Tak Cukup Gizi, Penanganan Stunting di Berau Butuh Perbaikan Sanitasi

Senin, 20 April 2026 07:41 WITA
Sanitasi layak kunci cegah stunting. Air bersih dan lingkungan sehat, masa depan anak lebih kuat.

NEWSNUSANTARA BERAU- Persoalan stunting di Kabupaten Berau dinilai tak cukup diselesaikan lewat perbaikan asupan gizi semata. Faktor lingkungan seperti akses air bersih dan sanitasi justru menjadi tantangan utama yang perlu segera dibenahi.

Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto, menilai kondisi tersebut berpengaruh langsung terhadap kesehatan dan pertumbuhan anak. Ia menyebut, lingkungan yang tidak didukung fasilitas air bersih dan sanitasi layak berpotensi memicu penyakit yang berujung pada stunting.

Ketua DPRD Berau Dedy Okto Nooryanto

Menurut Dedy, masih ada sejumlah kampung di Berau yang belum menikmati akses air layak konsumsi. Ia menegaskan, persoalan ini harus ditangani secara serius melalui kolaborasi lintas sektor, baik lewat pembangunan infrastruktur dasar maupun penguatan edukasi perilaku hidup bersih dan sehat.

Baca Juga  Derawan Butuh Air Bersih dan Jalan. Bupati Tegaskan Komitmen Pemkab

“Dampaknya sangat nyata terhadap anak. Kalau akses air bersih dan sanitasi tidak terpenuhi, risiko gangguan kesehatan akan meningkat,” kata Dedy.

Di sisi lain, ia juga menyoroti belum optimalnya peran pos pelayanan terpadu (posyandu) di beberapa wilayah. Padahal, posyandu memiliki peran penting dalam memantau tumbuh kembang balita serta memberikan pendampingan bagi ibu hamil dan menyusui.

Baca Juga  Pengelolaan Arsip Kian Diperketat, Pastikan Aman dan Sah Secara Hukum

Ia menekankan perlunya penguatan kembali fungsi posyandu, termasuk dukungan anggaran agar pelayanan bisa berjalan maksimal. Tanpa itu, upaya pencegahan stunting dinilai tidak akan berjalan efektif.

“Posyandu harus kembali jadi garda terdepan, karena di sanalah pemantauan dan edukasi dilakukan secara langsung,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dedy mengingatkan bahwa penanganan stunting tidak bisa dilakukan secara parsial. Sinergi antar organisasi perangkat daerah (OPD) dinilai mutlak diperlukan, mulai dari sektor kesehatan, pekerjaan umum, hingga pemberdayaan masyarakat.

Baca Juga  Sudah Temukn Tulang, BPBD Berau Tunggu Hasil Identifikasi dari Tim Inafis Polres Berau

Keterlibatan masyarakat juga menjadi kunci. Ia mendorong peran aktif kader posyandu dan aparat kampung dalam mengedukasi warga terkait pola asuh anak, pemenuhan gizi seimbang, serta pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

Dengan langkah terpadu dan berkelanjutan, ia optimistis angka stunting di Berau dapat ditekan. Selain itu, upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia di masa mendatang.

“Kalau semua pihak bergerak bersama, hasilnya akan lebih maksimal dan berkelanjutan,” tutupnya.

Reporter: Marta Tongsay | Editor: Hendra

Bagikan:
Berita Terkait