NEWSNUSANTARA,BERAU – DPRD Berau menilai kondisi pelayanan di RSUD Abdul Rivai saat ini belum berjalan optimal dan membutuhkan pembenahan serius sebelum adanya kebijakan besar di sektor kesehatan, termasuk rencana pengalihan tenaga medis ke rumah sakit baru.
Anggota Komisi I DPRD Berau, Abdul Waris, bahkan menyebut kondisi rumah sakit daerah tersebut sedang berada dalam situasi yang tidak ideal dari sisi pelayanan maupun tata kelola.
“Persoalan di pelayanan dan manajemennya masih perlu dibenahi,” ujarnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) evaluasi LKPJ Bupati Berau Tahun Anggaran 2025.

Ia mengingatkan, rencana pemindahan tenaga kesehatan ke RSUD Tanjung Redeb yang ditargetkan beroperasi pada Mei mendatang perlu dilakukan dengan sangat hati-hati. Menurutnya, langkah tersebut bisa menimbulkan persoalan baru apabila masalah di RSUD Abdul Rivai belum diselesaikan terlebih dahulu.
“Kalau masalah di rumah sakit lama belum tuntas, jangan sampai dibawa ke tempat baru,” tegasnya.
Waris menekankan bahwa pengoperasian rumah sakit baru di Jalan Sultan Agung harus benar-benar didukung kesiapan menyeluruh, mulai dari fasilitas, sumber daya manusia, hingga dukungan anggaran.
Ia menilai, tanpa kesiapan yang matang, pelayanan di rumah sakit baru berisiko menghadapi kendala serupa seperti yang terjadi saat ini.
“Kalau sumber daya dan pendanaan siap, sebenarnya bisa berjalan. Tapi saat ini kita masih belum sepenuhnya siap,” jelasnya.
Karena itu, ia meminta pemerintah daerah untuk tidak terburu-buru dalam meresmikan operasional rumah sakit baru sebelum seluruh aspek pendukung dipastikan benar-benar matang.
“Jangan hanya mengejar peresmian. Kalau belum siap, lebih baik ditunda dulu,” pungkasnya.
Reporter: Akmal | Editor: Hendra





