
NEWSNUSANTARA.COM, TARAKAN – Pembukaan Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) 2021 dan Kejuaraan antar club se-Kalimantan Utara yang digelar secara resmi oleh Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) dan berkat dukungan Pemerintah Kota dan pusat, terlaksana secara tertib serta memperhatikan protokol kesehatan sejak pukul 09.00 wita tadi, di GOR Naga Mas Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara (20/12/2021).
Pada pelaksanaan kejuaraan bulu tangkis tersebut, terdapat 6 kategori dari usia 10 tahun hingga dewasa.
Menurut ketua panitia Dewantara, peserta yang terlibat berasal dari tiap daerah di Kalimantan Utara mewakili 2 atlit untuk masing-masing kategori.
“Pesertanya masing-masing PBSI kota, kabupaten mengirimkan 2 atlit untuk masing-masing kategori. Hari ini yang mengikuti kejuaraan itu Tarakan sendiri sebagai tuan rumah, Kabupaten Malinau, Kabupaten Bulungan, dan Nunukan. Untuk pemenang juara 1 dan 2 per kategori, kita akan kirimkan ke jurnas, insyaallah dilaksanakan januari nanti tanggal 22.” ungkap Dewantara.
Menurut Hasan Basri, SE.,MH Ketua Umum PBSI Kalimantan Utara menjelaskan bahwa Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen dalam rangka meningkatkan potensi atlit bulu tangkis baik didalam maupun diuar provinsi Kalimantan Utara.
“Saya sebagai ketua umum Kaltara, berkomitmen untuk meningkatkan atlit-atlit bulu tangkis ini baik di dalam maupun diluar provinsi, mudah mudahkan dapat berbicara sampai kelevel nasional karna semua yang juara-juara hari ini, kita akan ikutkan ke jurnas nanti.” Ujar Hasan
Hasan juga menegaskan bahwa penghargaan yang disediakan untuk atlit bersumber dari PBSI sendiri dan rencana pengembangan bagi atlit berpotensi di Provinsi Kalimantan Utara
“Semua juara ini akan kami berikan beasiswa. Hadiahnya dari kita sendiri, PBSI. Pengembangan atlit itu kita jenjangnya mulai dari club dulu, club dengan mendaftarkan pada sistem informasi PBSI, dari club kemudian dibina. Dari club-club itu kemudian PBSI membuat event”, tegas Hasan.
Adapun prosesnya dijelaskan oleh Hasan, Bahwa semestinya kegiatan tersebut dimulai dari kejuaraan tingkat kota, kabupaten kemudian provinsi sekaligus informasi terkait perubahan rancangan UU tentang sistem Keolahragaan Nasional.
“Sebenarnya kejuaraan kita musti dari kejuaraan kota dulu, kemudian kota dan kabupaten, kemudian baru kejuaraan provinsi. akan tetapi dari bulan juli saya mengirim surat ke Pemerintah Daerah (Pemda), untuk mereka membuat kejuaaraan. Ada yang melaksanakan ada yang ngak, karna keterbatasan anggaran. Kami kebetulan dari komite 3 yang membidangi bidang olahraga di pusat, saat ini dalam proses perubahan rancangan UU sistem keolahraga nasional. Kalo sekarang ini, pemda diwajibkan untuk dapat membina minimum satu cabang olahraga. Paling tidak 5 daerah paling tidak masing-masing punya 1 potensi, itu kewajiban. Nah, di UU keolahraga nasional, kami mengusulkan dalam hal ini agar sistem keolahragaan nasional mewajibkan 2 persen mandatory spending, ataupun APBN maupun APBD diserahkan kepada pembinaan keolahragaan. Harapannya pandemi segera berakhir. Sehingga kejuaraan seperti ini dapat lebih kami tingkatkan juga sepihak dengan pemerintah daerah, membuat kejuaraan masing-masing, dan kami tingkatkan lebih tinggi”, tutup Hasan. (Putri)





