DPRD Berau Soroti Mahalanya Akses Transportasi Penghambat Pariwisata

Kamis, 13 November 2025 03:15 WITA
Anggota Komisi III DPRD Berau, Saga,

NEWSNUSANTARA,BERAU – Upaya Pemerintah Kabupaten Berau dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan pariwisata dinilai masih terhambat oleh persoalan aksesibilitas, terutama tingginya biaya transportasi menuju destinasi unggulan.

Anggota Komisi III DPRD Berau, Saga, menilai mahalnya tarif transportasi—baik laut maupun udara—menjadi faktor kuat yang menahan minat wisatawan untuk datang ke Berau. Padahal, sektor pariwisata digadang-gadang menjadi penggerak ekonomi baru di Bumi Batiwakkal.

Baca Juga  Rp 218 Miliar Bankeu Provinsi untuk Infrastruktur Berau

“Kita harus jujur bahwa biaya menuju Derawan dan Maratua cukup tinggi. Ini menjadi tantangan besar bagi wisatawan, terutama dari luar daerah,” ujar Saga.

Anggota Komisi III DPRD Berau, Saga,

Meskipun Berau telah memiliki infrastruktur dermaga yang memadai, ia mengakui bahwa biaya transportasi laut di daerah ini masih kalah bersaing dibandingkan daerah tetangga. Salah satu contohnya adalah Tarakan, yang menawarkan tarif perjalanan laut lebih murah sehingga menjadi pilihan favorit wisatawan yang hendak menuju destinasi yang sama.

Baca Juga  Persidangan Gugatan Wanprestasi PT. SKJ kepada Koperasi Da'uyun Tanjung Batu Berlanjut

“Banyak wisatawan memilih lewat Tarakan karena ongkos kapal lebih terjangkau. Ini menjadi pukulan bagi Berau yang justru memiliki destinasi tersebut,” tambahnya.

Menurut Saga, tingginya tarif di Berau juga dipengaruhi penggunaan mesin speedboat yang lebih boros dan biaya operasional yang lebih besar. Akibatnya, harga sewa kapal melonjak, dan pada akhirnya membebani wisatawan.

Baca Juga  Operasi Zebra Mahakam 2023: Penegakan Hukum Terhadap Pelanggar Lalu Lintas di Berau

Tidak hanya jalur laut, harga tiket pesawat menuju Berau pun masih dinilai mahal karena terbatasnya maskapai dan belum adanya pesawat berbadan lebar yang melayani rute tersebut. Kondisi ini makin menyulitkan upaya Pemkab untuk menjadikan sektor pariwisata sebagai motor penggerak ekonomi kreatif.

“Kalau akses dan biaya tidak dibenahi, sangat sulit bagi kita untuk bersaing dengan daerah lain,” tutup Saga. (adv)

Bagikan:
Berita Terkait