Program Merdeka Belajar harus Diiringi Dengan Sarpras yang Memadai

Selasa, 2 Mei 2023 01:08 WITA

NEWSNUSANTARA.COM,TANJUNG REDEB- Usai pelaksanaan upacara peringatan otonomi daerah dan hari pendidikan nasional (Hardiknas), Wakil Bupati Berau, Gamalis menyebut momentum Hari Pendidikan Nasional, menjadi prioritas agar dapat terus maju dan berkembang.

Terutama dalam hal sarana dan prasarana dalam menunjang pendidikan di Bumi Batiwakkal. Apalagi, saat ini sudah dicanangkan program merdeka belajar. Program tersebut diharapkan terus berlanjut.

“Tentu program tersebut harus sejalan dengan daerah dan pemda harus benar benar melakukan evaluasi dan memperhatikan sekali arahan dari Mendikbudristek,” tuturnya.

Baca Juga  HUT Berau Tanpa Hiburan, Anggaran Dialihkan untuk Program Sembako Murah dan Gratis

Melalui program merdeka belajar, diharapkan Gamalis, memberikan kemudahan dan kebebasan kepada para siswa untuk berkreasi. Itu juga diimbangi dengan guru-guru yang berprestasi.

FOTO:Wakil Bupati Berau Gamalis memberikan piagam penghormatan

 

Sementara program daerah yang dibuat, juga diorientasikan untuk memberikan fasilitas kepada guru dan pendidikan. Agar dapat meningkatkan kualitas guru-guru itu sendiri.

Baca Juga  Toilet Umum untuk Sentra UMKM di Tepian jadi Sorotan DPRD

“Kami juga akan memberikan reward kepada guru yang berprestasi. Memang ada seleksinya dari hingga ke tingkat nasional,” jelasnya.

Pada kesempatan itu, juga Pemkab Berau memberikan penghargaan dan bantuan secara simbolis kepada guru dan siswa berprestasi di Kabupaten Berau. Yakni penghargaan satyalancana karya satya kepada pegawai yang telah bekerja selama 10, 20, dan 30 tahun.

Baca Juga  Perumda Air Minum Batiwakkal Berau Memperluas Jaringan Pipa di Kampung Samburakat

Serta, bantuan kepada pelajar kurang mampu, laptop dan pemenang lomba pendidikan. Gamalis juga menyampaikan, Kabupaten Berau belum mengalami krisis guru. Meskipun diakuinya, akan banyak guru yang akan pensiun tahun depan. Tapi itu akan segera dipenuhi.

“Karena sektor pendidikan dan kesehatan ini tidak boleh kosong. Tentu akan kami lakukan antisipasi. Kalau krisis guru belum dan mudah-mudahan saja tidak,” tandasnya.HN (/ADV)

Reporte:Miko

Bagikan:
Berita Terkait