Kadispar Kukar, Obyek Wisata Jalan Jika Investor Ikut Andil

Senin, 9 Oktober 2023 08:29 WITA

NEWSNUSANTARA.COM, KUKAR – Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Slamet Hadiraharjo, mengungkapkan obyek wisata akan jalan jika investor ikut andil dalam pembangunan.

Kabupaten Kukar, dikenal dengan banyaknya tempat wisata modern ataupun kebudayaan  lambat laun dirasakan semakin kurang beroprasi.

Pembangunan tempat wisata, tidak lepas dari pelaku investor yang turut andil dalam mengembangkan infrastruktur lokasi wisata.

Kdispar Slamet Hadiraharjo, mengatakan Kabupaten Kukar masih pelan-pelan dalam membenahi tempat wisata, khususnya di Kota Tenggarong.

Baca Juga  Kebakaran Hutan dan Lahan Terjadi di Kabupaten Berau, BPBD Berau Berhasil Padamkan Api

“Minimnya investor yang mau masuk ke Tenggarong” ucap Kadispar Kukar saat ditemui wartawan, Senin (9/10/2023).

Menurutnya, sudah ada beberapa kali investor datang dan ingin masuk untuk melakukan pembenahan tempat wisata di Kukar.

Kemungkinan, sudah ada 5 investor yang ingin masuk, yaitu perusaan lokal dan ada beberapa nasional. Rekomendasi dari Pihak Dinas Pariwisata Kukar menyarankan untuk melakukan pembenahan ke Pulau Kumala Tenggarong.

Baca Juga  Bupati Asahan Tutup Turnamen Bola Voli Bupati Cup, Dorong Semangat Sportivitas dan Prestasi

Akan tetapi, dari banyaknya investor yang telah ditemui saat mengajukan proposal tentang pengelolaan tempat wisata, banyak dari investor tidak kembali lagi, tanpa alasan yang jelas.

“Pada saat ketemu pertama dengan investor, mereka semangat sekali, tapi setelah kembali lagi disuruh siapkan dokumennya, konsep pengeloaannya sampai saat ini tidak ada yang kembali,” ungkap Kadispar.

Slamet juga mengungkapkan, dengan adanya investor masuk ada banyak keuntungan. Salah satunya untuk pengelolaan tidak mengeluarkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan dapat pemasukan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Baca Juga  Komplotan Pengedar Narkoba Dibekuk di Tanjung Redeb: 56,89 Gram Sabu-Sabu Disita

“Keuntungan yang didapat, pertama untuk pengelolaan dari dispar tidak ada mengeluarkan anggaran APBD. Kedua, otomatis dengan adanya pihak ketiga (Investor) pembangunan dapat berjalan dengan baik, dan ketiga, ada PAD yang masuk ke Pemerintahan Kukar,” papar Slamet.* (ADV-Diskominfo Kukar)

Bagikan:
Berita Terkait