DPRD Minta Pemkab Berau Ambil Langkah Serius Atasi Turunnya Minat Bertani

Jumat, 21 November 2025 01:04 WITA

NEWSNUSANTARA,BERAU-Ancaman krisis pangan kini menjadi perhatian serius di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Berau. Melihat kondisi tersebut, Anggota DPRD Berau, Sri Kumalasari, meminta pemerintah daerah memberikan perhatian lebih besar kepada para petani, terutama yang bergerak di sektor pertanian padi.

Sri Kumalasari menyoroti adanya penurunan minat bertani di masyarakat. Fenomena ini dinilai memprihatinkan, mengingat sektor pertanian merupakan tulang punggung dalam menciptakan stabilitas pangan daerah.

Baca Juga  Tiga Desa di Kecamatan Jabung Gelar Pilkades Sekaligus
Iliustarsi(Pertanian)

“Minat masyarakat untuk bertani sekarang terlihat makin menurun. Ini situasi yang harus segera disikapi karena bisa menjadi ancaman bagi ketahanan pangan kita,” ungkapnya.

Menurutnya, penurunan minat bertani justru bertolak belakang dengan program Pemkab Berau yang saat ini tengah fokus menguatkan ketahanan pangan. Ia menilai, jika program pemerintah ingin berhasil, maka dukungan terhadap petani harus dilakukan secara lebih konkret dan terarah.

“Program pemerintah mengarah pada ketahanan pangan, tapi jumlah petani yang mau bergerak justru turun. Ini harus menjadi perhatian bersama,” tegasnya.

Baca Juga  Syarifatul Harap Pemkab Maksimalkan Program Prioritas dalam Pembangunan

Sri Kumalasari menambahkan, jika kondisi ini dibiarkan tanpa intervensi segera, maka bukan tidak mungkin Berau menghadapi kerawanan pangan dalam beberapa tahun ke depan. Ia menilai sektor pertanian merupakan fondasi utama stabilitas pangan daerah, sehingga menurunnya semangat bertani akan berpengaruh secara langsung terhadap pasokan pangan.

“Sektor pertanian itu pondasi. Kalau semangat bertani melemah, jangan heran kalau kita nanti kesulitan menjaga stabilitas pangan,” lanjutnya.

Baca Juga  Diduga Sakit, Pria 35 Tahun Ditemukan Tewas di Rumah Kontrakan

Untuk itu, ia meminta Pemkab Berau melalui OPD terkait melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyebab turunnya minat bertani, khususnya tanaman padi. Evaluasi tersebut perlu menjadi dasar untuk menyusun langkah strategis yang bisa menghidupkan kembali gairah masyarakat dalam bercocok tanam.

“Pemerintah harus lebih sering hadir di tengah petani. Sosialisasi, edukasi, dan yang paling penting, dukungan nyata yang bisa langsung dirasakan masyarakat,” tutupnya. (adv)

Bagikan:
Berita Terkait