NEWSNUSANTARA,TANJUNG REDEB-Komitmen Pemerintah Kabupaten Berau dalam memperkuat pelestarian budaya lokal melalui penerapan muatan lokal Bahasa Banua mendapat sambutan positif dari Anggota Komisi I DPRD Berau, Feri Kombong. Ia menilai kebijakan tersebut sebagai langkah maju untuk memastikan bahasa daerah tetap hidup dan relevan di tengah perkembangan zaman.
Feri menuturkan, Bahasa Banua adalah bagian penting dari identitas masyarakat Berau yang harus dijaga keberlanjutannya. Menurutnya, tanpa dukungan pendidikan formal, bahasa daerah akan semakin jarang digunakan sehingga rentan kehilangan penutur di generasi berikutnya.

“Terobosan ini sangat tepat. Dengan memasukkan Bahasa Banua sebagai pelajaran resmi, kita sedang menanamkan kecintaan terhadap budaya sendiri sejak dini,” ujar Feri.
Ia juga mengapresiasi langkah pemerintah daerah yang langsung melakukan implementasi awal melalui penunjukan lima SMP sebagai sekolah perintis. Menurutnya, pendekatan bertahap ini memungkinkan pemerintah mengevaluasi kesiapan guru, efektivitas materi ajar, serta respons peserta didik sebelum program diterapkan secara menyeluruh di seluruh sekolah.
“Sekolah percontohan menjadi laboratorium awal. Dari situ kita bisa melihat apakah metode yang digunakan sudah tepat dan apa saja yang perlu diperbaiki,” jelasnya.
Feri menambahkan bahwa pelajaran Bahasa Banua bukan sekadar pengenalan kosakata atau percakapan sederhana, tetapi juga sarana membangun rasa memiliki terhadap adat dan sejarah daerah.
“Bahasa membawa nilai dan cerita. Ketika anak-anak belajar bahasa daerah, mereka juga menyerap filosofi dan budaya masyarakatnya,” tegasnya.
Ia menegaskan DPRD Berau akan terus mengawal pelaksanaan program ini, termasuk memastikan dukungan regulasi dan anggaran yang diperlukan agar pembelajaran muatan lokal tersebut dapat berjalan berkelanjutan.
“Jika program ini terbukti memperkuat pendidikan dan pelestarian budaya, DPRD pasti akan mendukung penuh,” tutupnya.(*) ADV





