
NEWSNUSANTARA.COM,TANJUNG REDEB– Jembatan Sambaliung sudah dilakukan perbaikan sejak 1 Juni lalu. Jembatan pun, sudah dilakukan penutupan untuk dilintasi roda empat, dan mulai dibatasi untuk kendaraan roda dua, karena akan ditutup total dalam 1 atau 2 hari ke depan.
Jembatan sendiri sempat dilakukan penutupan total pada 2 Juni lalu. Namun, dibuka kembali untuk roda dua. Karena terjadi antrean panjangya, dan kantung parkir tidak mampu menampung jumlah kendaraan yang melintas.
Mengantisipasi itu kembali terjadi, Pemkab Berau di rapat teknis yang digelar, Minggu (4/6/2023), bersama tim teknis. mengusulkan ke Pemprov Kaltim penambahan kapal LCT untuk mengangkut roda dua.
Disampaikan Wakil Bupati Berau, saat rapat teknis bersama PPK perbaikan jembatan Sambaliung dari DPUPR Kaltim, dan sejumlau perwakilan OPD lainnya, usulan itu sangat prioritas.

“Kami perlu tambahan LCT khusus motor. Harapannya ini bisa cepat. Karena pada penutupan 2 Juni lalu, itu sangat terasa antreannya. Apalagi ini berlangsung selama 4 bulan kedepan,” terangnya.
Menggelar rapat teknis membahas berbagai persoalan menenai dampak dari perbaikan jembatan. Gamalis beserta PPK perbaikan jembatan, I Nyoman Swardika disertai sejumlah OPD lainnya, juga meninjau kondisi penyeberangan roda empat di Limunjan, Kelurahan Sambaliung.
Dia menyebut, selain 4 armada yang disediakan Pemprov Kaltim, ada juga 5 armada yang disiapkan Pemkab Berau, yang sifatnya situasional. Seperti, untuk mobilisasi anak sekolah, dan kesehatan.
“Semua armada itu akan kami standby kan di dermaga. Yang jelas, mengenai hal itu akn dilakukan evaluasi setiap hari. Karena pasti terjadi perkembangan-perkembangan di lapangan,” terangnya.
Selain itu ada juga dukungan dari pihak swasta angkutan LCT. Namun itu dikhususnya untuk mobil CPO, bahan bangunan, bahan sembako, hingga logistik. Hanya saja, sifatnya komersil bukan ditanggup pemerintah anggarannya.
“Rutenya dari Gunung Tabur menuju Sambaliung. LCTnya itu komersil, untuk biaya angkutnya itu kami belum tahu. Karena itu yang tetapkan pengusaha LCT itu,” katanya.
Dia juga menyampaikan, kondisi jembatan Sambaliung sudah berusia kurang lebih 36 tahun, dan belum ada perbaikan. Sehingganya, perbaikan yang dilaksanakan Pemprov Kaltim ini dapat berjalan lancar. Apalagi, perencanannya sudah sejak 2022 lalu.
Karena saat ini telah diperbaiki, maka Pemkab Berau harus memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan dalam perbaikan tersebut. Bahkan, untuk mendukung pengerjaan, Pemkab Berau mengerahkan sejumlah petugas dari Dishub Berau dan Pol PP Berau untuk di sekitar lokasi penyeberangan.
“Ini tidak bisa ditunda lagi. Dan harus segera dituntaskan perbaikannya. Masyarakat juga harus dapat memahaminya,” jelasnya.
Dia menyebut, untuk jadwal penyeberangan berdasarkan hasil rapat sudah diputuskan. Untuk kapal LCT roda empat dimulai pada pukul 04.00 Wita – 00.00 Wita. Sementara untuk kapal angkut roda dua, dimulai dari pukul 06.00 Wita – pukul 18.00 Wit.
“Namun bisa dioperasikan di jadwal itu ketika ada emergency. Untuk speedboat hanya dikhususnya mengangkut orang,” terangnya.
Sementara itu, PPK Perbaikan Jembatan, I Nyoman Swardika menjelaskan, penutupan akan segera diberlakukan. Bahkan, pejalan kaki pun tidak bisa melintas untuk alasan keselamatan.
Adapun terkait penambahan LCT khusus roda dua, dia meminta agar usulan itu dimuat dalam notulensi rapai sebagai bahan dasar pengusulannya di anggaran.
“Itu sebagai back up untuk diusulkan di anggaran,” katanya.
Dia juga menyebut, saat ini koordinasi dengan Pemkab Berau sudah optimal. Dirinya juga memahami kondisi yang terjadi di lapangan ketika jembatan ditutup. Tapi dia memastikan, pekerjaan yang mengalami kendala akan dikejar.
Apalagi, pihaknya juga memiliki target dan tenggat waktu yang haris disesuaikan dengan pekerjaan perbaikan jembatan.
“Kami juga meminta pengertian masyarakat, bahwa perbaikan jembatan sudah sangat urgen dan harus dilakukan secara maksimal,” pungkasnya. (/ADV).
Reporter:Miko





