Status Belum Optimal, TPS 3R Derawan Disorot DPRD Berau

Jumat, 3 April 2026 07:32 WITA
Anggota Komisi III DPRD Berau, Saga,

NEWSNUSANTARA BERAU- Operasional Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) di Kampung Pulau Derawan hingga kini belum menunjukkan kinerja optimal. Sejumlah hambatan teknis masih menjadi kendala, terutama terkait keterbatasan sarana dan prasarana pendukung.

Kepala Kampung Pulau Derawan, Indra Mahardika, mengungkapkan bahwa fasilitas tersebut sebenarnya sudah mulai difungsikan pasca peresmian. Namun, menurutnya, aktivitas pengolahan sampah belum berjalan maksimal lantaran belum lengkapnya peralatan utama yang dibutuhkan.

“Secara bertahap kami sudah menjalankan operasional TPS 3R setelah diresmikan. Tapi memang belum bisa optimal karena beberapa alat penting, seperti mesin pres dan pencacah plastik, belum tersedia,” jelasnya.

Saat ini, pengelolaan sampah baru diterapkan secara terbatas kepada 20 kepala keluarga sebagai tahap uji coba. Dari sampel tersebut, sampah rumah tangga mulai dikumpulkan dan dipilah untuk melihat efektivitas sistem yang diterapkan.

Baca Juga  Berau Terima Bantuan Mobil Adminduk

“Baru sebagian kecil, sekitar 20 KK yang dilibatkan. Ini masih tahap percobaan untuk melihat pola pengelolaan yang paling sesuai, sembari menunggu kelengkapan fasilitas,” ujarnya.

Ia menambahkan, kesadaran masyarakat untuk memilah sampah sebenarnya mulai tumbuh, khususnya untuk jenis plastik dan kardus. Namun, keterbatasan alat membuat proses lanjutan belum dapat dilakukan secara maksimal.

Untuk warga di luar program percontohan, sistem penanganan sampah masih dilakukan seperti sebelumnya, yakni diangkut keluar wilayah. Meski demikian, upaya pemilahan sudah mulai terlihat meski masih terbatas.

Baca Juga  Berau Perkenalkan Barakuda Maratua ke Level Dunia Lewat Panggung DXI

“Untuk sementara masih menggunakan pola lama, dibuang keluar pulau. Tapi saat proses pengangkutan, sudah ada juga yang mulai memilah sampah,” katanya.

Indra berharap adanya tambahan dukungan, khususnya pengadaan mesin pencacah dan mesin pres, agar TPS 3R dapat beroperasi secara penuh. Ia menyebutkan, bantuan dari WWF sudah ada, namun belum mencukupi seluruh kebutuhan operasional.

“Kami masih membutuhkan tambahan peralatan agar pengelolaan bisa berjalan maksimal,” imbuhnya.

Anggota Komisi III DPRD Berau, Sa’ga, turut menyoroti kondisi tersebut. Ia menilai operasional TPS 3R perlu segera dioptimalkan dengan melengkapi fasilitas yang masih kurang.

Baca Juga  PKK Asahan Gelar Pelatihan Administrasi dan Kelembagaan 2025

“Harus segera dilengkapi sesuai komitmen yang ada. Jangan sampai program ini berjalan setengah-setengah,” tegasnya.

Menurutnya, persoalan sampah di Pulau Derawan tidak bisa dianggap sepele, mengingat kawasan tersebut merupakan destinasi wisata unggulan yang harus dijaga kebersihannya.

“Derawan ini daerah wisata, jadi pengelolaan sampah harus benar-benar serius dan tuntas,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya peran aktif pemerintah daerah dalam mendukung operasional TPS 3R, baik dari sisi penyediaan fasilitas maupun pengelolaan di lapangan.

Dengan adanya kolaborasi antara pemerintah kampung, pemerintah daerah, dan berbagai pihak terkait, Sa’ga berharap persoalan sampah di Pulau Derawan dapat segera ditangani secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Reporter: Marta Tongsay | Editor: Hendra

Bagikan:
Berita Terkait