NEWSNUSANTARA,TANJUNG BATU-Kegiatan reses akhir tahun 2025 milik Ketua Komisi III DPRD Berau, Liliansyah, disambut antusias warga Kampung Tanjung Batu. Lebih dari 500 warga hadir dan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan berbagai kebutuhan yang selama ini belum mendapat perhatian optimal.
Isu pelestarian budaya menjadi salah satu sorotan utama. Ketua Lembaga Adat Bajau, Rori Sahrijal, meminta perhatian serius pemerintah daerah terhadap situs-situs sejarah, termasuk batu prasasti yang dinilai memiliki nilai penting bagi identitas masyarakat Bajau. Ia juga mengusulkan pembangunan rumah adat Bajau sebagai pusat budaya dan edukasi masyarakat.
Di sisi lain, masyarakat juga menyuarakan kebutuhan peningkatan kesiapsiagaan bencana. Mereka mengusulkan penambahan petugas dan armada pemadam kebakaran untuk mengantisipasi potensi kebakaran yang kerap terjadi di wilayah pesisir.
“Ini tidak hanya soal fasilitas, tetapi menyangkut keselamatan dan warisan budaya kita. Semua akan kami bawa ke OPD terkait untuk ditindaklanjuti,” kata Liliansyah.

Aspirasi lain disampaikan Ketua BPK Tanjung Batu, Pucaisyah, yang meminta pengaspalan Jalan Kelaputan serta bantuan mobil ambulans agar layanan kesehatan di kampung tersebut lebih maksimal. Menurut Liliansyah, dua usulan tersebut menjadi kebutuhan prioritas bagi masyarakat.
Ia menegaskan seluruh masukan akan dibahas dalam agenda resmi DPRD bersama pemerintah daerah. Liliansyah juga menyatakan siap mendorong OPD terkait membuka program baru apabila kebutuhan warga belum masuk dalam perencanaan 2025–2026.
Politisi NasDem itu berharap kerja sama antara warga, pemerintah kampung, dan DPRD terus menguat sehingga pembangunan Tanjung Batu dapat berjalan lebih cepat dan tepat sasaran.(ADV)





