Masjid Baitul Rohman Tanjung Redeb Gelar Peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW

Minggu, 18 Januari 2026 09:07 WITA
Gus Fattah Hillah Jurjani Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Hidayah Berau


NEWSNUSANTARA,TANJUNG REDEB, BERAU – Masjid Baitul Rohman yang terletak di Jalan Pulau Panjang, Kecamatan Tanjung Redeb, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, menggelar peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW pada Sabtu malam (17/1/2026).
Kegiatan keagamaan tersebut dihadiri oleh jemaah masjid serta masyarakat umum dari sekitar lingkungan. Peringatan Isra Mi’raj kali ini menghadirkan Gus Fatah, pengasuh Pondok Pesantren Nurul Hidayah, sebagai penceramah utama.
Dalam tausiyahnya, Gus Fatah menyampaikan keutamaan menghadiri majelis ilmu. Ia menegaskan bahwa orang yang datang ke majelis ilmu akan mendapatkan ampunan dosa dan dicatat pahala oleh Allah SWT, meskipun kehadirannya tidak disengaja. Hal tersebut menunjukkan besarnya kemuliaan orang-orang yang mendekatkan diri kepada Allah melalui kegiatan keagamaan.

Baca Juga  Realisasi Anggaran Masih 40 Persen, Sekda Optimisi Serapan Maksimal Hingga Akhir Tahun
Gus Fattah Hillah Jurjani Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Hidayah Berau(dok)


Gus Fatah juga mengulas hikmah besar peristiwa Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Menurutnya, Isra Mikraj merupakan perjalanan agung Rasulullah SAW yang diperjalankan oleh Allah SWT dari Masjidil Haram ke Masjid Al-Aqsa di Palestina, kemudian diangkat hingga Sidratul Muntaha. Dari peristiwa inilah Rasulullah SAW membawa “oleh-oleh” terbesar bagi umat Islam, yakni kewajiban melaksanakan sholat lima waktu.
“Sholat adalah ibadah yang diperintahkan langsung oleh Allah SWT tanpa perantara wahyu, sehingga menjadi ibadah yang paling agung dan utama dalam kehidupan seorang muslim,” ujar Gus Fatah.
Dalam ceramahnya, Gus Fatah turut menyampaikan wasiat Rasulullah SAW kepada Sayyidina Ali r.a. sebagaimana termaktub dalam Kitab Wasiatul Musthafa. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa kebahagiaan sejati tidak diukur dari harta, kendaraan, atau rumah mewah, melainkan dari tiga hal utama.
Pertama, menjaga kehalalan makanan, baik dari segi zat maupun cara memperolehnya. Rasulullah SAW menegaskan bahwa salah satu penyebab sholat tidak khusyuk adalah adanya harta yang tidak halal atau syubhat.
Kedua, menjaga sholat, terutama sholat berjamaah dan sholat malam. Orang yang senantiasa memenuhi panggilan sholat dan memakmurkan masjid termasuk golongan orang-orang yang bahagia di sisi Allah SWT.
Ketiga, selalu dekat dengan orang-orang berilmu dan senang menghadiri majelis ilmu. Dengan ilmu, seorang muslim dapat memahami tata cara beribadah yang benar dan menjalani kehidupan sesuai tuntunan Rasulullah SAW.
Gus Fatah juga mengingatkan bahwa ibadah lain seperti puasa, zakat, dan haji memiliki keringanan dan syarat tertentu, namun sholat tidak memiliki pengganti. Bahkan Rasulullah SAW menyebutkan bahwa salah satu ciri orang munafik adalah berat melaksanakan sholat Subuh dan Isya berjamaah.
Peringatan Isra Mikraj tersebut ditutup dengan doa bersama, dengan harapan seluruh jamaah senantiasa menjaga sholat, memakan yang halal, mencintai ilmu, serta mendapatkan keberkahan hidup di dunia dan keselamatan di akhirat.(*)

Baca Juga  Jelang Natal, PT Berau Coal dan Sinar Mas Mining Gelar Christmas Charity

Bagikan:
Berita Terkait