Komisi III Harapkan Program Irigasi Terpadu Berjalan Maksimal

Selasa, 29 April 2025 12:23 WITA

NEWSNUSANTARA.COM, BERAU – Pembangunan irigasi terpadu menjadi prioritas Pemkab Berau saat ini. Demi mendukung sektor pertanian dan memperkuat ketahanan pangan di Bumi Batiwakkal.

Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Air (SDA) DPUPR Berau, Hendra Pranata mengungkapkan, pihaknya juga bekerja sama dengan sejumlah instansi terkait guna menyelesaikan rencana tersebut.

“Kita sudah kolaborasi untuk membangun kawasan irigasi terpadu,” ungkap Hendra, Selasa (29/4/2025).

Menurutnya, irigasi ini sangat penting dalam mendukung pertanian yang ada. Sebab, iklim di Berau saat ini tak menentu.

Baca Juga  Peresmian kantor kodim 0902 oleh pangdam

Banyak petani mengeluh masalah pengairan yang kering maupun dilanda banjir tahunan.

Sehingga diperlukan sistem yang baik agar hasil pertanian tidak sebabkan gagal panen.

“Terpenting itu bendungan air perlu kita bangun dahulu. Agar pertanian berjalan lancar,” jelasnya.

Sementara itu, Anggota Komisi III DPRD Berau, Oktavia mendukung pembangunan tersebut. Sebab, sektor pertanian menjadi sorotan pemerintah pusat saat ini.

Baca Juga  Beras SPHP Boleh Dijual Bebas di Warung, Pemkab Berau Ingatkan Jangan Lampaui HIT

Terlebih, banyak kawasan pertanian semakin mengecil akibat peralihan lahan dari pertanian menjadi perkebunan kepala sawit.

Selian itu, jika dulu pertambangan masih mengungguli sebagai pemasukan terbesar di Berau. Maka pertanian harus menjadi salah satu pemasok yang akan menggantikan tambang ke depannya.

“Saya sangat dukung. Jika hanya bergantung pada satu sektor saja Berau akan tertinggal dari daerah lainnya,” tegasnya.

Apalagi, kata dia, ketahanan angan sangat krusial di tengah pertumbuhan penduduk di Bumi Batiwakkal. Jika tidak ditanggulangi sekarang, maka akan terjadi krisis pangan.

Baca Juga  Ketua DPRD Berau: Evaluasi Diperlukan untuk Maksimalkan Serapan APBD dan Atasi Silpa

“Kita harus perkuat ketahanan pangan kita,” imbuhnya.

Namun, ia mengingatkan para pelakon ladang pertanian agar lebih serius dalam mengembangkan sektor tersebut. Jika hanya angin-anginan saja maka negara malahan akan merugi jika ada peralihan lahan nantinya.

“Kita mesti serius. Jangan sampai sudah dibuatkan irigasi malah berubah jadi lahan perkebunan sawit,” pungkasnya.

(MRK/ADV)

Bagikan:
Berita Terkait