Tak Sekadar Imunisasi, Posyandu Diminta Jadi Pusat Edukasi Keluarga

Rabu, 18 Maret 2026 04:21 WITA
Ketua Komisi I DPRD Berau, Elita Herlina

NEWSNUSANTARA BERAU- Penguatan peran Posyandu kembali ditekankan sebagai bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Kabupaten Berau.

Ketua Komisi I DPRD Berau, Elita Herlina, menyebut Posyandu harus terus dikembangkan agar mampu menjawab tantangan kesehatan masyarakat, khususnya dalam menekan angka stunting.

Menurut Elita, Posyandu tidak lagi bisa dipandang sebatas tempat pelayanan dasar seperti penimbangan dan imunisasi. Ia menilai, perannya kini harus diperluas menjadi pusat edukasi keluarga yang menyentuh berbagai aspek kehidupan.

Ketua Komisi I DPRD Berau, Elita Herlina

“Sekarang Posyandu dituntut lebih dari sekadar layanan rutin. Ia harus menjadi ruang pembelajaran bagi keluarga, terutama dalam hal pemenuhan gizi, pola asuh anak, dan menjaga kesehatan lingkungan,” ujarnya.

Baca Juga  Kodim Klungkung Serahkan Jamban Sehat Untuk Warga

Ia menjelaskan, keberhasilan menurunkan stunting sangat bergantung pada keterlibatan keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat. Oleh sebab itu, pendekatan berbasis keluarga dinilai menjadi strategi yang paling efektif.

Penguatan Posyandu, lanjutnya, perlu dilakukan secara komprehensif, baik melalui peningkatan sarana dan prasarana, penyusunan program yang tepat sasaran, maupun peningkatan kualitas kader sebagai ujung tombak di lapangan.

“Program harus disusun lebih terarah, dan kader Posyandu wajib mendapat pelatihan berkelanjutan agar mampu memberikan pendampingan yang sesuai dengan kondisi riil masyarakat,” jelasnya.

Selain itu, Elita juga menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menangani persoalan stunting. Ia menilai, isu tersebut tidak dapat diselesaikan oleh sektor kesehatan saja, melainkan memerlukan dukungan dari berbagai bidang lain.

Baca Juga  Perwakilan 7 Daerah Serahkan Dukungan 8 Ribu Lebih 

“Penanganan stunting membutuhkan kerja kolektif. Mulai dari pemerintah kampung, perangkat daerah, hingga sektor swasta dan masyarakat, semuanya harus berperan aktif,” katanya.

Ia juga mengingatkan pemerintah daerah untuk memastikan pelaksanaan Standar Pelayanan Minimal (SPM) di setiap Posyandu berjalan optimal. Dengan pelayanan yang terstandar dan berkualitas, dampaknya diyakini akan langsung dirasakan masyarakat.

Tak kalah penting, ia menekankan perlunya evaluasi rutin terhadap program yang berjalan agar hasilnya dapat diukur secara jelas.

“Setiap program harus dipantau secara berkala. Tanpa evaluasi, kita tidak akan tahu sejauh mana efektivitasnya,” tegasnya.

Menyinggung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mulai diterapkan, Elita berharap program tersebut mampu memperbaiki status gizi masyarakat, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan ibu hamil.

Baca Juga  Pidato Kenegaraan HUT Ke-80 Kemerdekaan RI, DPRD Asahan dan Pemkab Teguhkan Semangat Persatuan

“Kehadiran MBG diharapkan bisa mempercepat penurunan stunting. Tentu ini perlu dukungan semua pihak agar manfaatnya benar-benar optimal,” tambahnya.

DPRD Berau melalui Komisi I, lanjut Elita, akan terus mengawal kebijakan yang berkaitan dengan peningkatan layanan kesehatan masyarakat, termasuk memastikan Posyandu di seluruh wilayah dapat berfungsi secara maksimal.

Ia pun optimistis, jika Posyandu diperkuat secara menyeluruh, maka akan lahir generasi Berau yang lebih sehat dan berkualitas.

“Ketika Posyandu berjalan kuat, maka itu menjadi fondasi penting bagi pembangunan SDM jangka panjang,” pungkasnya.(ADV)

Reporter: Marta Tongsay | Editor: Hendra

Bagikan:
Berita Terkait