DPRD Berau Desak Perbaikan Cepat Usai 8 Dapur SPPG Dihentikan

Rabu, 8 April 2026 02:31 WITA

NEWSNUSANTARA BERAU- Sorotan terhadap pelaksanaan program pemenuhan gizi di Kabupaten Berau mencuat setelah delapan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dihentikan sementara operasionalnya.

Langkah yang diambil Badan Gizi Nasional (BGN) itu dinilai mengindikasikan masih lemahnya kontrol teknis dalam pelaksanaan di lapangan.

Wakil Ketua I DPRD Berau, Subroto, menyayangkan adanya temuan tersebut. Ia menilai, persoalan mendasar seperti kelengkapan fasilitas seharusnya sudah dituntaskan sebelum dapur mulai difungsikan.

Baca Juga  Studi Tiru Pengembangan Pariwisata di Banyuwangi

“Hal-hal yang sifatnya mendasar, seperti sistem pengolahan limbah, itu bukan pelengkap, tapi syarat utama. Kalau belum terpenuhi, sebaiknya jangan dulu dijalankan,” katanya.

Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dihentikan sementara operasionalnya.

Delapan dapur yang terdampak meliputi SPPG Berau Tanjung Redeb Karang Ambun, Gunung Tabur, Teluk Bayur Rinding, Tanjung Redeb Gayam, Tanjung Redeb 2, Tanjung Redeb 3, Sambaliung 2, dan Tanjung Redeb 4.

Subroto menilai, penghentian operasional ini berpotensi menimbulkan efek berantai. Selain menghambat layanan pemenuhan gizi, kondisi tersebut juga dapat memengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Baca Juga  Hingga Detik Ini PKL Belum Diizinkan Berdagang Di  Areal Stadion Kanjuruhan

Ia pun mengingatkan agar pemerintah daerah tidak hanya menunggu kebijakan dari pusat. Menurutnya, pengawasan dan evaluasi harus dilakukan secara berkala guna memastikan seluruh dapur memenuhi standar yang ditetapkan.

“Perlu ada langkah aktif dari daerah untuk memastikan semua berjalan sesuai ketentuan. Jangan sampai program yang sudah dirancang baik justru tersendat karena persoalan teknis yang bisa diantisipasi,” ujarnya.

Baca Juga  Tingkatkan Disiplin Dalam Bekerja, Pinta Wakil Bupati Asahan Saat Sidak

Penghentian ini sendiri merujuk pada surat resmi BGN tertanggal 31 Maret 2026. Dalam hasil evaluasi, sejumlah dapur SPPG di Berau dinilai belum memenuhi persyaratan, terutama terkait ketersediaan Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL).

Sebagai konsekuensi, operasional dapur dihentikan sementara hingga seluruh perbaikan rampung dan dinyatakan layak oleh pihak berwenang. Penyaluran bantuan pemerintah kepada dapur-dapur tersebut juga ikut ditangguhkan untuk sementara waktu.

Reporter: Marta Tongsay | Editor:Hendra

Bagikan:
Berita Terkait