NEWSNUSANTARA, BERAU – Serapan anggaran Pemerintah Kabupaten Berau diproyeksikan mencapai 100 persen pada akhir tahun, meskipun saat ini masih berada di kisaran 60 persen.
Bupati Berau Sri Juniarsih Mas menegaskan, kondisi tersebut bukan disebabkan lambannya kinerja pemerintah daerah, melainkan karena sebagian besar proyek masih dalam tahap pengerjaan dan sistem pembayaran dilakukan setelah pekerjaan rampung.
“Dana yang tersimpan di bank saat ini sudah dialokasikan untuk membayar pekerjaan yang sedang berjalan. Begitu pekerjaan selesai, semuanya langsung dibayarkan. Jadi bukan serapannya kurang, tetapi proses di lapangan yang masih berjalan,” ujarnya saat ditemui wartawan di Bapelitbang Berau, Senin (1/11).

Ia juga mengungkapkan, masih banyak kontraktor yang memilih menyelesaikan pekerjaan terlebih dahulu sebelum mengajukan pencairan, meskipun secara aturan mereka dapat mengambil uang muka. “Mereka memilih menyelesaikan dulu baru dibayar. Itu pilihan mereka, dan tidak ada masalah,” katanya.
Sri menegaskan, tidak ada proyek yang tertunda dan seluruh kegiatan dipastikan berjalan sesuai target. Namun demikian, ia mengingatkan para kontraktor untuk tetap menjaga kualitas pekerjaan di lapangan serta memenuhi seluruh spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.
“Semua pekerjaan akan diperiksa oleh Badan Pemeriksa Keuangan, mulai dari ketebalan hingga spesifikasi teknis lainnya. Jangan hanya mengejar margin besar, tetapi kualitas harus tetap dijaga,” tegasnya.
Pemerintah daerah, lanjut Sri, terus mendorong peningkatan akuntabilitas agar seluruh proyek pembangunan dapat berjalan sesuai standar. “Kami optimistis seluruh kegiatan pembangunan dapat rampung tepat waktu dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” tutupnya.(ADV)
Reporter: Akmal
Editor: Edi





