Dewan Soroti Pentingnya Pencegahan Kanker Serviks oleh Kaum Hawa, Dinkes Genjarkan Vaksinasi Agustus Mendatang

Rabu, 5 Juni 2024 02:46 WITA
Anggota DPRD Berau Ratna Kalalembang

NEWSNUSANTARA.COM, BERAU – Kerawanan serangan penyakit kanker serviks oleh anak-anak di Berau menjadi perhatian serius Dinas Kesehatan. Program vaksinasi akan mulai digenjarkan kembali pada bulan imunisasi anak sekolah tepatnya pada Agustus mendatang.

Dikonfirmasi mengenai ini, Kepala Dinas Kesehatan Lamlay Sari membeberkan, jika pemberian vaksin tersebut akan menyasar anak kelas 5 hingga 6 SD. Pencegahan dini tersebut guna menghindari kasus kematian akibat kanker serviks di Kabupaten Berau.

Baca Juga  Komisi III Aplus Capaian Proses Lelang Tahun Anggaran 2023 Tembus 82 Persen

“Ini sudah mulai berjalan sejak 2023 kemarin,” ujarnya, Rabu (5/6/2024).

Selain pemberian vaksin, bentuk penyuluhan juga sudah dirutinkan oleh Dinkes, agar masyarakat terutama perempuan dapat berinisiatif melakukan tes kesehatan. Sehingga upaya penanganan dapay sesegera mungkin dilakukan.

Menyikapi kinerja ini, Anggota Komisi II DPRD Berau, Ratna Kalalembang mendorong agar para orang tua bisa ikut melakukan langkah antisipasi sejak dini. Ikut mengontrol tes kesehatan terhadap anak perempuannya ke puskesmas.

Baca Juga  Berau Gelar Upacara Hari Pramuka ke-64, Bupati Sri Juniarsih Beri Lencana Garuda

Sebab menurut pemahamannya serangan kanker serviks sangat rawan terhadap anak perempuan berusia 9 sampai 14 tahun. Karena itu, perlu pencegahan sebelum menginjak usia dewasa.

“Pemberian vaksin untuk mengurangi dampak infeksi virus papilloma ke manusia (HPV) juga penting disini. Dari orang tua pun harus melek untuk antisipasi sejak dini. Apalagi, ini penyakit yang sangat mematikan,” ujarnya.

Baca Juga  Rumah Sehat Baznas Sebagai Hadiah Istimewa Hari Jadi untuk Masyarakat Persembahan Baznas, Berau Coal, dan Pemkab Berau

Bahkan, Ratna mengimbau seluruh sekolah ikut mengedukasi para peserta didik terkait penyakit HPV tersebut. Sebab, peran dari tenaga pengajar pun berpengaruh besar dalam keberhasilan sosialisasi yang dilakukan pemerintah.

“Menjaga diri dan kesehatan itu bukan tugas dari OPD saja, melainkan seluruh pihak yang terkait. Maka semua harus bahu-membahu untuk terhindar dari penyakit menular,” tandasnya.

Reporter: Miko Gusti

Bagikan:
Berita Terkait