DPRD Berau: Jangan Sampai Lulusan BLK Sulit Dapat Kerja

Selasa, 24 Maret 2026 10:31 WITA
Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto

NEWSNUSANTARA BERAU- Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto, menyambut positif rencana Pemerintah Kabupaten Berau yang menargetkan Balai Latihan Kerja (BLK) mulai beroperasi pada 2026 dengan dukungan anggaran sebesar Rp2,8 miliar.

Ia menilai, langkah tersebut merupakan upaya penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah.
Menurut Dedy, keberadaan BLK sudah lama menjadi harapan masyarakat.

Namun ia menegaskan, keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari pelaksanaan pelatihan, melainkan juga dari kemampuan lulusan untuk mendapatkan pekerjaan setelah menyelesaikan pendidikan mereka.

Baca Juga  Ibu Kota Indonesia Berjuluk Nagara Rimba Nusa
Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto

“Program ini memang sangat dibutuhkan masyarakat sejak lama. Tapi yang lebih penting, hasil pelatihannya harus benar-benar mengantarkan peserta masuk ke dunia kerja,” ujarnya.

Ia menambahkan, materi pelatihan harus dirancang sesuai dengan kebutuhan sektor industri yang berkembang di Berau, terutama di bidang pertambangan, alat berat, dan teknik. Dengan begitu, lulusan BLK tidak hanya memiliki keterampilan, tetapi juga relevan dengan kebutuhan pasar kerja.

Dedy juga menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah daerah dan perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut. Ia berharap adanya keterlibatan aktif dari pihak industri agar tercipta kesesuaian antara pelatihan yang diberikan dengan kebutuhan tenaga kerja.

Baca Juga  Pemkab Berau Gelar Bimtek Peningkatan Kapasitas Kepala Kampung se-Kabupaten Berau

“Jangan sampai peserta sudah dilatih, tetapi masih kesulitan mencari pekerjaan. Di sinilah pentingnya peran perusahaan untuk terlibat, supaya lulusan bisa langsung terserap,” tegasnya.

Selain itu, ia mendorong agar pengelolaan BLK dilakukan secara profesional melalui pembentukan Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang kuat dan terstruktur. Menurutnya, pengelolaan yang baik akan berpengaruh besar terhadap kualitas pelatihan yang diberikan.

Ia juga mengingatkan agar anggaran yang telah dialokasikan dapat dimanfaatkan secara optimal, termasuk untuk menunjang fasilitas pelatihan serta penyediaan asrama bagi peserta.

Baca Juga  MPLS Resmi Dibuka, Bupati Asahan Beri Motivasi dan Tiga Nasihat Hidup

“Pemanfaatan anggaran harus maksimal. Fasilitas yang memadai akan sangat mendukung proses belajar peserta agar lebih efektif dan nyaman,” tambahnya.

Dedy memastikan DPRD akan terus melakukan pengawasan terhadap program tersebut agar berjalan sesuai tujuan. Ia berharap BLK dapat menjadi solusi dalam menekan angka pengangguran dengan mencetak tenaga kerja lokal yang kompeten dan siap bersaing.

Reporter: Marta Tongsay | Editor: Hendra

Bagikan:
Berita Terkait