Baksos HUT Persit KCK ke-76, Ketua Persit KCK Daerah VI/Mlw dan Ketua Bhayangkari Daerah Kaltim bagikan sembako

NEWSNUSANTARA.COM, SAMRINDA – Dalam rangka HUT Persit Kartika Candra Kirana ke-76, Ketua Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Daerah VI/Mulawarman, Ny. Dewi Teguh Pudjo Rumekso bersama Ketua Bhayangkari Daerah Kaltim, Ny. Ade Imam Sugianto melaksanakan Bhakti Sosial dengan memberikan bantuan sembako sebanyak 500 paket kepada masyarakat kurang mampu di sekitar Pelabuhan Sungai Kunjang dan Masyarakat di Loa Kumbar, Kel.Loa Buah, Kec. Sungai Kunjang, Kota Samarinda, Selasa (5/4/2022).

Bertolak dari Kota Balikpapan menuju Samarinda, Ketua Persit KCK Daerah VI/Mlw dan Ketua Bhayangkari Daerah Kaltim, tiba di Mako Polairud Polresta Samarinda disambut Danrem 092/ASN, Kasrem 092/ASN, Para Kasi Korem 091/ASN, Dandim 0901/Samarinda dan Kapolresta Samarinda.

Di tempat ini Ketua Persit KCK Daerah VI/Mlw dan Ketua Bhayangkari Daerah Kaltim, beserta rombongan melaksanakan kegiatan Bhakti Sosial berupa pembagian sembako kepada masyarakat di sekitar Pelabuhan Sungai Kunjang.

Setelah melaksanakan kegiatan Bhaksos di Mako Polairud Polresta Samarinda, Ketua Persit KCK Daerah VI/Mlw beserta rombongan bergerak menuju Loa Kumbar, Kel Loa Buah, Kec Sungai Kunjang, Kota Samrinda lewat Pelabuhan Sungai Kunjang dan setelah menempuh perjalanan selama 15 menit melalui perairan Sungai Mahakam dengan Speed Boat, rombongan Ketua Persit KCK Daerah VI/Mlw tiba di tujuan dilanjutkan kegiatan Bhaksos berupa pembagian sembako.

Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa tujuan datang ke Loa Kumbar adalah untuk menyampaikan amanat dari OASE yaitu Organisasi dari Ibu-ibu Kabinet Indonesia Maju yang di ketuai oleh Ibu Iriana Joko Widodo.

“Saya merasa bahagia dapat berkumpul dengan Ibu-ibu di sini dalam keadaan sehat dan semoga bantuan sosial ini dapat bermanfaat bagi kita semua”, Ujarnya.

Dalam kegiataannya kali ini, Ketua Persit KCK Daerah VI/Mlw didampingi oleh Ketua Bhayangkari Daerah Kaltim, Wakil Ketua Persit KCK Daerah VI/Mulawarman dan ibu-ibu pengurus Persit Kartika Chandra Kirana PD VI/Mulawarman. (*)

Bagikan :

Tri Wahyuni Dipercaya Pimpin FJPI Kaltim

 

 

NEWSNUSANTARA,SAMARINDA – Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) ialah organisasi yang dibentuk untuk jurnalis perempuan seluruh Indonesia. FJPI dibentuk agar seluruh jurnalis perempuan mampu berperan serta dalam pembangunan bangsa melalui peningkatan kompetensi dan profesionalisme sebagai jurnalis.

Selain itu, FJPI juga menjadi wadah serikat pekerja untuk memperjuangkan kesejahteraan jurnalis perempuan dan bantuan perlindungan hukum kepada jurnalis perempuan dalam melaksanakan profesinya. Tak terkecuali, menjadi sarana dalam mempersiapkan pemimpin perempuan yang bertanggungjawab menjalankan profesinya di tengah-tengah masyarakat, negara, dan bangsa Indonesia.

FJPI telah memiliki cabang di beberapa daerah di Indonesia. Seperti Provinsi Aceh, Provinsi Riau, Provini Jambi, Provinsi Sumatera Barat, Provinsi Papua Barat, Provinsi Papua, Provinsi Sumatera Utara, dan Provinsi Jawa Timur. Kali ini, FJPI membuka cabang di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

FJPI Kaltim telah menggelar Musyawarah Pembentukan Ketua Cabang FJPI Kaltim di Kantor Sekretariat FJPI Kaltim Jalan Juanda Samarinda pada Minggu, 13 Februari 2022. Musyawarah ini dihadiri 2 pertiga dari 33 anggota FJPI Kaltim melalui virtual.

Terdapat 2 calon Ketua Cabang FJPI Kaltim. Yaitu, Tri Wahyuni dan Oni Resita. Dari hasil musyawarah tersebut, calon Ketua Cabang FJPI Kaltim dipilih secara aklamasi. Tri Wahyuni lah yang terpilih sebagai Ketua Cabang FJPI Kaltim.

Yuni, panggilan akrabnya, ialah jurnalis perempuan yang memiliki sepak terjang di dunia jurnalisme. Ia telah terjun ke dunia jurnalisme sejak 1998. Ia juga telah memiliki sertifikasi jurnalis tingkat utama. Yuni juga aktif di organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kaltim sebagai Seksi Wartawan Bidang Hukum. Di perusahaan media sendiri, Yuni saat ini menjabat sebagai Pimpinan Redaksi (Pimred) di media online Busam.id.

Setelah terpilih, Yuni bersyukur dan mengapresiasi telah dipercaya para anggota FJPI Kaltim untuk bisa menahkodai FJPI Kaltim. Ia merasa dengan adanya FJPI di Kaltim bisa meningkatkan kapasitas diri jurnalis perempuan dalam pemberitaan. Contoh kasus yang diberikan, pemberitaan kekerasan perempuan dan anak.

“Banyaknya kebijakan sebuah media yang mengangkat pemberitaan kekerasan perempuan dan anak yang kurang memihak kepada perempuan itu sendiri. Ini menjadi kekhawatiran tersendiri.”

“Dengan FJPi terbentuk, ini menjadi wadah jurnalis perempuan agar bisa menyuarakan pendapatnya di perusahaan media dia bekerja dan juga menghasilkan berita yang notabene bisa melindungi hak perempuan dan anak,” jelas Yuni.

Dalam struktural organisasi FJPI Kaltim itu sendiri, terdapat sekretaris dan bendahara. Divisinya pun beragam. Ada Divisi Advokasi dan HAM, Divisi Diklat dan Litbang, Divisi Pengembangan Organisasi, Divisi Humas dan Antar Lembaga.

FJPI Kaltim juga masih membuka penjaringan untuk jurnalis perempuan di Kaltim yang ingin masuk dalam FJPI ini. Karena Yuni yakin bahwa banyak sekali jurnalis perempuan di Kaltim yang ingin sekali menyuarakan pendapatnya kepada pembangunan di Kaltim.

Ketua Umum FJPI periode 2021-2024, Uni Zulfiani Lubis, menyatakan bahwa seluruh cabang FJPI yang baru terbentuk, salah satunya FJPI Kaltim, akan secara resmi dikukuhkan pada peringatan Hari Perempuan Internasional yang dilaksanakan pada 5 Maret 2022 secara virtual.

“ada 3 cabang yang akan terbentuk. Provinsi Kaltim, Provinsi Lampung, dan Provinsi NTB. Ini nanti kita kukuhkan bersama di International Woman’s Day. Harapan kita kepada seluruh cabang FJPI yang ada di Indonesia bisa meningkatkan kapasitas diri jurnalis perempuan di setiap daerah,” pungkasnya.

Bagikan :

Polresta Samarinda Bekuk Pencuri Plat Tugu Perbatasan 2 Kota

Jatanras ungkap Pencuri Plat Tugu

SAMARINDA : Kerja keras anggota Polresta Samarinda dari Unit Kejahatan Dan Kekerasan (Jatanras) Macan Borneo akhirnya membuahkan hasil dengan berhasil mengungkap kasus pencurian Plat Tugu di Pintu Gerbang perbatasan Samarinda – Kutai Kartanegara, di jalan poros Samarinda – Bontang, yang terjadi Jum’at (18/6/2021).

NEWSNUSANTARA,BERAU-Pada pengungkapan kasus tersebut, Unit Jatanras Macan Borneo berhasil menangkap 2 orang tersangka berjenis kelamin laki-laki bernama Rudi (44) dan Mukhlis (39).

Menurut Kanit Jatanras Satreskrim Polresta Samarinda Ipda Dovie Eudy, awalnya pihak Kepolisian hanya berhasil mengamankan tersangka Pertama yaitu Rudi saat sedang beraksi di lokasi kejadian

Kemudian rekannya yang bernama Mukhlis berhasil kabur, dengan melakukan perlawanan sambil membawa Badik. Setelah sempat menjadi DPO, Mukhlis berhasil diamankan pihak Kepolisian di kediamannya beserta dengan barang bukti.

“Setelah menerima informasi aksi pencurian tersebut, kami Tim Macan Borneo segera meringkus pelaku Pertama. Dan kami lakukan pemeriksaan lebih lanjut, selanjutnya setelah kami mengantongi identitas pelaku langsung mencari tersangka kedua yaitu Mukhlis di rumahnya,” ucap Ipda Dovie Eudy kepada awak media DETAKKaltim.Com group Siberindo.co saat menggelar Pers rilis, Rabu (30/6/2021) siang.

Hasil penangkapan kedua tersangka, pihak Kepolisian berhasil mengamankan sejumlah barang bukti yang digunakan tersangka dalam melancarkan aksinya.

“Barang bukti yang kami amankan berupa Badik yang digunakan mukhlis, Tang, 5 Kunci Ring, Obeng dan juga Cutter. Jadi kedua tersangka ini merupakan residivis yang sudah sering melakukan pencurian di beberapa wilayah, dan hasil dari curiannya itu digunakan untuk membeli Sabu, bahkan sudah beberapa kali ditahan,” kata Ipda Dovie lebih lanjut.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kedua tersangka saat ini telah ditahan di Polresta Samarinda. Keduanya diancam dengan Pasal 363 KUHP kasus pencurian dengan ancaman 5 tahun penjara. (Setyo).

Editor   : Lukman

Bagikan :

Penumpang melampirkan surat hasil swab antigen

NEWSNUSANTARA,SAMARINDA–Kapal KM Aditya menjadi kapal ketiga yang sandar di Pelabuhan Samarinda sebagai kapal yang membawa penumpang arus balik Idul Fitri. Kapal khusus penumpang ini membawa sedikitnya 897 penumpang dari Pelabuhan Nusantara, Parepare, Selawesi Selatan.

Kapal tiba pada Senin (24/5) sekitar pukul 12.00 Wita. Kapal ini mengalami keterlambatan dari jadwal seharusnya tiba pukul 10.30 Wita. Selain penumpang, kapal juga membawa 10 unit motor dan berbagai sayuran.

Kasi Keselamatan Berlayar Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Samarinda, Slamet Isyadi, menjelaskan, KM Aditya menjadi kapal ketiga yang sandar di Pelabuhan Samarinda.

Sebelumnya KM Prince Soya tiba pada Jumat (21/5) membawa 877 penumpang, satu unit mobil, dan 23 unit motor. Kemudian, KM Pantrokrator tiba pada Minggu (23/5) sekitar pukul 11.00 Wita memuat 927 penumpang dewasa, 37 anak-anak, satu bayi, 34 unit motor, dan 25 mobil.

“Jika dilihat angkanya, jumlah penumpang masih fluktuatif. Namun terbilang normal. Masih di bawah ketentuan yakni 75 persen dari kapasitas kapal yang ada,” kata Slamet.

Slamet tak memastikan apakah kedatangan penumpang ini sudah masuk dalam puncak arus balik Idulfitri, yang jelas penumpang dari Parepare terus berdatangan sesuai jadwal kapal yang sudah ada.

Untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 KSOP bersama dengan unsur maritim yakni Polsek Kawasan Pelabuhan (KP) Samarinda, Pelindo IV dan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Samarinda telah menerapkan protokol kesehatan (prokes).

“Alhamdulillah hingga saat ini tidak ditemukan adanya penumpang terindikasi Covid-19. Sebab, setiap pelabuhan sudah menerapkan kewajiban penumpang yang akan berlayar untuk memeriksakan diri guna mendapatkan surat bebas Covid-19,” terang Isyadi.

“Dan saat turun dari kapal pun, petugas dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Samarinda melakukan pengecekan suhu tubuh dan dokumennya,” imbuh Slamet Murjani (39), warga Sangatta, Kutim.

Jumlah penumpang cukup banyak di dalam kapal. Saat berlayar diriya terpaksa tidur di lorong kapal lantaran tidak kebagian tempat tidur.

“Untungnya saya sendiri saja. Jadi bisa tidur di mana saja. Yang penting bisa sampai Samarinda,” ungkap Murjani.

Untuk bisa berlayar, beberapa persyaratan administrasi diikutinya. Salah satunya dengan melampirkan surat hasil swab antigen yang menyatakan bebas Covid-19.

“Sewaktu berangkat sebelum larangan mudik saya sudah mengurus. Dan saat balik terpaksa mengurus kembali karena batas waktunya habis. Lumayan juga ongkos pulang kampung jadi bertambah. Mudahan Covid-19 segera berakhir. Kasihan warga yang punya keluarga banyak harus keluar uang lebih besar untuk sekedar pulang kampung,” tutup Murjani. (kis/nha)

sumber:siberindo.co

Bagikan :

54 Wartawan Kaltim Siap Ikut UKW


SAMARINDA – Sebanyak 54 wartawan di Kalimantan Timur siap mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang dilaksanakan Dewan Pers bekerja sama dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWi). Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung tanggal 3-4 Juni 2021 mendatang.
Ketua PWI Kaltim Endro S Efendi mengatakan, pendaftaran peserta UKW ini sebenarnya telah dibuka pada bulan Januari lalu dan ditutup pada akhir Februari. Ternyata, wartawan di Kaltim sangat antusias mengikuti UKW, hingga sampai bulan April masih ada yang mendaftar.
“Dari kuota yang disediakan sebanyak 54 peserta, formulir pendaftaran yang masuk ke PWI Kaltim sebanyak 75 orang,” kata Endro.
Dijelaskan Endro, dari pendaftar yang masuk, panitia melakukan seleksi kelengkapan berkas dan disesuaikan dengan urutan berkas yang masuk. Pendaftar yang sampai batas waktu terakhir belum lengkap terpaksa tidak bisa ikut. Meski demikian, peserta yang telah mendaftar akan masuk dalam file PWI Kaltim dan akan dihubungi kembali ketika PWI Kaltim menggelar UKW angkatan berikutnya.
Dikatakan, pada UKW kali ini akan terbagi menjadi 9 kelas masing-masing 2 kelas utama untuk jabatan pemimpin redaksi dan redaktur pelaksana, 2 kelas madya untuk jabatan redaktur dan 5 kelas muda untuk jabatan repoter.
Dijelaskan Endro, untuk kategori UKW utama dan madya akan diikuti masing-masing 12 peserta sementara kategori UKW muda diikuti 30 peserta. Setiap peserta nantinya akan diberikan pendalaman materi UKW.
Endro juga menyampaikan, peserta juga akan dilakukan tes antigen sebelum mengikuti UKW. Tes ini akan dilaksanakan pada hari H, di tempat pelaksanaan UKW.
Terpisah, Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kaltim Abdurrahman Amin berharap kegiatan ini bisa dimanfaatkan para jurnalis. Alasannya, peningkatan kompetensi wartawan akan mempermudah dan menjadi syarat bagi perusahaan pers untuk mendapatkan legalitas dari Dewan Pers.
“Perusahaan media yang diverifikasi di Dewan Pers sudah tentu harus memiliki pewarta yang sudah kompeten. Jadi UKW ini bermakna ganda. Dapat meningkatkan kompetensi wartawan dan mendorong perushaan pers yang profesional,” kata Rahman, sapaan akrabnya.
SMSI Kaltim, lanjut Rahman, menargetkan jumlah perusahaan pers di Kaltim yang terverifikasi di Dewan Pers semakin banyak. Saat ini sudah 5 media siber anggota SMSI Kaltim yang sudah terverifikasi faktual. Dan sudah 3 media yang sudah terverifikasi faktual.
“Kita targetkan tahun ini ada 10 perusahaan pers anggota SMSI Kaltim lagi yang menyusul terverifikasi,” kata pria yang juga Pemimpin Redaksi (Pemred) Samarinda Pos/sapos.co.id ini. (*)

Bagikan :

Siapkan Pipa Penyedot. Atasi Banjir di Sekitar Simpang Lembuswana

NEWSNUSANTARA,BERAU-GUNUNG KELUA. Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda terus berupaya mengurangi genangan di sekitar simpang Lembuswana. Setiap hujan deras, hampir dipastikan kawasan tersebut selalu tergenang.

Selain memaksimalkan polder yang ada di sekitar simpangan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samarinda juga mengupayakan cara lain.

Salah satunya dengan menyiapkan pipa besar, yang dipasang di sekitar simpang Lembuswana hingga ke aliran Sungai Karang Mumus (SKM) di Jalan Jenderal S Parman (eks Jalan Ruhui Rahayu).

“Panjang pipa yang disiapkan sekitar 150 meter,” ujar Samidi, Koordinator Tim Hantu Banyu Dinas PUPR Samarinda.

Dijelaskan Samidi, sistem kerjanya, saat hujan deras dan simpang Lembuswana tergenang maka akan dilakukan penyedotan melalui pipa dengan menggunakan mesin portabel. Air sedotan langsung dibuang ke SKM.

Dari uji coba yang sudah dilakukan, penyedotan tersebut cukup efektif membantu peran penyedotan air yang ada di polder sekitar simpang Lembuswana.

“Jadi mesin pompa di drainase yang menghubungkan polder dengan SKM juga difungsikan, saat uji coba air cepat kering,” lanjut Samidi.

Ditambahkan Samidi, selama ini pihaknya selalu menguras air di polder yang ada di sekitar simpangan. Ketika cuaca mendung, maka petugas langsung menguras isi polder. Jadi saat hujan, air dari parit sekitar bisa tertampung di polder untuk kemudian perlahan dibuang ke SKM.

“Nah sekarang kami upayakan memfungsikan keduanya. Sistem penampungan polder jalan, pipa penyedotan juga berfungsi. Harapan kami bisa maksimal mengatasi banjir di simpang Lembuswana,” pungkasnya. (rin)
Bagikan :

Gubernur Kaltim Sentil Jurnalis; Tak Bisa Tinggalkan Budaya Berkerumun

Gubernur Kaltim Isran Noor. [Tangkapan layar IG pemprov_kaltim]
NEWSNUSANTARA,SAMARINDA Upacara yang digelar pada situasi Pandemi Covid-19 tersebut sebenarnya berjalan sesuai protokol kesehatan (prokes) yang berlaku. Namun, ternyata terjadi kerumunan yang terjadi saat peliputan yang mengundang banyak media.

“Wartawan memang tidak bisa meninggalkan budayanya berkerumun,” katanya saat sambutan menjadi Irup Upacara Hari Jadi Balikpapan pada 10 Februari 2021.

Dalam seremonial itu, panitia menyiapkan lokasi khusus untuk pengambilan gambar bagi media dengan diberi tanda pembatas. Sejumlah satpol PP pun ditugaskan di area peliputan untuk mengingatkan jurnalis agar tetap menjaga jarak. Tetapi hal tersebut ternyata sulit diterapkan.

Sebagai perbandingan, kondisi sedikit berbeda saat Sidang Paripurna DPRD Kota Balikpapan dalam rangka peringatan hari jadi yang digelar pada Senin (8/2/2020). Panitia hanya memberikan akses untuk 15 jurnalis yang meliput langsung di lokasi.

Menanggapi hal tersebut, jurnalis senior Novi Abdi, yang juga mantan Ketua AJI Balikpapan, menilai seharusnya dalam kondisi tersebut tidak perlu ada kerumunan. Karena bisa disiasati dengan cara bergantian mengabadikan momen tersebut. Sehingga prokes bisa berjalan dengan baik saat menjalankan tugas atau tidak sedang menjalankan.

“Iya jurnalis harus sadar bahwa kita tidak kebal Covid-19. Sudah ada di antara kita yang terpaparkan. Jadi, gubernur betul saja mengingatkan. Semua ya harus mengingatkan, bos di kantor, keluarga di rumah termasuk narasumber. Ini harus terus diingatkan,” katanya.

Pun dia kembali mengingatkan, selain menerapkan 4M jurnalis harus tetap menjaga imunitas tubuh tumbuh baik, dengan tidur cukup, makanan yang bergizi, vitamin.

“Ya untuk kebaikan kita bersama, bukan diri kita sendiri,” katanya.(*/cr5)

sumber:suarakaltim,siberindo.co

Bagikan :

Pemprov Kaltim Gelar Swab Massal Pasca 20 Pegawainya Terpapar COVID-19

NEWSNUSANTARA,SAMARINDA-Pasca terpaparnya lebih dari 20 orang staf di lingkup Pemprov Kaltim, Gubernur Kaltim melalui Sekdaprov Kaltim HM Sa’bani mengeluarkan Surat Edaran terkait pelaksanaan Work from Home (WFH).

Surat Edaran yang dikeluarkan Sekdaprov Kaltim tersebut tertanggal 29 Januari 2021 dan mulai berlaku sejak tanggal 1 hingga 11 Pebruari 2021. Sementara untuk pelayanan tetap dibuka, namun melalui online.

Upaya dan antisipasi yang dilakukan Pemprov Kaltim juga cepat, yakni langsung melakukan swab massal kepada seluruh pimpinan hingga unsur staf di lingkup Pemprov Kaltim untuk mentracing COVID-19. Yang dilaksanakan Rabu (3/2/2021) di halaman Kantor Inspektorat Kaltim.

Pelaksanaan swab massal hari ini diikuti oleh 207 orang staf lingkup Pemprov, dengan melibatkan sebanyak 15 orang tenaga kesehatan yang berasal dari Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim sebanyak 5 orang dan dari Speed Lab 10 orang. Hasil swab ini sendiri akan keluar Kamis esok dan langsung diserahkan kepada pimpinan masing-masing OPD.

Kepala Biro Humas Pemprov Kaltim HM Syafranuddin mengatakan, kebijakan WFH tidak hanya diterapkan di lingkup Pemprov Kaltim, tetapi juga BPKAD, Itwilprov dan Kesbangpol. Yang mana WFH akan dilakukan selama dua pekan, sambil menunggu perkembangan situasi dan kondisi yang terjadi di lingkup Pemprov Kaltim.

“WFH tidak mengurangi pelayanan Pemprov Kaltim kepada masyarakat, tapi membatasi pertemuan langsung atau fisik dengan harapan penyebaran COVID-19 bisa ditekan,” ucapnya.

Dia membeberkan, dalam dua Minggu terakhir tercatat lebih dari 20 orang pegawai di lingkup Pemprov Kaltim yang diketahui terpapar COVID-19 dan telah menjalani karantina. Diantaranya yang terpapar adalah staf Biro Humas, staf Biro Umum, staf Biro Administrasi Pembangunan, BPKAD, Itwilprov dan Kesbangpol.

“BPKAD dan Kesbangpol hanya beda gedung saja, karenanya untuk memberikan rasa aman dan nyaman pada masyarakat, maka diambil kebijakan WFH,” terangnya.

“Kami atas nama Pemprov Kaltim memohon maaf dengan ketidaknyamanan dalam memberikan pelayanan. Ini untuk menjaga keamanan dan kenyamanan semua pihak. Pemprov Kaltim melalui BPBD akan melakukan sterilisasi di semua ruangan yang ada untuk menghilangkan virus,” lanjutnya.

Diakui Syafranuddin, kebijakan pelaksanaan WFH ini sebenarnya adalah kali kedua dilakukan setelah sebelumnya pelaksanaan WFH pertama tidak maksimal. Pasalnya penularan masih terjadi.

“Penerapan ini bukan berarti libur, tapi hanya mengurangi atau membatasi intensitas layanan publik,” pungkasnya.

Bagikan :

Ketua DKP PWI Kaltim Minta Wartawan Kritisi Kerja Satgas Penangangan Covid-19 se-Kaltim

NEWSNUSANTARA,SAMARINDA-Ketua Dewan Kehormatan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Intoniswan minta wartawan kritisi kerja Satgas Penanganan Covid-19 di 10 kabupaten/kota se-Kaltim.
“Kalau melihat fakta di lapangan Satgas bekerja setengah hati, atau malas-malasan, tulis besar-besar mereka tak serius menangani penularan Covid,” tegas Intoniswan.
Menurut dia, rujukan penanganan Covid sudah jelas. Presiden menginstruksikan intensifkan testing, tracking, dan treatment. Kemudian untuk pencegahan Satgas harus mengkampanyekan terus menerus gerakan 3 M yakni, memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan.
“Apabila wartawan menemukan kegiatan 3T dan 3M diabaikan Satgas di 10 kabupaten/kota, tolong dipublikasikan agar masyarakat mengetahuinya,” ajak Intoniswan.
Selaian itu, ia juga mengajak wartawan berperan aktif mengawasi dan mengontrol, serta memberitakan terus menerus penggunaan dana penanganan Covid yang bersumber dari masing-masing APBD Kabupaten/Kota se-Kaltim.
“Beritakan saja kalau menemukan fakta dana tersebut hanya mengendap di kas daerah. Kemudian kalau dirasa ada penyimpangan penggunaan dana, beritakan pula,” pungkasnya.

Bagikan :

Aksi Ngelem Bisa Dipidana. Daya Rusaknya Nyaris Setara Sabu

NEWSNUSANTARA,SAMARINDA-SUNGAI KUNJANG. Selain narkoba berupa sabu, aktivitas ngelem juga harus menjadi perhatian serius para orangtua. Dalam catatan Samarinda Pos, penggerebekan bocah yang sedang ngelem semakin marak terjadi. Mirinya, penggerebekan itu tak menurunkan kejadian.

Sebaliknya, aktivitas yang membahayakan kesehatan tersebut justru kian marak. Karena penggunanya hanya dikenakan sanksi teguran tanpa pidana, membuat pelaku dengan bebasnya kembali melakukan aksinya.
Padahal antara aktivitas nyabu dan ngelem, sama-sama berbahaya. Daya rusak yang ditimbulkan juga sangat dahsyat. Merusak otak, organ tubuh dan tentu saja membuat anak yang gemar ngelem terancam kehilangan masa depan.

Nah, yang perlu diperhatikan bahwa meski tidak masuk dalam kategori narkotika, namun pengguna lem bisa dipidana. Tentu jika unsur yang terkandung di dalamnya memenuhi kategori atau sebanding dengan narkoba.
Namun dalam hal penindakan pemberantasan narkoba, Satuan Narkoba Polresta Samarinda, belum pernah sekalipun menangani penyalahgunaan lem yang banyak digunakan anak di bawah umur.

Dalam hal penanganan penggunaan lem, polisi sejauh ini hanya melakukan pembinaan pada anak-anak yang tertangkap saat menggunakan lem.
“Dipidana bisa saja, namun dalam proses penyelidikan harus diawali dengan memastikan ada kandungan zat atau prekusor sebagai bahan dasar dalam pembuatan narkotika,” terang Kasat Narkoba Polresta Samarinda, AKP Andika Darma Sena, melalui Kanit Sidik, Iptu Abdillah Dalimuthe.

Untuk memastikan zat yang terkandung di dalamnya, tentunya perlu dilakukan uji laboratorium. Apakah ada prekusor yang memicu ketergantungan seperti halnya narkotika.
“Ya, kalau ada baru bisa diproses. Selama ini dari kami hanya pembinaan jika ditemukan. Mungkin untuk mengarah ke tipiring seperti miras masih bisa,” jelas Abdillah.

Terkait pidana bagi pelaku ngelem, dikatakan Abdillah, juga tidak spesifik diatur dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
“Tidak ada pasal yang mengatur mengenai lem, tapi jika prekusornya bisa dipastikan terlebih dahulu, barulah bisa ditentukan apakah masuk dalam kategori narkoba atau tidak,” ujar Abdillah.Abdillah tentunya meyayangkan aktivitas ngelem yang banyak dilakukan anak di bawah umur. Seperti halnya yang terjadi di taman ikon Kampung Ketupat, Mangkupalas yang mana kerap dijadikan sebagai tempat ngelem.
“Pengawasan orangtua tentu sangatlah penting, dimana untuk memcegah agar kebiasaan buruk anak-anak itu dapat dihilangkan,” pungkasnya.(oke/nha)

Bagikan :