Pemkab Berau Gelar Seminar “Membangun Berau Secara Kolaboratif, Akuntabel, dan Taat Hukum”

Rabu, 22 Oktober 2025 07:42 WITA

NEWSNUSANTARA,BERAU-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Inspektorat Kabupaten Berau menggelar seminar bertajuk “Membangun Berau Secara Kolaboratif, Akuntabel, dan Taat Hukum” di Ballroom Hotel Mercure, Rabu (22/10/2025).

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Bupati Berau, Hj. Sri Juniarsih Mas, dan menghadirkan Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur (Kejati Kaltim), Supardi, sebagai narasumber utama. Turut hadir jajaran pejabat Pemkab Berau, para camat, serta kepala kampung dari berbagai wilayah di Kabupaten Berau.

Dalam sambutannya, Bupati Sri Juniarsih menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Kajati Kaltim atas kesediaannya hadir dan memberikan arahan langsung kepada jajaran pemerintah daerah.

“Kami merasa bangga dan berterima kasih kepada Bapak Kajati yang berkenan hadir di Bumi Batiwakkal. Kehadiran beliau menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperkuat kolaborasi, akuntabilitas, dan kepatuhan terhadap hukum dalam setiap langkah pembangunan,” ujarnya.

Bupati Berau, Hj. Sri Juniarsih Mas, dan menghadirkan Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur (Kejati Kaltim), Supardi, sebagai narasumber utama

Sri Juniarsih menegaskan, Pemkab Berau berkomitmen membangun tata kelola pemerintahan yang transparan dan berintegritas, dengan dukungan teknologi digital guna meningkatkan kualitas pelayanan publik.

“Membangun daerah tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah. Kita harus bersatu, bekerja sama, dan saling melengkapi agar pembangunan dapat berjalan optimal,” tegasnya.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan hanya dapat dicapai jika seluruh elemen — mulai dari pemerintah, aparat penegak hukum, dunia usaha, hingga masyarakat — turut berperan aktif dalam mewujudkan Berau yang maju dan sejahtera.

Baca Juga  Ikuti Rapat Penyampaian Akhir Fraksi, Ini yang Disampaikan Sri Juniarsih

Bupati juga menyinggung sinergi positif antara Pemkab Berau dan Kejaksaan Negeri Berau melalui Program Jaga Desa yang telah berjalan sejak 2023.

“Program ini merupakan bentuk pembinaan dan pengawasan dalam pengelolaan keuangan kampung serta pemanfaatan aset desa. Tujuannya jelas, mencegah potensi penyimpangan sejak dini,” ungkapnya.

Sri berharap kegiatan seminar ini menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama antara pemerintah daerah dan aparat penegak hukum dalam mengawal pelaksanaan pembangunan yang bersih, beretika, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.

“Akuntabilitas adalah kunci. Setiap rupiah anggaran harus dikelola dengan penuh tanggung jawab agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Kajati Kaltim Supardi dalam paparannya menekankan pentingnya semangat pengabdian dan tujuan bernegara dalam setiap pelaksanaan tugas aparatur pemerintah.

“Kita semua adalah pelayan publik. Tujuan bernegara adalah mewujudkan welfare state, yakni negara yang mampu mensejahterakan rakyatnya,” ujarnya.

Supardi juga memaparkan sejumlah faktor yang sering menjadi penyebab belum optimalnya pembangunan daerah, di antaranya lemahnya perencanaan strategis, praktik korupsi, kurangnya koordinasi antarinstansi, keterbatasan sumber daya, dan manajemen yang belum efektif.

Baca Juga  Hari Bela Negara ke-77, Asahan Tegaskan Bela Negara sebagai Tanggung Jawab Bersama

Meski demikian, ia menilai Kabupaten Berau memiliki potensi besar untuk tumbuh dan berkembang karena kondisi sosial-politiknya yang stabil serta masyarakatnya yang memiliki semangat gotong royong tinggi.

“Berau memiliki keunggulan tersendiri. Akses informasi terbuka, stabilitas politik terjaga, dan masyarakatnya memiliki semangat gotong royong yang tinggi. Ini modal penting untuk memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik,” tuturnya.

Ia juga menegaskan pentingnya peran intelijen kejaksaan dalam mengawal pelaksanaan proyek-proyek strategis daerah agar berjalan tepat sasaran dan terhindar dari penyimpangan.

“Ketika ada proyek strategis pemerintah, di situlah fungsi intelijen kejaksaan harus hadir untuk memastikan semuanya berjalan sesuai aturan,” tegas Supardi.

Melalui seminar ini, diharapkan seluruh peserta dapat memperkuat komitmen dan sinergi untuk bersama-sama membangun Berau yang maju, transparan, serta taat hukum.

“Semangat kolaborasi dan integritas harus menjadi fondasi utama dalam setiap kebijakan dan program pembangunan daerah,” tutupnya.(ADV)

Bagikan:
Berita Terkait