Sambut Baik Layanan Cuci Darah di RSUD, Ketua DPRD Berau Tegaskan Pihak Ketiga Ikut Berkontribusi

Kamis, 20 Juli 2023 11:55 WITA

NEWSNUSANTARA.COM, TANJUNG REDEB – Unit hemodialisa atau cuci darah kini sudah dimiliki oleh Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Rivai, tambahan layanan ini merupakan kabar baik bagi masyarakat Kabupaten Berau.

Pasalnya, pasien yang membutuhkan pelayanan cuci darah harus keluar daerah terlebih dulu yang tentu saja biaya yang dikeluarkan pun tak sedikit.

Ruang cuci darah tersebut diresmikan pada, Kamis (20/7/2023) oleh Bupati Berau Sri Juniarsih diikuti Direktur RSUD Abdul Rivai Dokter Jusram dan Ketua DPRD Berau Madri Pani beserta tamu undangan lainnya.

Baca Juga  Wakil Bupati Asahan Buka Sosialisi Keterbukaan Informasi Publik

Direktur RSUD, Dokter Jusram menyebut, mesin cuci darah yang beroperasi saat ini baru 8 unit dari 10 mesin yang disiapkan. Jika 10 mesin dapat berjalan semua, diperkirakan dalam seminggu dapat menampung hingga 40 pasien.

FOTO:Ketua DPRD Berau Madri Pani sedang bersama pendonor darah

Sedangkan, untuk tenaga kesehatan (nakes) sementara ada 12 orang. Jumlah tersebut akan bertambah 18 orang apabila proses rekrutment sudah selesai dengan 1 dokter umum.

“Ini secara bertahap kita lengkapi, layanan ini sudah beroperasi sejak Sabtu, (15/7/2023) minggu lalu,” katanya.

Baca Juga  Terlibat Politik Praktis, ASN Siap-Siap Diberhentikan

Lanjut Jusram, dalam seminggu pihaknya dapat merujuk 1-2 pasien untuk cuci darah keluar daerah. Terlebih sejak 2022 tercatat 44 orang meninggal dunia akibat penyakit gagal ginjal yang sangat bergantung dengan alat cuci darah.

Melihat terobosan ini, Ketua DPRD Berau Madri Pani mengaku sangat bermanfaat bagi keberlangsungan penderita gagal ginjal yang membuat layanan cuci darah.

Terlebih kata dia, pasien tidak perlu lagi mengeluarkan biaya yang cukup besar karena harus keluar daerah. Maka dengan adanya layanan tersebut budget yang dikeluarkan tidak lagi besar dan masyarakat tidak perlu lagi berpisah dengan keluarganya.

Baca Juga  BPBD Gelar Apel dan Simulasi Pengendalian Karhutla

“Ini bisa mengurangi beban masyarakat, rendahnya biaya untuk cuci darah ini mudah-mudahan ke depan pelayanan di RSUD ini bisa lebih maksimal,” katanya.

Madri menegaskan, pihak ketiga juga perlu ikut berperan dalam peningkatan kualitas layanan rumah sakit. Kata dia, seperti halnya apabila unit yang ada perlu ditambah maka pihak ketiga bisa ikut berkontribusi.

“Kita banyak pihak ketiga, tinggal bagaimana pihak rumah sakit berinovasi,” tandasnya.(ADV)

Reporter:Miko//Edytor:Edy

Bagikan:
Berita Terkait