BERITA  

Bahu Pembatas Jalan Kranggan Longsor, Dinas PU Bina Marga Segera Ambil Tindakan

LONGSOR: Bahu jembatan longsor akibat tergerus derasnya air di sungai Desa Kranggan.

NEWSNUSANTARA.COM – MALANG – Akibat curah hujan tinggi pada bulan April, bahu pembatas jalan yang ada di dusun Kranggan RT 03 RW 06 Desa Kranggan Kecamatan Ngajum mengalami longsor ke sungai. Bahu jalan yang longsor itu bersebelahan dengan Jembatan Kranggan.

Saat terjadi longsor warga bersama UPT Bina Marga Kabupaten Malang bergotong royong melakukan kerjabakti dan memberikan tanda di bagian jalan yang rawan longsor,agar supaya warga bisa berhati hati saat melintas.

Menyikapi hal ini Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang merespons segera ambil tindakan adanya laporan badan jalan yang ambles di wilayah Desa Kranggan Ngajum , Kabupaten Malang.

Kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang Khairul Isnadi Kusuma tentu saja menyikapi dan ambil tindakan , tim Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang pun langsung bergerak.

“Kaa
mi merespons cepat penanganan jalan ambles atau longsor di Desa Kranggan , Ngajum dan sudah kami laksanakan pengecekan kemarin juga melalui UPT,” ungkap pria yang akrab disapa Oong itu, Kamis (16/5/2024).

Berdasarkan informasi yang kami terima terdapat tiga titik badan jalan yang rawan longsor dan ambles di wilayah Kecamatan Ngajum oleh Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang.

“Total ada tiga titik. Banjarsari dua titik tapi uda diperbaiki, Kranggan satu titik, tentunya kita ambilkan dari APBD Kabupaten Malang tahun anggaran 2024,” jelas Oong.

Lokasi amblesnya badan jalan di Kranggan tersebut terletak persis di samping Jbatan Kranggan , dengan panjang kurang lebih 15 meter , dan amblesnya bahu jalan itu matrialnya masuk ke Sungai.

“Jadi dinding penahan itu ambles dan longsor masuk ke sungai di bawahnya , karena badan pembatas jalan juga terikut longsor ya jadi tanggung jawab kita, kita cek selanjutnya kita tangani ,” kata Oong.

Amblesnya badan pembatas jalan di wilayah Desa Kranggan , Ngajum itu dikarenakan curah hujan tinggi dan posisi jalan yang naik serta labil.

“Penyebabnya adalah curah hijan tinggi , posisi jalan naik sehingga air hujan deras dari atas ,aluran air terlalu besar debitnya, akhirnya badan jalan pembatas tergerus ,ambles dan longsor, TPT tembok penahan tanah gak mampu, jebol masuk ke bawah kesungai,” jelas Oong.

Dirinya mengatakan ,bahwah perbaikan badan pembatas jalan itu akan memakan waktu sekitar satu bulan.(Hamzah).