Cantika Swara Siap Digunakan

TINJAU : Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19, Muharram meninjau kesiapan di Hotel Cantika Swara.

NEWSNUSANTARA.COM,BERAU – Gugus tugas penanganan Covid-19 terus melakukan pembenahan di Hotel Cantika Swara yang bakal digunakan sebagai lokasi perawatan pasien Covid-19. Sarana dan prasarana pun dilengkapi secara bertahap. Dan progresnya saat ini mendekati 100 persen.

Mempersiapkan hal tersebut, Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19, Muharram kembali meninjau lokasi. Didampingi koordinator lapangan dan sejumlah tim gugus tugas, satu per satu ruangan ditinjau. Sekaligus melihat kelengkapan apa saja yang masih diperlukan. “Dari hasil peninjauan kita tadi, sudah cukup bagus. Tinggal difungsikan saja. Kemungkinan besok sudah bisa dioperasikan. Namun kita tidak mengharapkan ada yang dirawat di sini, justru kita harap jangn sampai ada lah,” ujarnya.

Baca juga :Suplai Batubara Ke PLTU Terus dijaga Supaya Pasokan Listrik Tidak Terganggu Operasional tambang terapkan Protokol Pencegahan COVID 19

Ia menjelaskan ada beberapa sarana yang masih perlu dibenahi, seperti listrik dan air minum. Saat ini sarana tersebut sedang dipersiapkan untuk mendukung pengoperasian nantinya. “Kita terus genjot agar bisa selesai secepatnya. Sehingga seluruh sarana dan prasarana ready seluruhnya dalam mendukung kegiatan di sini,” ujarnya.

Ada beberapa kendala yang dihadapi sebelumnya. Disampaikan Muharram bahwa program dari masing-masing instansi teknis yang sering berubah-ubah membuat pencairan anggaran terkendala. Sehingga didorong agar masing-masinf instansi teknis bisa menyusun proposal awal untuk memenuhi anggaran secapatnya. “Kalau untuk kekurangannya bisa menyusul lah. Yang penting anggaran bisa diturunkan dulu. Sehingga kegiatan di sini bisa berjalan maksimal,” imbuhnya.

Disiapkannya Cantika Swara sebagai lokasi perawatan disampaikan Muharram sebagi bentuk antisipasi jika terjadinya penyebaran yang sangat masif. Sehingga ada kesiapsiagaan untuk melakukan perawatan nantinya. “Jadi kita harus antisipasi sebelumnya. Memang kita tidak mengharapkan terjadinya penyebaran secara global, tapi tetap harus ada tindakan awal,” pungkasnya. (SR)