami kendala saat beroperasi. Seperti selang penyemprot yang sendat. Demikian pula dengan perlengkapan pertolongan air yang sudah banyak kebocoran.

“Karena ini kebutuhan untuk semua, bagaimana BPDB bisa kerja maksimal jika tidak didukung dengan peralatan yang baik,” tegasnya.

Mendengar akan diajukan di ABT tahun ini, dirinya pun berharap agar anggaran tersebut bisa terserap maksimal dan alat yang sudah diajukan bisa teralisasi.

“Saya sudah sering berbicara soal ini (alat BPBD) semoga saja kebutuhan itu bisa teralisasi di tahun ini,” tandasnya.

Reporter: Miko Gusti