Gubernur Minta Dana CSR Difokuskan untuk Pembangunan RLH

Senin, 10 April 2023 03:01 WITA
FOTO: Gubenur Kalimantan Timur Isran Noor

NEWSNUSANTARA.COM SAMARINDA – Gubernur Kaltim H Isran Noor meminta dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari seluruh perusahaan yang beroperasi di Kalimantan Timur, difokuskan untuk pembangunan Rumah Layak Huni (RLH) bagi keluarga pra sejahtera.

Orang nomor satu Benua Etam ini menyebut, dana-dana CSR dari seluruh perusahaan yang aktif beroperasi di Kaltim, tak kurang sebesar Rp 500 miliar atau setengah triliun per tahun.

Baca Juga  Wabup Berau Minta Komitmen Perusahaan Maksimalkan Serapan Tenaga Kerja Lokal
FOTO: Gubenur Kalimantan Timur Isran Noor

“Jadi hitung-hitungan saya, kalau dana CSR sekitar setengah triliun itu dibangun rumah layak huni, maka berapa ribu orang yang bisa menikmati dan meningkat kualitas hidupnya,” ungkapnya dalam suatu kesempatan Groundbreaking RLH di Balikpapan.

Program pembangunan RLH di Kaltim menurut Gubernur Isran Noor sebagai upaya bersama memberikan jaminan dan kelayakan, sekaligus meningkatkan kualitas dan derajat hidup masyarakat.

Baca Juga  Ratusan Monyet Pemandian Wisata Wendit Pakis Setiap Hari Satroni Rumah Warga

“Kita konsentrasi untuk program RLH. Memang mahal, tapi sangat bermanfaat dan jelas! Jadi, kita mulai bergerak semua, bertahap tapi pasti!” tegas Ketua Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) ini.

Demi mengejar target pembangunan RLH pada 2023, Gubernur juga meminta perusahaan menghentikan CSR untuk kegiatan lain, selain mendukung dan disalurkan untuk program RLH.

Nilai pembangunan rumah layak huni sendiri sebesar Rp 115 juta per unit. Dengan konstruksi beton rumah type 36 dan konstruksi kayu rumah type 45.

Baca Juga  Ketua DPRD Berau Mendorong Perbaikan Sistem Ketenagakerjaan dan Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal

Realisasi pembangunan RLH dari dana CSR hingga akhir tahun 2022 telah terbangun sebanyak 131 unit yang tersebar di 6 kabupaten/kota. Di antaranya Balikpapan sebanyak 39 unit, Penajam Paser Utara 20 unit, Samarinda 33 unit, Paser 10 unit, Bontang 18 unit, dan Kutai Kartanegara sebanyak 11 unit. (*/nyo/sar)

Bagikan:
Berita Terkait