NEWSNUSANTARA BERAU- Meningkatnya peredaran minuman keras (miras) ilegal di Kabupaten Berau memicu kekhawatiran serius, terutama karena dampaknya dinilai dapat merusak generasi muda. Fenomena ini pun mendapat perhatian dari kalangan legislatif daerah.
Wakil Ketua Komisi III DPRD Berau, Ahmad Rifai, menilai kondisi tersebut sudah berada pada tahap yang memerlukan penanganan lebih tegas dan terkoordinasi. Ia menekankan bahwa pengawasan terhadap distribusi miras tanpa izin harus diperkuat secara menyeluruh.
Rifai menyebut, maraknya miras ilegal tidak bisa dilepaskan dari berbagai persoalan sosial yang muncul di kalangan remaja. Ia mengingatkan bahwa konsumsi miras berisiko mendorong perilaku menyimpang.

“Kita tidak bisa menutup mata, miras ilegal kerap menjadi pintu masuk munculnya kenakalan remaja. Ini harus dihentikan dengan langkah bersama,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti bahwa dampak yang ditimbulkan tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi dapat memengaruhi perkembangan mental dan emosional anak muda dalam jangka panjang.
“Remaja itu masih dalam fase pencarian jati diri. Ketika mereka terpapar hal negatif seperti miras ilegal, efeknya bisa berkepanjangan,” jelas Rifai.
Menurutnya, penanganan persoalan ini tidak cukup jika hanya mengandalkan satu pihak. Ia mendorong adanya kolaborasi lintas sektor, mulai dari aparat keamanan, pemerintah daerah, hingga masyarakat luas.
“Upaya ini tidak bisa parsial. Semua elemen harus bergerak bersama agar peredaran miras ilegal bisa ditekan,” tegasnya.
Ia pun meminta agar pengawasan difokuskan pada lokasi-lokasi strategis yang rawan menjadi tempat peredaran, seperti kawasan hiburan dan titik keramaian.
“Pengawasan di lapangan harus lebih maksimal, terutama di tempat-tempat yang sering menjadi titik distribusi. Jangan sampai anak di bawah umur mudah mengakses miras ilegal,” ujarnya.
Selain itu, Rifai menilai pendekatan edukatif juga perlu diperkuat, terutama di lingkungan keluarga. Ia mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi aktivitas dan pergaulan anak.
“Keluarga adalah benteng pertama. Orang tua harus lebih aktif membimbing dan mengawasi anak-anaknya,” katanya.
Ia berharap, melalui langkah tegas dan sinergi yang kuat, lingkungan sosial di Berau dapat menjadi lebih aman serta mendukung pertumbuhan generasi muda yang sehat.
“Kalau semua pihak bergerak bersama, saya optimistis kita bisa menciptakan kondisi yang lebih kondusif bagi perkembangan remaja di Berau,” tutupnya.
Reporter: Marta Tongsay | Editor: Hendra





