Hujan Deras, Pendapatan UMKM di Pasar Ramadan Berau Menurun

Senin, 23 Februari 2026 06:14 WITA

NEWSNUSANTARA BERAU — Pendapatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Pasar Ramadan Masjid Agung Baitul Hikmah, Tanjung Redeb, menurun sejak awal Ramadan 2026.

Kondisi tersebut dipicu hujan deras yang turun hampir setiap hari pada siang hingga menjelang malam.

Sejumlah pedagang mengaku dagangan mereka kerap tersisa akibat berkurangnya jumlah pembeli yang datang ke lokasi pasar.

Meliana, pedagang minuman dan es berbahan dasar susu. Ia mengaku kerap membuang sisa dagangan karena tidak dapat dijual kembali keesokan hari.

Baca Juga  Distanak Kukar Bantu Fasilitas untuk Kebutuhan Petani
Teks foto: Hampir setiap hari selama Ramadan, langit mendung menghantui pedagang di Pasar Ramadan Masjid Agung Baitul Hikmah.

“Kalau hujan deras, pembeli berkurang. Es yang tidak habis terjual terpaksa dibuang karena tidak tahan lama,” katanya, Senin (23/2/2026).

Sementara itu, Elva, penjual kue talam dan aneka kue basah, memilih mengurangi jumlah produksi untuk meminimalkan kerugian. Ia juga membagikan sisa kue kepada jamaah masjid yang hendak berbuka.

“Sekarang tidak berani buat banyak karena hampir setiap hari hujan,” ujarnya.

Sebelumnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat Kabupaten Berau meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca dalam sepuluh hari terakhir Februari 2026.

Baca Juga  Sekda Dukung Peran Aktif DWP dalam Kemajuan Organisasi

Kepala BMKG Berau, Ade Heryadi, menyampaikan bahwa curah hujan dengan intensitas tinggi diprediksi turun secara konsisten pada dasarian ketiga Februari atau 10 hari terakhir bulan tersebut.

“Hujan diprediksi akan turun secara konsisten pada dasarian 3 bulan Februari,” ujarnya.

BMKG mengategorikan curah hujan tersebut dalam kategori tinggi dengan sifat hujan di atas normal dan diperkirakan melanda hampir seluruh wilayah Kabupaten Berau.

Namun, untuk Kecamatan Pulau Derawan dan Kecamatan Biduk-Biduk, curah hujan diprediksi berada pada kategori menengah dengan sifat hujan normal.

Baca Juga  Polda Kaltim Gelar Tausiah Kebangsaan dan Doa Bersama Untuk Korban Tragedi Kanjuruhan

Menurut Ade, tingginya intensitas hujan dipicu dinamika atmosfer secara global, regional, dan lokal, termasuk suhu muka laut yang hangat, aktifnya gelombang Madden Julian Oscillation (MJO), gangguan angin, serta kelembaban udara yang tinggi di wilayah Berau.

Teks foto: Hampir setiap hari selama Ramadan, langit mendung menghantui pedagang di Pasar Ramadan Masjid Agung Baitul Hikmah.

“Kondisi cuaca ini diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa waktu ke depan dan berpotensi memengaruhi aktivitas masyarakat,” pungkasnya.

Reporter: Marta Tongsay | Editor: Edi

Bagikan:
Berita Terkait