Pita Cukai Rokok Salah Peruntukan, Kasus Paling Banyak Ditemukan Bea Cukai Tarakan sepanjang 2021

NEWSNUSANTARA.COM, TARAKAN – Disampaikan Aditia Bintang Pamungkas A.P.B.C, pelaksana Pemeriksa Pada Seksi Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai Kota Tarakan, bahwa kasus pita cukai rokok salah peruntukan merupakan sebagian besar kasus mendominasi dibandingkan dengan kasus lain selama dilaksanakannya operasi pemasaran rokok di beberapa wilayah Kota Tarakan sepanjang tahun 2021.

Diketahui motif diterimanya rokok ilegal menurut Bea Cukai disebabkan harga yang ditawarkan cukup terjangkau, sehingga nantinya diperoleh harga jual tinggi oleh pedagang pengecer. Mengatasi permasalahan tersebut, upaya yang telah dilakukan untuk meminimalisir kasus tersebut yaitu dengan memberikan pengertian, edukasi, maupun sosialisasi.

“Peran bea cukai dalam tahun 2021, untuk masalah operasi pasar, kita beroperasi ke tempat tempat atau warung warung yang sering menjual rokok. Kita datang kemudian kita cek satu-satu sambil kita beri edukasi, sosialisasi, kita kasih stiker dan kalender biar orang orang paham biar orang terlebih lagi orang yang jual rokoknya di warung. Karna kalau saya jadi penjual rokok kalau di datangi orang mempromosikan harga rokok dibawah rata-rata, pastinya mau dan rokok itu laku. Nah itu yang harusnya kita sampaikan ke mereka ibu, bapak sebenarnya rokoknya seperti ini, jenisnya, dia melanggar hal-hal ini. Kita bukannya melarang hak orang mengambil untung kita hanya ingin coba merangkul aspek masyarakat untuk melihat bagaimana sih jalan yang benar, peraturannya seperti apa. Jadi yang paling penting dari kami tim pengawasan selalu bekerjasama dengan tim layanan informasi penyuluhan untuk membantu mensosialisasikan terkait hal tersebut di wilayah Kota Tarakan.” Jelas Aditia (20/01/2022).

Selain kegiatan sosialisasi serta pemberian edukasi, tindakan yang dilakukan diantaranya berupa himbauan, teguran, bahkan pemberian sanksi dapat dilakukan sesuai dengan ketentuan berlaku dalam rangka upaya pencegahan maupun pengurangi peredaran produk rokok yang dianggap belum memenuhi standar Bea cukai tersebut

Adapun yang menjadi hambatan saat ini, bahwa ditemukan tipikal sales yang tidak kooperatif sehingga menyulitkan bagi pihak Bea Cukai untuk menindak lanjut peredaran rokok tersebut. sehingga kedepan, diharapkan juga dapat menjadi perhatian bagi masyarakat dan himbauan untuk lebih selektif dalam memilih produk yang dipasarkan terutama pada produk rokok dan legalitasnya sehingga kedepannya tidak menimbulkan dampak merugikan bagi masyarat yang konsumtif maupun masyarat yang memperdagangkan barang tersebut.

“Himbauan untuk angan terlalu mudah percaya apalagi ditawari sesuatu mungkin menurut pikiran itu kurang masuk akal,” tutup Aditia. (Putri)