NEWSNUSANTARA.COM, BERAU – Sekda
Berau, Muhammad Said menyebut, pembangunan SPPG sepenuhnya didanai oleh pemerintah pusat melalui Badan Gizi Nasional.
Pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Berau diprediksi sepenuhnya didanai oleh pemerintah pusat melalui Badan Gizi Nasional (BGN).
Menurutnya Pemkab Berau belum mengalokasikan anggaran, jika pembangunan SPPG ke depan dibebankan kepada daerah. Namun, ia memprediksi bahwa seluruh pembiayaan pembangunan SPPG akan berasal dari pemerintah pusat, mengingat program ini merupakan bagian dari program prioritas nasional di bawah pemerintahan Presiden Prabowo.

“Pembangunan SPPG ini merupakan bagian dari program presiden, jadi kami perkirakan semua dananya akan ditanggung oleh pemerintah pusat melalui Badan Gizi Nasional,” ujarnya.
Sementara untuk besaran biaya pembagunan SPPG di Berau secara menyeluruh, Said mengatakan bahwa pihaknya belum mengetahui hal itu. Pasalnya, anggaran untuk program MBG disalurkan langsung kepada Badan Gizi Nasional.
“Untuk besaran biaya pembangunan seluruh SPPG di Berau ini kami belum tahu berapa nominalnya, karena belum ada keputusan juga dari pemerintah pusat. Dan anggarannya juga langsung diatur oleh BGN,” tuturnya.
Lebih lanjut, dia mengungkapkan bahwa target pembangunan SPPG di Berau mengalami penyesuaian. Dari semula direncanakan hanya membangun 20 titik, kini bertambah menjadi 29 titik
Itu disesuaikan dengan ketentuan dari pemerintah pusat, yang mengharuskan pendistribusian Makanan Bergizi Gratis (MBG) untuk sekitar 80 ribu siswa mulai dari jenjang Taman Kanak-Kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Atas/Kejuruan (SMA/SMK) di seluruh wilayah Kabupaten Berau.
“Dengan adanya target distribusi sebanyak 80 ribu siswa, maka idealnya setiap satu SPPG mendistribusikan MBG kepada 2 ribu hingga 3 ribu murid,” tandasnya.
(MGN/ADV)





